Kesehatan

Mengenal Pruritus dan Kulit Kering, Kondisi yang Turunkan Kualitas Hidup Lansia

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 03 November 2022
Mengenal Pruritus dan Kulit Kering, Kondisi yang Turunkan Kualitas Hidup Lansia

Kondisi kulit kering dan gatal terjadi lebih banyak pada lansia. (foto: Pexels_Cottonbro)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KULIT kering dan terasa gatal merupakan suatu kondisi menyebalkan yang banyak dialami banyak orang. Di usia muda saja, hal itu sudah terasa sangat mengganggu. Apalagi jika dialami mereka yang sudah lansia. Karena faktor umur, kulit yang rusak tak bisa sembarang digaruk atau diobati. Sayangnya, kondisi xerosis (kulit kering) dan pruritus (gatal-gatal) lebih banyak dialami para lansia.


Hal itu disampaikan dr Amelia Setiawati Soebyanto, SpDV dan dr. Yustin Sumito, SpKK dalam sesi webinar bersama Pramudia. Dalam webinar bertajuk Jangan Sampai Pruritus dan Kulit Kering Menurunkan Kualitas Hidup Usia Lanjut dijelaskan bahwa sekitar 56 persen pasien penderita kulit kering berusia lebih dari 65 tahun. Saat usia bertambah, tingkat keparahan kulit kering semakin meningkat pula.

BACA JUGA:

Rahasia Tetap Aktif dan Ceria Meski Sudah Lansia




“Apa itu kulit kering? Kita bilang kulit kering kalau kondisi terluar kulit itu kelembapannya kurang. Kulit itu ada beberapa lapisan. Nah, lapisan terluar itu, kalau dia kasar, bersisik, pecah-pecah itulah kulit kering,” ungkap dr Amelia, Kamis (3/11).

kulit tangan
Kondisi kulit kering yang parah dapat menyebabkan rasa gatal dan membuat lansia sulit tidur. (foto: Pexels_Matthias Zomer)




Kulit yang kering biasanya akan mengarah pada rasa gatal. Meski sekilas kelihatan biasa saja, dalam beberapa kondisi, banyak lansia yang kesulitan tidur dan beraktivitas karena kulit yang kering dan gatal. Tingkat keparahan bisa diukur dokter spesialis kulit melalui sejumlah tes.

Ada sejumlah faktor yang membuat risiko kulit kering ini meningkat bagi lansia, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti genetik, penyakit kronis, penyakit kulit, infeksi, kebiasan minum alkohol, konsumsi obat-obatan, dan gangguan OCD. Amelia menegaskan, seseorang yang penyakit kulitnya diturunkan biasanya memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi. Sifat gila akan kebersihan juga akan memperparah kondisi kulit karena gesekan dan penggunaan sabun berlebih.

Selain itu, ada pula faktor eksternal contohnya polusi udara, cuaca yang panas, kondisi ruangan AC yang kering, serta kebiasaan mandi yang salah. Selain itu, konsumsi makanan dan minuman juga penting agar kulit lansia senantiasa lembap. Pastikan agar lansia mendapat asupan air minum yang sesuai setiap harinya. Begitu pula dengan makanan yang gizinya harus seimbang.

BACA JUGA:

Studi: MSG Bisa Bantu Pemenuhan Gizi Lansia



“Asupan dari lansia itu tetap harus lengkap ya. Jadi, protein karbohidrat lemaknya harus lengkap. Di samping itu, mineral-mineralnya juga harus seimbang. Vitamin juga harus masuk karena akan memengaruhi kondisi kesehatan kulit, karena kalau terganggu akan langsung merembet ke mana-mana,” ungkap Yustin kepada Merahputih.com.


Salah satu cara terbaik untuk mencegah sensasi kulit kering dan pruritus ialah dengan memakai pelembap atau moisturizer. Seseorang harus memilih pelembap yang cocok berdasarkan kekurangan pada kulitnya. Hal itu penting mengingat salah satu penyebab kulit kering dan pruritus ialah kurangnya zat air dan/atau lipid pada kulit.

kulit
Gejala xerosis ialah kulit yang bersisik, kasar, dan pecah-pecah. (foto: Pexels_Cottonbro)




Beberapa gejala awal kulit kering dan pruritus yakni munculnya garis-garis halus seperti retak, kerutan, sensasi bersisik, terasa kasar, dan gatal-gatal pada kulit. Dalam beberapa kondisi, hal itu bisa diperparah akibat kondisi diabetes. Nah, Amelia menyarankan setiap orang, terutama lansia, untuk mulai mengecek ke dokter spesialis agar bisa mendapat penanganan lebih awal.(mcl)

BACA JUGA:

Meski Aktivitas Fisik Terbatas, Lansia Harus Tetap Jaga Asupan Cairan dan Gizi

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Bagikan