MerahPutih.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian meminta kepada kepala daerah untuk terus mengeluarkan inovasi dan kreativitas di tengah pandemi COVID-19 untuk meningkatkan roda ekonomi bangsa sekaligus mempertahankan kesehatan masyarakat.
"Dalam bahasa Bapak Presiden, Pak Jokowi itu istilahnya dengan gas dan rem, gas itu maksudnya adalah menekan ekonomi, tapi sebaliknya juga hati-hati dengan rem. Ketika ekonomi dipulihkan, digas, harus tetap pada protokol-protokol untuk pencegahan COVID-19 agar terjadi rem tingkat kesehatan tidak memburuk," kata Menteri Tito.
Baca Juga:
Mendagri Wanti-wanti Anak Buahnya Terapkan Protokol Kesehatan di Kantor
Tak hanya Indonesia, wabah corona ini telah memberikan dampak krisis secara global baik di bidang ekonomi maupun kesehatan. Sehingga, tidak mudah untuk menanganinya kalau tidak ada gotong royong dan kegigihan dari kepala daerah untuk menyelamatkan daerahnya.
"Tidak gampang, ini betul-betul leadership tiap-tiap kepala daerah di uji di masa krisis seperti ini, kapan harus menggagas ekonominya keuangannya, kapan harus mengeremnya, harus betul," terangnya.
Oleh sebab itu, pemda didorong untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan agar tidak terjadi efek domino di daerahnya. Menurutnya, seorang pengambil kebijakan publik adalah seseorang yang harus memahami persoalan sehingga pengambilan strategi tepat dan efektif.
Baca Juga:
Mendagri Tito Bongkar Sosok yang Tak Pantas Dipilih di Pilkada Serentak 2020
"Nah karena pandemi ini adalah sekali lagi masalah besar dan efek dominonya sudah saya sampaikan tadi, baik masalah keuangan dan lain-lain. Sehingga menghadapkan dilematika oleh pengambil kebijakan seperti kita para bupati para menteri para pemegang yang mempengaruhi kebijakan kepada publik kita harus belajar mengenai itu," pungkasnya. (Asp)
Baca Juga:
Kemendagri Akan Panggil Kepala Daerah yang Belum Cairkan NPHD 100%