Bisnis

Mengenal Gambaran Umum Tentang Modal Usaha Makro lewat IDBYTE-X: VC Series

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2020
Mengenal Gambaran Umum Tentang Modal Usaha Makro lewat IDBYTE-X: VC Series

Bisnis dan investasi harus tepat sasaran (Sumber: Entrepreneur Handbook)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI COVID-19 yang merebak di seluruh dunia telah berdampak pada perlambatan aktivitas ekonomi, tak terkecuali investasi di Indonesia.

Merespons hal tersebut, Startupindonesia.co yang dinaungi Bubu.com menggelar webinar IDBYTE-X: VC Series, yang menghadirkan ventura capital (pemodal usaha) terbaik dari seluruh dunia.

Baca juga:

Seberapa Penting Menggunakan Jasa Endorsement untuk Memajukan Bisnis?

Keenam ventura capital itu melakukan pembahasan yang mendalam mengenai lanskap digital, investasi, dan teknologi di Indonesia.

Para venture capital yang hadir di StartupIndonesia.co seperti Sequoia Capital (investor dari Apple, Google, Tokopedia, dan Gojek), GGV Capital (investor dari Tiktok, Xiaomi, dan Alibaba), M12 – Microsoft Venture Fund, serta BRI Ventures, dan GDP Venture.

Startupindonesia.co optimis bahwa meskipun ditengah situasi pandemi, investasi modal ventura dapat terus meningkat, sehingga membuka jalan baru bagi pertumbuhan startup Indonesia untuk turut membantu mengatasi dampak buruk pandemi melalui ide-ide dan terobosan yang kreatif.

Mengenal Gambaran Umum Tentang Modal Usaha Makro di Indonesia
Foto Pengisi acara IDBYTE-X 2020 oleh startupindonesia.co (FOTO: ISTIMEWA)

Sesuai dengan tema yang diangkat, pada tahun ini IDBYTE-X: Webinar VC Series membahas lebih dalam mengenai lanskap modal ventura di Indonesia.

Selain itu, beberapa topik yang dibahas mencakup pemahaman mengenai masa depan industri teknologi global, modal ventura sebagai pembangun perusahaan (venture builder), bagaimana cara menarik investor, serta fundraising.

Shinta Dhanuwardoyo, CEO Bubu.com, menyatakan pandangannya terhadap investor startup di Indonesia, “Masyarakat Indonesia belum terlalu banyak mengetahui seluk-beluk investasi. Padahal negara Indonesia menempati urutan nomor lima dengan jumlah startup terbanyak yakni 2.193 buah pada 2019, setelah AS, India, Inggris, dan Kanada."

Menurutnya sebagian besar perusahaan startup di Indonesia masih dihadapkan dengan masalah yang sama yakni tidak memiliki akses terhadap modal yang diperlukan untuk tumbuh.

Baca juga:

Surviving Lebih Penting Ketimbang Branding

"Melalui IDBYTE-X 2020 kami ingin membuka akses agar masyarakat dapat melihat sudut pandang dari seorang investor. Masa pandemi COVID-19 justru mendukung perkembangan dan adopsi digital di Indonesia. Sehingga sangat menguntungkan bagi para startup teknologi agar bisa bertumbuh cepat," ujar Shinta.

Lebih lanjut Shinta menyarankan dalam melakukan investasi yang efektif di masa pandemi, investor harus jeli dan berhati-hati dalam menanamkan modal kepada perusahaan startup.

“Beberapa faktor penting sebelum melakukan investasi adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan startup seperti, target pasar yang jelas, skalabilitas yang tepat guna, memiliki rasio pengembalian investasi yang baik, dan yang paling penting adalah para kualitas tim dari para founder startup tersebut," urainya.

Mengenal Gambaran Umum Tentang Modal Usaha Makro di Indonesia
Foto Pengisi acara IDBYTE-X 2020 oleh startupindonesia.co (FOTO: ISTIMEWA)

Para pelaku usaha pun harus bisa lebih kreatif memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi-solusi inovatif dalam mengatasi berbagai macam masalah yang timbul akibat pandemi COVID-19 ini.

“Dalam situasi pandemi seperti saat ini, perusahaan startup harus beradaptasi seiring dengan berubahnya perilaku masyarakat," tutur Erwin Arifin, Head of Startupindonesia.co.

Erwin menguraikan sektor seperti tranportasi akan mengalami kesulitan di masa pandemi. Disisi lain sektor-sektor seperti pengiriman barang, makanan, e-commerce, dompet digital justru mengalami peningkatan seiring dengan semakin terbatasnya mobilitas masyarakat.

"Yang terpenting adalah startup dapat memiliki sense of business bahwa sektor startup itu menarik perhatian investor melalui ide-ide kreatif dan inovasi digital," katanya.

Di tahun 2020 iklim investasi di Indonesia masih mencatat angka yang kuat. Sepanjang kuartal kedua 2020 (Q2 2020 di bulan April-Juni) tahun ini, tercatat ada 32 transaksi pendanaan startup yang diumumkan atau dikonfirmasi ke publik. Perolehan ini lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu, yakni 24 transaksi.

Sementara itu Indonesia menempati peringkat ke-54, turun 13 peringkat dibanding tahun sebelumnya. Di Asia Tenggara, posisi ini hanya unggul dari Vietnam. Singapura berada di posisi teratas, yaitu peringkat ke-16. Laporan ini menyoroti kontribusi sejumlah kota terhadap perkembangan ekosistem.

Secara berurutan Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Semarang menjadi kota-kota yang paling signifikan mendorong pertumbuhan ekosistem startup. (avia)

Baca juga:

Sebelum Menggunakan Jasa Promo Influencer, Ketahui Dulu Hal Penting Ini

#Bisnis #Startup #Pengusaha
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Dunia
Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Penunjukan Ternus menjadi sinyal bahwa Apple mencari diferensiasi dalam produknya.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
 Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Dunia
Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Apple menunjuk John Ternus sebagai chief executive officer (CEO) baru untuk menggantikan Tim Cook yang mengundurkan diri setelah 15 tahun memimpin raksasa teknologi tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
  Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Indonesia
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Perubahan direksi ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Indonesia
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Pemerintah DKI Jakarta akan membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk berkembang.
Dwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Olahraga
Jelang Tinggalkan Manchester United, Marcus Rashford Tarik Rp 193 Miliar dari Bisnisnya
Marcus Rashford menarik Rp 193 miliar dari bisnisnya, menjelang ia meninggalkan Manchester United.
Soffi Amira - Jumat, 20 Februari 2026
Jelang Tinggalkan Manchester United, Marcus Rashford Tarik Rp 193 Miliar dari Bisnisnya
Indonesia
Prabowo Bertemu 5 Pengusaha Besar Indonesia, Ini Keterangan Istana
pertemuan ini menjadi wadah diskusi untuk menyelaraskan peran pemerintah dan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan memaksimalkan potensi ekonomi nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 11 Februari 2026
Prabowo Bertemu 5 Pengusaha Besar Indonesia, Ini Keterangan Istana
Indonesia
Bertemu 4,5 Jam di Hambalang, Prabowo dan 5 Pengusaha Bahas Agenda Strategis Nasional
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengundang lima pengusaha ke Hambalang. Pertemuan itu berlangsung selama 4,5 jam.
Soffi Amira - Rabu, 11 Februari 2026
Bertemu 4,5 Jam di Hambalang, Prabowo dan 5 Pengusaha Bahas Agenda Strategis Nasional
Indonesia
Presiden Minta Pengusaha Kolaborasi Ciptakan Lapangan Kerja
Presiden RI Prabowo Subianto ingin memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk menciptakan peluang lapangan kerja bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026
Presiden Minta Pengusaha Kolaborasi Ciptakan Lapangan Kerja
Indonesia
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Transformasi BLK ditujukan agar manfaat pelatihan lebih terasa bagi publik dimana keterampilan yang dipelajari lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Fun
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Promosi offline tetap relevan di era digital. Kenali jenis media promosi offline, manfaat, dan strategi efektif untuk bisnis dan event.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Bagikan