Mengenal Salah Satu Profesi Langka Di Indonesia, Menjadi Juri Dog Agility

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Selasa, 30 Oktober 2018
Mengenal Salah Satu Profesi Langka Di Indonesia, Menjadi Juri Dog Agility

Endah Dwi Palupi, Salah satu Juri Dog Agility di Indonesia (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK pilihan profesi di luar sana. Dari yang konvensional hingga yang unik dan jarang ditekuni. Salah satu profesi yang jarang dan langka ditekuni di Indonesia ialah juri dog agility.

Untuk kamu yang kerap melihat kontes anjing bertaraf internasional mungkin sudah biasa melihat juri-juri dari mancanegara. Namun, jarang sekali juri yang berasal dari Indonesia. Itu disebabkan terbatasnya jumlah juri dog agility di Indonesia.

Dari delapan orang juri dog agility di Indonesia, salah satunya ialah Endah Dwi Palupi atau yang akrab disapa Iin.

Karier Iin sebagai juri dog agility berawal dari kecintaannya terhadap anjing. Ia juga seorang breeder atau pengembang biak anjing ras Kintamani.

Dog agility di Championship Dog Show Perkin Jaya. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Pekerjaan awal Iin ialah manajer umum di sebuah apotek di Solo. Kendati telah memiliki pekerjaan yang cukup mapan, karena hobi, ia pun ingin menjadi seorang juri dog agility.

Setiap kontes dog agility digelar, Iin selalu ikut. Ia pun langsung turun tangan sendiri untuk mendampingi anjing-anjing miliknya yang akan mengikut kontes dog agility, walaupun ia memiliki dog handler sendiri.

Lantaran cukup intens mengikuti dog agility, Iin mendapat tawaran dari Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) untuk menjadi juri dog agility. Kala itu, di Indonesia hanya ada 3-4 orang dengan profesi tersebut.

Seekor anjing ras tengah melewati rintangan dog agility. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Menjadi seorang juri agility tentu harus memiiliki kualifikasi yang sangat baik, khususnya untuk dog agility. Salah satunya ialah harus betul-betul mengerti tentang agility. Selain itu, ada sebuah ujian yang harus dilewati sebelumnya untuk lolos menjadi seorang juri dog agility.

"Selain harus mengerti tentang agility. Ada ujiannya juga tertulis sama lisan. Itu diuji oleh orang yang membawahkan dog agility di Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin). Namun, lebih banyak praktik di lapangan," ucap Iin saat ditemui Merahputih.com pada Championship Dog Show Perkin Jaya di JSI Resort.

Ujian praktik di lapangan untuk menjadi juri agility, salah satunya ialah menyusun rintangan untuk dog agility. Tak boleh sembarangan, karena boleh saja membuat rintangan yang sulit, tapi jangan sampai melewati standar dari induk standardisasi anjing ras, yaitu Federation Cynologique Internasionale (FCI).

Kendati belum ada persyaratan yang baku, setelah lulus ujian barulah Iin mendapatkan SK dari Perkin bahwa ia diangkat sebagai seorang juri dog agility. Ia 'diwisuda' menjadi juri agility pada medio 2014 lalu.

Saat pertama kali menjadi juri yaitu sekitar 4 tahun lalu, Iin tak menampik bahwa dirinya merasakan kesulitan. Bahkan, ia mengaku grogi ketika awal-awal menjadi seorang juri.

"Sudah dari sekitar 4 tahun lalu, pertama kalinya rasanya ya takut dan grogi. Kalau agility kan peraturannya sudah jelas orang lihat sendiri, penonton lihat sendiri, jadi kalau ada rintangan kesalahannya apa-apa semua orang tahu. Kita harus benar-benar siap dan siaga saat jadi juri," jelas Iin.

Dibutuhkan kecerdasan tinggi dan kecepatan melewati rintangan untuk anjing ras agar dapat meraih gelar juara.(Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ada beberapa kriteria dalam penilaian dog agility. Yang pertama ialah kecepatan anjing untuk menyelesaikan rintangan dengan waktu standar maksimal yang telah ditentukan juri. Apabila handler dapat menyelesaikan di bawah waktu standar tersebut, berarti penilaiannya akan baik.

Yang kedua dilihat dari apakah anjing tersebut membuat kesalahan atau tidak saat menyelesaikan rintangan. Apabila membuat kesalah seperti melewati urutan rintangan, misalkan dari nomor 11 langsung ke nomor 13, anjing akan didiskualifikasi. Sementara itu, untuk rintangan zigzag jika melewati satu lubang maka harus mengulang dari lubang yang pertama.

Adapun beberapa jenis rintangan yang harus dilalui oleh anjing yang mengikuti kompetisi dog agility, seperti melompat sebuah papan, melewati terowongan, zigzag di tiang-tiang, melewati jembatan tinggi, melewati jungkat-jungkit, serta melompat di tengah-tengah ban. Itu semua dibuat berdasarkan standar dari Federation Cynologique Internasionale (FCI). (ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya Merasakan Keseruan Championship Dog Show Perkin Jaya 2018 di JSI Resort

#PERKIN Jaya Championship Dog Show #Profesi Unik #Berita Unik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Jika denda tetap diberlakukan, peminjam seharusnya membayar sekitar USD 12.055 atau sekitar Rp 200 juta.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
 Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Dunia
Keisengan Membangunkan Beruang Kutub Berujung Denda
Orang tersebut, yang tidak disebutkan namanya, akhirnya didenda 50.000 kroner (sekitar Rp 93,5 juta) atas insiden tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
 Keisengan Membangunkan Beruang Kutub Berujung Denda
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Fun
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Secara sepintas, tampilannya menyerupai tongkat atau kail berukuran besar dengan lengkungan alami yang hampir membentuk huruf 'U'.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Lifestyle
Pilot Air Canada Terbang Selama Bertahun-Tahun dengan Lisensi Palsu
Ia telah menerbangkan puluhan ribu penumpang selama hampir 17 tahun.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
 Pilot Air Canada Terbang Selama Bertahun-Tahun dengan Lisensi Palsu
Lifestyle
Jam Tangan Pengingat Kisah Cinta di Titanic Terjual Rp 39 M, Pemiliknya Memilih Mati Bersama di Atas Kapal
Kini, lebih dari satu abad setelah bencana maritim paling terkenal di dunia itu, jam saku emas yang dikenakan Isidor saat kejadian terjual di pelelangan dengan harga fantastis.
Dwi Astarini - Kamis, 27 November 2025
Jam Tangan Pengingat Kisah Cinta di Titanic Terjual Rp 39 M, Pemiliknya Memilih Mati Bersama di Atas Kapal
Dunia
Nyaris Dikremasi, Perempuan Thailand Bangkit dari Peti Mati
Ia mengetuk cukup lama sampai akhirnya peti mati dibuka.
Dwi Astarini - Selasa, 25 November 2025
 Nyaris Dikremasi, Perempuan Thailand Bangkit dari Peti Mati
Dunia
Bertahan Seabad, Pesan dalam Botol dari Prajurit Perang Dunia I Ditemukan di Pantai Australia
Surat-surat itu kini telah diserahkan kepada keturunan mereka, yang terkejut dan terharu dengan penemuan tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Oktober 2025
Bertahan Seabad, Pesan dalam Botol dari Prajurit Perang Dunia I Ditemukan di Pantai Australia
Kuliner
Karyawan Palsukan Tanggal Kedaluwarsa, Jaringan Ritel Jepang Hentikan Penjualan Onigiri
Pelanggaran ini dilaporkan terjadi di 23 toko di seluruh negeri, termasuk di kota-kota besar seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Agustus 2025
Karyawan Palsukan Tanggal Kedaluwarsa, Jaringan Ritel Jepang Hentikan Penjualan Onigiri
Bagikan