Mengenal Body Positivity untuk Mencintai Diri Sendiri
Kenali Body Positivity agar kamu bisa lebih percaya diri. (Foto: Pexels/leeloo thefirst)
TIDAK ada yang salah dengan tubuh kamu. Mulailah menerapkan pola pikir Body positivity pada diri kamu. Body positivity merupakan sikap menanamkan pola pikir positif bahwa setiap orang, termasuk dirimu sendiri, perlu memiliki pandangan yang baik terhadap tubuhnya. Sifat ini bisa membantu untuk lebih menerima dan menyayangi dirimu sendiri apa adanya.
Seperti dilansir oleh Alodokter, body positivity bukanlah hal yang baru. Pada tahun 60-an, body positivity menjadi bentuk perlawanan terhadap diskriminasi kepada orang-orang yang memiliki tubuh gemuk. Kemudian, tren ini kembali terkenal pada tahun 1996 untuk mengedukasi masyarakat agar bisa nyaman dengan tubuhnya dan tidak memaksakan diri melakukan diet esktrem.
Baca Juga:
Sikap ini terus mengalami perkembangan sejak tahun 2012 dan kerap tersirat di sosial media. Kini, makna dari body positivity tidak hanya berfokus untuk menentang stereotip standar kecantikan saja, tetapi juga diperluas menjadi menanamkan pola pikir bahwa seluruh tubuh dan indah dengan segala keunikannya.
Manfaat utama body positivity adalah mendobrak standar kecantikan yang tidak realistis serta mengajak semua orang untuk bisa menerima dan mencintai diri sendiri, terlepas dari apapun warna kulit dan rambutnya serta ukuran dan bentuk tubuhnya. Memilik tubuh langsing, postur tinggi, hingga berkulit putih bukan menjadi kewajiban bagi perempuan.
Body positivity memang mengajak kita semua untuk menerima dan mencintai diri sendiri. Namun, hal ini sering disalah artikan sebagai alasan untuk tidak merawat diri dan berhenti peduli pada tubuh. Hal tersebut tidak tepat, body positivity mengajakmu untuk percaya diri dengan bagaimanapun kondisi fisikmu. Terlepas dari standar penampilan dan fisik yang saat ini masih melekat di masyarakat.
Baca Juga:
Langkah-langkah Tepat dalam Menghadapi Perlakuan Body Shaming
Lalu bagaimana cara menerapkan body positivity? Pertama, mengubah pola pikir diri sendiri. Jika kamu sering merasa kurang percaya diri soal kulit, penampilan atau apapun itu, cobalah untuk ubah pola pikirmu menjadi lebih positif. Ingatlah bahwa kecantikan adalah hal yang subjektif, mungkin bagimu warna kulit atau bentuk tubuh kurang menarik, tetapi belum tentu sama dengan yang orang lain pandang.
Kedua, pahami bahwa kecantikan tidak dari fisik. Makna kecantikan tidak hanya terlihat dari keindahan fisik saja. Perlu kamu ketahui bahwa kecantikan juga dapat timbul dari dalam diri, seperti kecerdasan, kesopanan, keanggunan selera humor, dan jati diri.
Ketiga, lakukan perawatan diri yang berfokus pada kesehatan. Utamakan untuk merawat diri bukan untuk sempurna di mata orang lain, tetapi agar kesehatanmu terjaga dan bisa merasa nyaman dengan tubuhmu sendiri.
Keempat, jauhkan diri dari hal yang membuatmu tidak nyaman. Kamu mungkin tidak bisa mengendalikan apa yang orang lain ucapkan kepadamu. Namun, ingatlah bahwa kamu punya hak untuk menjalani hidup sesuai keinginan. Jika ada sesuatu tindakan atau cemooh yang membuatmu terasa tidak nyaman, jauhilah hal-hal tersebut. (zvw)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya