Mengenal Histrionic Personality Disorder, Keinginan untuk Menjadi Pusat Perhatian

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Sabtu, 24 Desember 2022
Mengenal Histrionic Personality Disorder, Keinginan untuk Menjadi Pusat Perhatian

Beberapa studi menunjukkan bahwa gangguan ini cenderung diturunkan dari keluarga atau faktor genetik. (Unsplash/Helena Lopes)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APAKAH kamu memiliki teman yang kesannya selalu ingin menjadi pusat perhatian? Bisa jadi mereka mengalami histrionic personality disorder (HPD). Meski awalnya tidak mengganggu, kondisi ini bisa membuat penderitanya sulit menjaga hubungan dekat dengan orang lain.

Mengutip laman Alodokter, histrionic personality disorder merupakan gangguan kepribadian yang membuat penderitanya memiliki keinginan untuk menjadi pusat perhatian. Orang dengan gangguan ini juga cenderung memiliki emosi yang tidak stabil dan perilaku yang manipulatif.

Umumnya, histrionic personality disorder lebih sering terjadi pada perempuan. Ciri histrionic personality disorder umumnya terlilhat lebih jelas pada masa remaja atau dewasa muda. Selain memiliki keinginan berlebih untuk diperhatikan, orang dengan histrionic personality disorder juga menunjukkan gejala lain seperti merasa kurang dihargai atau tertekan saat tidak menjadi pusat perhatian.

Baca Juga:

Mengenal Hair-Pulling Disorder, Gangguan Psikologis saat Alami Stres

Mengenal Histrionic Personality Disorder, Keinginan untuk Menjadi Pusat Perhatian
Mereka juga cenderung menggunakan penampilan fisiknya untuk menarik perhatian. (Unsplash/Fernando Brasil)


Mereka juga cenderung menggunakan penampilan fisiknya untuk menarik perhatian, misalnya berpakaian berwarna cerah atau terbuka. Emosi mereka juga cepat berubah, berbicara secara dramatis, gegabah, terlalu peka terhadap kritik, hingga selalu mencari afirmasi.

Mereka juga lebih mudah bosan dan frustrasi dengan rutinitasnya. Bahkan, beberapa orang dengan gangguan ini sering kali mengancam melakukan bunuh diri untuk mendapat perhatian orang lain.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti apa penyebab histrionic personality disorder. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa gangguan ini cenderung diturunkan dari keluarga atau faktor genetik. Selain itu, pola asuh dari orang tua yang terlalu memanjakan anaknya ketika masa kanak-kanak juga dapat menjadi salah satu faktor pendukung yang menyebabkan anak mengalami histrionic personality disorder di kemudian hari.

Baca juga:

Apa Itu Dependent Personality Disorder? Berpengaruhkah pada Hubungan?

Mengenal Histrionic Personality Disorder, Keinginan untuk Menjadi Pusat Perhatian
Orang dengan histrionic personality disorder juga menunjukkan gejala lain seperti merasa kurang dihargai. (Pexels/Andrea Piacquadio)


Orang dengan histrionic personality disorder umumnya tidak menyadari bahwa mereka mengalami gangguan kepribadian. Padahal, kondisi inin dapat mengganggu kehidupan pribadinya karena tidak dapat mempertahankan hubungan dekat dengan orang lain.

Untuk mengatasi histrionic personality disorder, penanganan utama yang dapat dilakukan adalah psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif. Terapi ini dapat membantu orang dengan gangguan kepribadian memahami bagaimana pikiran adn emosi bisa memengaruhi tindakannya, begitu pula sebaliknya.

Selain itu, terapi mindfulness, seperti yoga, tai chi, maupun meditasi, juga dapat membantu mereka untuk mengendalikan emosi dan menenangkan pikirannya. (and)

Baca juga:

Amber Heard Didiagnosis Histrionic Personality Disorder, Apakah Itu?

#Lipsus Desember Kesehatan Mental #Kesehatan #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Bagikan