Visa Kedaluwarsa Sejak 8 Tahun, Perempuan Rusia Ajak 2 Anaknya Tinggal di Gua di India

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 16 Juli 2025
Visa Kedaluwarsa Sejak 8 Tahun, Perempuan Rusia Ajak 2 Anaknya Tinggal di Gua di India

Nina Katina bersama dua anaknya tinggal di gua.(foto: dok kepolisian uttara kannada)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEORANG perempuan asal Rusia berusia 40 tahun dan dua putrinya ditemukan tinggal di dalam sebuah gua di perbukitan Ramateertha, Kota Gokarna, Karnataka, India.

Perempuan tersebut diidentifikasi sebagai Nina Kutina alias Mohi. Ia diketahui telah hidup hampir sepenuhnya terisolasi selama hampir dua minggu. Menurut polisi, ia datang ke India dengan visa bisnis yang telah kedaluwarsa sejak 2017.

Bersama dua putrinya, Preya, 6, dan Ama, 4, Nina menempuh perjalanan dari Goa menuju Gokarna, sebuah kota spiritual di pesisir yang dikenal karena akar religius dan meditatifnya yang mendalam. Keluarga tersebut kemudian tinggal di dalam gua alami yang tersembunyi di antara hutan lebat dan medan terjal. Nina mengubah gua itu menjadi tempat spiritual, menempatkan patung Rudra dan mendedikasikan hari-harinya untuk ritual pemujaan dan meditasi.

Seperti dilansir Hindustan Times, petugas menemukan gua tempat Nina dan anak-anaknya tinggal saat menggelar patroli rutin pada Jumat (11/7). Patroli digelar setelah kejadian longsor di kawasan tersebut. Inspektur Polisi Sridhar dan timnya melihat pakaian tergantung di luar gua saat patroli di Bukit Ramatirtha. Setelah menembus semak-semak tebal, mereka menemukan Nina bersama dua anaknya di dalam gua.

“Tim patroli kami melihat sari dan pakaian lain dijemur di luar gua di Bukit Ramatirtha. Saat mendekat, mereka menemukan Nina bersama anak-anaknya,” kata Kepala Polisi Distrik Uttara Kannada M Narayana.

Nina mengatakan kepada polisi bahwa ia sedang melakukan meditasi dan ritual Hindu di dalam gua. “Cukup mengejutkan bagaimana dia dan anak-anaknya bisa bertahan hidup di hutan dan apa yang mereka makan. Untungnya, tidak terjadi sesuatu yang buruk kepada mereka,” tambah Narayana.

Menurut pejabat kepolisian India, Nina dan anak-anaknya tidur di atas lembaran plastik dan makan mi instan. Awalnya, Nina mengaku paspor dan visanya hilang di hutan, tapi polisi kemudian menemukan dokumen tersebut di dekat gua.

Baca juga:

Keluar RS, Penyintas Tunggal Kecelakaan Air India Antarkan sang Kakak ke Peristirahatan Terakhir



Tinggal Berpindah-Pindah




Penemuan Nina Kutina pada 9 Juli memunculkan pertanyaan yang lebih besar: di mana ia berada selama sembilan tahun terakhir sejak tiba di India? Pertanyaan ini mulai coba diurai polisi dan pejabat pemerintah melalui dokumen serta wawancara dengan dirinya.

Seperti dikabarkan The New York Post, Nina masuk ke India pada 2016 dengan visa bisnis berdurasi enam bulan. Ia melakukan perjalanan ke Goa, sebuah negara bagian yang terkenal akan pantainya yang indah dan banyak didatangi wisatawan asing yang mencari pengalaman meditasi, yoga, dan koneksi spiritual.

Ia tinggal melebihi masa berlaku visanya selama satu tahun, tapi diizinkan untuk meninggalkan India oleh pejabat pemerintah di Goa pada April 2018. Ia kemudian melakukan perjalanan ke Nepal, yang juga merupakan destinasi populer bagi pelancong spiritual, dengan menggunakan visa turis 90 hari. Nina meninggalkan negara tersebut pada September, sesuai dengan cap pada paspor lamanya yang ditemukan di antara barang-barangnya di gua.

Menurut pejabat intelijen India, Nina telah kembali ke India sejak awal 2020, masuk kembali dengan visa turis multi-entry. Berdasarkan catatan pemerintah, ia datang bersama dua anak laki-laki dan satu anak perempuan.

Anak laki-lakinya yang tertua diketahui meninggal dalam kecelakaan motor pada usia 21 tahun tahun lalu, sedangkan keberadaan anak laki-laki yang lebih muda, yang kini berusia 11 tahun, masih belum diketahui. Anak perempuannya yang berusia 6 tahun lahir di Ukraina, sedangkan yang lebih kecil lahir di India.

Selama tinggal di Goa, Nina bekerja sebagai pengajar bahasa dan sastra Rusia. “Ia telah melakukan perjalanan sekitar tiga jam dari Goa ke Gokarna beberapa kali di masa lalu," kata Narayana memberikan rincian mengenai perjalanannya.

“Dia sudah pernah tinggal di gua itu setidaknya empat kali,” ujar Narayana.



Ngaku Bahagia Tinggal di Gua




Dalam wawancara dengan kantor berita ANI, Nina membela keputusannya untuk hidup di alam bersama putrinya, menggambarkan kehidupan yang diisi dengan berenang di air terjun, melukis, dan membuat kerajinan tanah liat.

“Kami punya banyak pengalaman hidup di alam, di hutan. Kami tidak mati. Saya tidak membawa anak-anak saya ke hutan untuk mati. Mereka tidak merasa menderita. Mereka sangat bahagia,” ujar Nina kepada ANI dalam bahasa Inggris, sambil duduk bersama anak-anaknya di dalam mobil.

Pejabat kini mengambil langkah untuk memulangkan Nina dan anak-anaknya ke Rusia meskipun anak-anaknya tidak memiliki paspor. Mereka telah dipindahkan ke fasilitas detensi khusus untuk warga asing ilegal di India.(dwi)

Baca juga:

Investigasi Awal Kecelakaan di Ahmedabad Menimbulkan Pertanyaan Kelalaian Pilot, CEO Air India Minta tak Buru-Buru Ambil Kesimpulan

#India #Berita Unik #Rusia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekret yang menambah 15.500 personel ke dalam struktur resmi Angkatan Bersenjata Rusia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 29 September 2026
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Dunia
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Pemanasan global menyebabkan bagian depan gletser, yang dikenal sebagai gletser outlet, mengalami penyusutan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Indonesia
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
AI menjadi bagian dari agenda transformasi digital yang dibahas dalam pertemuan, termasuk pemanfaatannya untuk pendidikan dan penguatan literasi digital masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
Dunia
Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Jika denda tetap diberlakukan, peminjam seharusnya membayar sekitar USD 12.055 atau sekitar Rp 200 juta.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
 Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Dunia
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Para pemimpin BRICS juga menyatakan “komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan keutuhan wilayah Suriah”.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Indonesia
Kedatangan Presiden Prabowo di KTT ke-18 BRICS Diharapkan Bukan Sekedar Hadiri Dialog
Pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo menjadi bentuk perhatian dan apresiasi bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Kedatangan Presiden Prabowo di KTT ke-18 BRICS Diharapkan Bukan Sekedar Hadiri Dialog
Indonesia
Perdana Menteri India Narendra Modi Sambut Presiden Prabowo Saat Tiba di KTT ke-18 BRICS
KTT ke-18 BRICS berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, pada 12-13 September 2026, di bawah keketuaan India.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Perdana Menteri India Narendra Modi Sambut Presiden Prabowo Saat Tiba di KTT ke-18 BRICS
Dunia
Isu Yang Dibawa Presiden Prabowo di KTT BRICS
Keikutsertaan Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Jakarta dalam kerja sama multilateral, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan negara-negara berkembang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
 Isu Yang Dibawa Presiden Prabowo di KTT BRICS
Dunia
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Pesawat Zelenskyy nyaris terkena drone saat lepas landas dari Moldova dalam perjalanan menuju Oslo untuk menghadiri pemakaman Raja Harald V.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Bagikan