Mending Mikir Lebaran, Aksi 'People Power' 22 Mei Diramal Sepi

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 21 Mei 2019
Mending Mikir Lebaran, Aksi 'People Power' 22 Mei Diramal Sepi

Pengamat Politik Karyono Wibowo (Screenshot youtube.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pengamat politik Karyono Wibowo menilai, bulan Ramadan mampu menekan agresivitas seseorang untuk melakukan aksi-aksi yang sebagian besar menolak hasil pemilu. Terutama soal isu rencana people power di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Karyono mengatakan, konsentrasi terutama umat Islam akan terfokus pada lebaran, persiapan mudik dan pelaksanaan ibadah Idul Fitri.

"Apakah ini merupakan desain politik ya enggak, ini natural. Orang akan lebih memilih memikirkan lebaran dan mudik daripada aksi. Kalau disuruh apakah ikut aksi atau mudik lebaran, kalau orang punya rencana mudik ya lebih memilih ikut lebaran," kata Karyono kepada Merahputih.com di Jakarta, Selasa (21/5).

BACA JUGA: Dua Bus Massa 'People Power' 22 Mei Gagal Masuk Jakarta

Direktur Indonesia Public Institute ini memang pernah memprediksi di awal, aksi people power tak mendapat dukungan masyarakat luas. Ketika Amien Rais wacanakan people power, Karyono sudah memperkirakan kalau tak akan disambut masyarakat karena banyak pihak banyak tak setuju.

"Karena tak ada relevansi melakukan people power sekarang ini. Beda dengan 98 dimana kondisi situasinya berbeda. Karena prasyarat tak dipenuhi dimana tak ada pemimpin yang menindas rakyat, otoriter, kesenjangan kemiskinan yang lebar, lalu praktik KKN yang akut," imbuh Karyono.

Pengamat Politik Karyono Wibowo menjelaskan sebutan people power untuk protes hasil pemilu tidak tepat (Foto: antaranews.com)

"Lalu, adanya pembungkaman demokrasi dan pendapat. Karena alasannya publik sudah cerdas dan alasan people power hanya karena hasil pemilu. Yang nyambut orang-orang itu aja, FPI dan HTI," tambah dia.

Karyono tak setuju jika Pemilu sengaja diadakan di bulan ramadan hanya untuk meredam aksi massa.

"Kalau diumumkan setelah lebaran justru aneh. Tak ada maksud dengan dinamika politik yang berkembang sekarang. Dan tak ada maksud untuk meredam, karena siapa yang tau hasil pemilu. Kan itu sudah ditetapkan jauh - jauh pemilu sebelum pemilu," terang Karyono.

BACA JUGA: Pengamat: Prabowo-Sandi 'Gak Pede' Gugat ke MK

"Siapa tau yang kalau pemilu malah menimbulkan polarisas dan masalah. Kalau itu, berarti kan penyelenggara pemilu tau bakal masalah. Tak ada hubungannya menentukan hari pemilu dengan lebaran," tandasnya. (Knu)

#Pengamat Politik #Amien Rais #Komisi Pemilihan Umum
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rumor Dasco Jadi Wapres Mencuat, Pengamat Sebut Ada Upaya Adu Domba Politik
Sufmi Dasco Ahmad diisukan menjadi Wapres RI. Pengamat hukum, Tamil Selvan, mengatakan ada adu domba politik dalam kabar ini.
Soffi Amira - Jumat, 06 November 2026
Rumor Dasco Jadi Wapres Mencuat, Pengamat Sebut Ada Upaya Adu Domba Politik
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka bisa memengaruhi elektabilitas di Pilpres 2029. Pengamat pun mengungkap dampaknya.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Pengamat Politik, Fernando Emas, mencurigai ada oknum lain di Kejagung dalam kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Indonesia
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta semua nama yang terlibat dalam kasus Febrie Adriansyah dibongkar.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Indonesia
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Perang AS-Israel vs Iran kini makin memanas. Pengamat pun meminta Indonesia agar tetap netral dan mendorong perdamaian.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Bagikan