MerahPutih.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) memiliki kewajiban untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, sebagai indikator kesuksesan gelaran pesta demokrasi lima tahunan itu.
"Semakin banyak, semakin tinggi tingkat partisipasi pemilih. Maka yang terpilih nanti itu akan memiliki legitimasi atau dukungan yang kuat dari rakyat," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Kamis (27/6).
Menurut Tito, efek pemerintahan hasil Pilkada serentak 2024 akan berdampak bagus bagi akselerasi pembangunan daerah mana kala dikuti partisipasi masyarakat yang tinggi. "Kalau partisipasinya rendah, dukungan rakyat akan lemah dan pemerintahannya tidak akan kuat. Kira-kira seperti itu," ujarnya.
Lebih lanjut, Tito meminta kepada lembaga terkait seperti KPU dan Bawaslu serta peran media massa untuk ikut mendorong peningkatan partisipasi masyarakat pada gelaran Pilkada serantak 2024.
Baca juga:
Pemilih Pilkada Jakarta Diprediksi 8,1 Juta Orang, Mayoritas Milenial
"Unsur berikutnya juga peran tokoh masyarakat dipacu untuk mengajak masyarakat berperan aktif menggunakan gak pilih saat Pilkada nanti," ucapnya.
Mantan Kapolri ini menegaskan Indonesia menjadi salah satu negara yang memakai sistem pemilihan secara sukarela. Bila dibandingkan dengan negara lain yang menggunakan sistem pemilihan yang bersifat wajib mak di Indonesia tidak mengenal sanksi atau denda bagi yang tidak menggunakan hak pilih.
"Indonesia adalah salah satu negara yang sukarela masyarakatnya memilih dengan tingkat partisipasi pemilih yang salah satu tertinggi di dunia, dibuktikan dalam pemilu yang kemarin hampir mencapai 80 persen," tuturnya. (Asp)

