Menebak Kans BTP alias Ahok Jadi Menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menghadiri pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta (MP//Asropih)
MerahPutih.Com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) rencananya hari ini akan mengumumkan sekaligus melantik Kabinet Kerja Jilid II atau Kabinet Jokowi-Ma'ruf. Sudah puluhan calon menteri bertemu dan mendapat tugas dari Presiden sejak Senin hingga Selasa kemarin.
Dari nama-nama yang menyambangi Istana, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dianggap menjadi salah satu kejutan, karena rival Jokowi di Pilpres 2019 itu di luar prediksi mau menerima tawaran menjadi menteri.
Baca Juga:
Kembali Jadi Menhub, Budi Karya Dapat Tugas Khusus dari Jokowi
Pengamat politik Wempy Hadir menilai, kejutan yang dinanti publik dari Presiden Jokowi adalah memanggil mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) ke Istana.
"Saya kira publik sekarang menunggu kejutan BTP itu bisa dipanggil. Banyak yang menunggu kejutan dari Jokowi untuk memanggil Ahok. Terlepas dia diberi peran apa tetapi atmosfer publik hari ini sedang menunggu itu," kata Wempy kepada wartawan Selasa (22/10).
Menurutnya, alasan publik menanti kehadiran Ahok di Istana, karena sosok kader PDIP itu dianggap layak menjadi menteri Jokowi lantaran kinerjanya sudah teruji, memiliki integritas dan rekam jejak yang baik.
Baca Juga:
Dipilih Jadi Menkes, Dokter Terawan Diminta Presiden Jokowi Cegah Stunting
"Jadi publik berharap Jokowi bisa mempertimbangkan dia (jadi menteri), apakah hari ini atau besok diundang.
Karena orang ini dia punya integritas, dia punya rekam jejak yang baik dan bangsa ini butuh orang seperti itu," ungkap Direktur Indo Polling Network ini.
"Karena publik butuh perubahan, dan perubahan yang dilakukan oleh Ahok selama ini (di DKI), itu yang diharapkan masyarakat hari ini. Jadi memang publik sedang menunggu kejutan itu dari Jokowi," pungkas Wempy.(Knu)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Gubernur DKI Jakarta Pramono Tanggapi Pernyataan Ahok Monas akan Kebanjiran jika Tanggul Laut Mutiara Jebol
Pemerintah Harus Bayar Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun, Pengamat Sebut Bisa Jadi Bom Waktu
Prabowo Ikut Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Pengamat: Bandar Mulai Ketar-ketir
Akun Medsos yang Hina Bahlil Dilaporkan ke Polisi, Direktur P3S: Sangat Tidak Etis
Pengamat Beri Nilai 6 untuk Setahun Kinerja Prabowo-Gibran, Sebut Tata Kelola Pemerintahan Semrawut
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser