Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Megawati Tantang Panglima TNI Perbanyak Alutsista Buatan Anak Negeri

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 02 Juni 2023
Megawati Tantang Panglima TNI Perbanyak Alutsista Buatan Anak Negeri

Pengukuhan komando KRI Bung Karno-369 di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/6). (Foto: Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menghadiri serah terima pengoperasian sekaligus pengukuhan komando Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Karno-369 di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/6).

Saat memberikan sambutan dalam kesempatan itu, Megawati menantang Panglima TNI Laksamana Yudo Margono untuk memperbanyak alat utama sistem persenjataan (alutsista) angkatan laut buatan anak negeri.

Sebelum memberikan sambutan, Megawati sempat berdiskusi dengan Panglima TNI di bangku tenda utama. Ketua Umum PDI Perjuangan itu pun mengangkat diskusinya itu dalam sambutan.

Baca Juga:

Megawati Tak Ingin Pengadaan Alutsista RI Didikte Asing

“Pak Yudo, kalau ini sudah bisa dibuat anak negeri sendiri kira-kira berapa lagi yang mau dibuat. Lalu, Pak Yudo diam. Terus saya bilang begini, kan, saya Ketua Umum Partai. Terus di sini ada Ketua DPR, ada yang namanya Pak Olly Dondokambey, jadi nanti bisa bicara dong urusan anggarannya,” kata Megawati.

Megawati melihat, Panglima TNI tersenyum dengan gagasannya. Di dalam acara itu memang hadir Ketua DPR RI Puan Maharani dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

“Saya pikir masuk ini. Karena memang tadi saya katakan, Bapak, maksud saya kepada beliau, kok, orang banyak lupa, ya, negara kita bukan kontinen. Negara kita ini saya selalu bilang supaya keren dengan bahasa Inggris the biggest archipelago in the world,” kata putri Bung Karno ini.

Megawati lalu mengenang beberapa kali diajak sang ayah, Sukarno, menaiki KRI Irian. Ternyata sang ayah ingin menunjukkan betapa gagah dan pentingnya sebuah KRI bagi suatu negara maritim.

Megawati juga menceritakan bagaimana sang ayah menamai KRI itu dengan Irian.

Megawati juga ditanyai sang ayah berapa KRI yang dibutuhkan Indonesia. Megawati dalam pikirannya sebenarnya tidak mengetahui berapa kapal yang dibutuhkan mengingat masih belia, tetapi dari mulutnya terbesit jawaban Indonesia membutuhkan banyak KRI.

Karena itu, Megawati saat menjabat sebagai wapres dan presiden memperjuangkan alutsista.

“Saya merencanakan, ya, di dalam strategi untuk alutsista kita. Dulu saya pernah wapres dan presiden,” kata dia.

Baca Juga:

Didampingi Prabowo, Jokowi Saksikan Demonstrasi Prajurit dan Alutsista di Indo Defence 2022

Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu berpandangan, Indonesia harus memiliki basis yang kuat pada maritim.

Megawati mengajak Panglima TNI untuk berembuk dengan jajarannya untuk melihat keadaan dengan realitas objektif negara.

Dalam acara ini, Megawati didampingi dua anaknya, yaitu Rizki Pratama alias Mas Tatam dan Ketua DPR RI Puan Maharani saat meresmikan pengoperasian kapal tersebut.

Hadir juga anak-anak Bung Karno, yaitu Guntur Soekarnoputra, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Tampak hadir juga Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Kalemdiklat Polri Komjen Purwadi Arianto.

Dari jajaran TNI, hadir langsung Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muhammad Ali, dan jajaran dari TNI AL. (Pon)

Baca Juga:

Mengenal Sederet Alutsista Modern Andalan TNI

#Megawati Soekarnoputri #TNI AL #Alutsista
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Bagikan