Mengenal ‘Intermittent Fasting’, Pola Puasa untuk Diet
Cocok untuk kamu yang mau diet tapi tidak mau ribet. (Foto: Unsplash/Louis Hansel @shotssoflouis)
BUAT kamu yang mau diet, mungkin bingung metode diet seperti apa yang cocok dilakukan. Tidak seperti diet lainnya yang menghilangkan makanan tertentu seperti lemak atau karbohidrat, puasa berselang atau intermittent fasting justru memiliki waktu makan yang tepat dan pola berpuasa di waktu tertentu.
Mengutip laman Indian Express, intermittent fasting ini tidak membatasi apa yang boleh dimakan dan tidak. Biji-bijian, sayuran, protein, dan buah-buahan diperbolehkan selama 'jendela makan' dibuka.
Prinsip dasar dari puasa berselang ini adalah memberi tubuh waktu untuk mencerna makan, dan dalam prosesnya, membakar lemak tubuh berlebih serta detoksifikasi.
Diet ini dianggap lebih selaras dengan ritme sirkadian tubuh dan lebih bermanfaat. Mereka yang menjalankan puasa ini juga yakin bahwa pola makan tersebut bisa meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan risiko kanker.
Baca juga:
Menurut New England Journal of Medicine, puasa berselang yang tidak makan selama berjam-jam secara berkala setiap minggu, dapat memberikan perubahan bagi mereka yang mengalami obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.
“Intervensi intermittent fasting memperbaiki obesitas, resistensi insulin, hipertensi, dan peradangan. Intermittent fasting tampaknya memberikan manfaat kesehatan lebih besar daripada hanya dengan pengurangan asupan kalori,” ujar peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins.
Ada tiga cara dalam mengikuti puasa berselang, yakni puasa pada hari-hari tertentu, puasa 5:2, dan puasa 16:8. Apa maksudnya?
Pola 5:2 dikenal dengan seseorang makan sekitar 500 kalori selama dua hari dalam seminggu. Sementara pada lima hari lainnya, mereka tidak memiliki pembatasan makanan apa pun.
Sedangkan untuk puasa 16:8 seseorang membiarkan tubunya berpuasa selama 16 jam untnuk menghilangkan racun, membersihkan sistem, dan hanya makan selama delapan jam sehari.
Baca juga:
Sebagai contoh, kamu bisa makan makanan terakhir sebelum jam 20.00 WIB dan makan selanjutnya di siang hari pada keesokannya. Pola makan seperti ini sangat cocok bagi mereka yang terbiasa tidak sarapan.
Selama fase puasa, kamu hanya diperbolehkan minum air putih tanpa kopi, teh, teh hijau, dan cuka sari apel. Saat buka puasa, pertama-tama minumlah air dengan lemon dan dilanjutkan dengan buah utuh.
Untuk melakukan puasa berselang ini, ada baiknya kamu berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter, terlebih jika memiliki masalah kesehatan kronis. (and)
Baca juga:
Mengenal Peran Diet dan Olahraga dalam Menurunkan Berat Badan
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya