KULIT kering dan terasa gatal merupakan suatu kondisi menyebalkan yang banyak dialami banyak orang. Di usia muda saja, hal itu sudah terasa sangat mengganggu. Apalagi jika dialami mereka yang sudah lansia. Karena faktor umur, kulit yang rusak tak bisa sembarang digaruk atau diobati. Sayangnya, kondisi xerosis (kulit kering) dan pruritus (gatal-gatal) lebih banyak dialami para lansia.
Hal itu disampaikan dr Amelia Setiawati Soebyanto, SpDV dan dr. Yustin Sumito, SpKK dalam sesi webinar bersama Pramudia. Dalam webinar bertajuk Jangan Sampai Pruritus dan Kulit Kering Menurunkan Kualitas Hidup Usia Lanjut dijelaskan bahwa sekitar 56 persen pasien penderita kulit kering berusia lebih dari 65 tahun. Saat usia bertambah, tingkat keparahan kulit kering semakin meningkat pula.
BACA JUGA:
“Apa itu kulit kering? Kita bilang kulit kering kalau kondisi terluar kulit itu kelembapannya kurang. Kulit itu ada beberapa lapisan. Nah, lapisan terluar itu, kalau dia kasar, bersisik, pecah-pecah itulah kulit kering,” ungkap dr Amelia, Kamis (3/11).
Kulit yang kering biasanya akan mengarah pada rasa gatal. Meski sekilas kelihatan biasa saja, dalam beberapa kondisi, banyak lansia yang kesulitan tidur dan beraktivitas karena kulit yang kering dan gatal. Tingkat keparahan bisa diukur dokter spesialis kulit melalui sejumlah tes.
Ada sejumlah faktor yang membuat risiko kulit kering ini meningkat bagi lansia, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti genetik, penyakit kronis, penyakit kulit, infeksi, kebiasan minum alkohol, konsumsi obat-obatan, dan gangguan OCD. Amelia menegaskan, seseorang yang penyakit kulitnya diturunkan biasanya memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi. Sifat gila akan kebersihan juga akan memperparah kondisi kulit karena gesekan dan penggunaan sabun berlebih.
Selain itu, ada pula faktor eksternal contohnya polusi udara, cuaca yang panas, kondisi ruangan AC yang kering, serta kebiasaan mandi yang salah. Selain itu, konsumsi makanan dan minuman juga penting agar kulit lansia senantiasa lembap. Pastikan agar lansia mendapat asupan air minum yang sesuai setiap harinya. Begitu pula dengan makanan yang gizinya harus seimbang.
BACA JUGA:
“Asupan dari lansia itu tetap harus lengkap ya. Jadi, protein karbohidrat lemaknya harus lengkap. Di samping itu, mineral-mineralnya juga harus seimbang. Vitamin juga harus masuk karena akan memengaruhi kondisi kesehatan kulit, karena kalau terganggu akan langsung merembet ke mana-mana,” ungkap Yustin kepada Merahputih.com.
Salah satu cara terbaik untuk mencegah sensasi kulit kering dan pruritus ialah dengan memakai pelembap atau moisturizer. Seseorang harus memilih pelembap yang cocok berdasarkan kekurangan pada kulitnya. Hal itu penting mengingat salah satu penyebab kulit kering dan pruritus ialah kurangnya zat air dan/atau lipid pada kulit.
Beberapa gejala awal kulit kering dan pruritus yakni munculnya garis-garis halus seperti retak, kerutan, sensasi bersisik, terasa kasar, dan gatal-gatal pada kulit. Dalam beberapa kondisi, hal itu bisa diperparah akibat kondisi diabetes. Nah, Amelia menyarankan setiap orang, terutama lansia, untuk mulai mengecek ke dokter spesialis agar bisa mendapat penanganan lebih awal.(mcl)
BACA JUGA:
Meski Aktivitas Fisik Terbatas, Lansia Harus Tetap Jaga Asupan Cairan dan Gizi