Megawati Kirim Utusan Khusus untuk Temui Pemuka Agama Papua

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 02 September 2019
Megawati Kirim Utusan Khusus untuk Temui Pemuka Agama Papua

Komarudin Watubun. (Antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengirim utusan khusus, Komarudin Watubun, untuk menemui pemimpin dan pemuka agama di Provinsi Papua guna membahas berbagai permasalahan krusial yang terjadi akhir-akhir ini terjadi.

Pertemuan khusus Komarudin Watubun yang juga Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP dengan pemimpin Umat Katolik Keuskupan Jayapura, Uskup Leo Laba Ladjar, OFM, dan dilanjutkan pertemuan dengan pimpinan Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua berlangsung pada hari Sabtu (31/8).

Baca Juga:

Pakar Intelijen Ungkap Ada Dua Kelompok Asing yang Ingin Papua Merdeka

Pada momentum itu, Komarudin menyampaikan pesan-pesan khusus Megawati Soekarnoputri. Ketika bertemu Uskup Leo Laba Ladjar,OFM di Keuskupan Jayapura, Komarudin Watubun didampingi Ketua DPD PDIP Provinsi Papua John Wempi Wetipo. Saat bertemu pimpinan Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah.

Warga Papua turun ke jalan untuk demonstrasi. (Foto: ANTARA)
Warga Papua turun ke jalan untuk demonstrasi. (Foto: ANTARA)

Papua di kediaman Ketua Badan Pekerja Am Sinode (BPAS) GKI di Tanah Papua Pdt. Andrikus Mofu, M.Th., utusan khusus Megawati Soekarnoputri itu didampingi Ketua DPD PDIP Provinsi Papua John Wempi Wetipo dan Sekretaris Calvin Mansnembra.

Ikut mendampingi Ketua Umum BPAS GKI di Tanah Papua adalah Wakil Ketua BPAS GKI Pdt. Hiskis Rollo,S.Th., Sekretaris BPAS GKI Pdt. Daniel Kaigere, S.si.

Kepada Uskup Leo laba Ladjar OFM, utusan khusus Ketua Umum DPP PDIP itu menyampaikian pesan-pesan penting dari Megawati Soekarnoputri terkait dengan merajut kebersamaan dan semangat persaudaraan menuju perdamaian dan kesejahteraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perdamaian Papua

Komarudin mengatakan bahwa Megawati Soekarnoputri senantiasa memberikan perhatian sangat besar bagi perdamaian dan kesejahteraan hidup seluruh rakyat Indonesia di Bumi Cenderawasih ini. Menghadapi siatuasi yang sangat krusial akhir-akhir ini di Tanah Papua, Megawati Soekarnoputri menugaskannya untuk mendengar suara para pemimpin dan pemuka agama di wilayah ini.

"Hasil dari semua pertemuan ini akan segera kami laporkan kembali kepada Ketua Umum DPP PDIP di Jakarta untuk segera ditindaklanjuti demi terciptanya perdamaian di tanah Papua,” kata Komarudin Watubun.

Keluarga Besar PDIP di seluruh Tanah Air Indonesia senantiasa ikut merasakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan, serta keberhasilan dan kegagalan hidup seluruh lapisan masyarakat Indonesia di Bumi Cenderawasih ini, tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan mana pun.

Kepada pihak lain, lanjut Komarudin, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ingin mengingatkan semua anak bangsa dari Sabang sampai Merauke, dari Sangir Talaud hingga Rote-Ndao bahwa semua bersaudara sebangsa dan setanah air Indonesia, bergotong royong membangun kebersamaan hidup sebagai anak bangsa yang sejati demi Indonesia yang satu dan utuh.

“Ibu Megawati Soekarnoputri menaruh perhatian sangat besar bagi kedamaian dan kesejahteraan Tanah Papua dan menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas kasus-kasus kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini yang semua itu dapat merusak pilar-pilar keutuhan dan kedamaian Tanah Papua pada khususnya dan Persada Indonesia pada umumnya,” kata Komarudin Watubun.

Megawati Soekarnoputri mengetahui bahwa para pemimpin dan pemuka agama di Tanah Papua telah berkomitmen menjadi pionir dalam perjuangan menciptakan Papua Tanah Damai sehingga Mega mengutus dirinya menemui para pemimpin dan pemuka agama di wilayah ini.

Komarudin mengakui bahwa pihaknya secepatnya berupaya menemui para pemimpin dan pemuka agama dan gereja-gereja lainya untuk maksud yang sama.

Upaya Perdamaian

Sementara itu, Pemimpin Umat Katolik Keuskupan Jayapura Uskup Leo Laba Ladjar O.F.M. membenarkan bahwa Megawati Soekarnoputri telah mengirim utusan khususnya, Komarudin Watubun, untuk bertemu dengannya.

Banyak masalah krusial yang diperbincangkan pada pertemuan khusus hari ini namun tidak semua permasahalan yang dibicarakan ini dapat diberitakan di media massa. Semua ini akan disampaikan kembali oleh Komarudin kepada Megawati untuk diambil langkah dan kebijakan selanjutnya.

Patut dicamkan, para uskup gereja Katolik di Tanah Papua senantiasa bergandengan tangan dengan semua pemimpin agama dan pemuka masyarakat, pemerintah daerah serta komponen masyarakat lainnya untuk terus mengupayakan perdamaian dan kesejahteraan hidup yang merupakan dambaan setiap orang tanpa kecuali.

Uskup Leo mengatakan bahwa pada tanggal 8 Agustus 2018, para uskup gereja Katolik di Tanah Papua, yaitu Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Jayapura, Keuskupan Manokwari-Sorong, Keuskupan Agats, dan Keuskupan Timika telah mengeluarkan surat Edaran kepada Umat Katolik, para pemangku kekuasaan dan segenap masyarakat di Tanah Papua yang berisi ajakan untuk membangun Papua yang Damai dan Sejahtera.

“Segala bentuk perseteruan, konflik dan perang adalah tembok-tembok pemisah yang harus dirubuhkan. Segala senjata perang, pedang, tombak dan panah harus ditempa menjadi mata bajak dan alat pertanian yang menopang damai sejahtera. Perang dan semua tindakan kekerasan harus dihentikan dan tidak cukup dihentikan hanya dengan upacara adat. Untuk penyelesaian damai, hukum positif mesti ditegakkan,” tulis para uskup dalam surat edaran itu. (*)

Baca Juga:

Kapolres Jayapura: 4 Warga Tewas Usai Demo Anarkis di Jayapura

#Papua
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
Pesawat Smart Air PK-SNS rute Nabire–Kaimana alami gangguan mesin dan mendarat darurat di Nabire. Seluruh penumpang selamat, Kemenhub lakukan investigasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Januari 2026
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Donald Trump Pindahkan 1 Juta Orang Israel ke Papua, Prabowo Sudah Oke
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan hendak memindahkan 1 juta orang Israel ke Papua, Indonesia.
Wisnu Cipto - Senin, 26 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Donald Trump Pindahkan 1 Juta Orang Israel ke Papua, Prabowo Sudah Oke
Indonesia
Freeport McMoRan Berencana Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Usai Rampungkan Pembangunan Smelter
Tanpa perpanjangan hingga tahun 2061, Freeport khawatir investasi besar-besaran yang mereka tanamkan tidak akan optimal
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Januari 2026
Freeport McMoRan Berencana Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Usai Rampungkan Pembangunan Smelter
Indonesia
Gempa M 5,5 Maluku Tengah Getarannya Terasa Hingga Papua
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,5 yang mengguncang kawasan Maluku Tengah, Maluku, pagi tadi getarannya terasa hingga Papua.
Wisnu Cipto - Sabtu, 17 Januari 2026
Gempa M 5,5 Maluku Tengah Getarannya Terasa Hingga Papua
Indonesia
Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB
Aparat gabungan Polres Yahukimo dan Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 meningkatkan langkah pengamanan dengan melaksanakan olah TKP lanjutan, patroli gabungan, serta razia di sejumlah titik
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB
Indonesia
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Lalu Hadrian menegaskan bahwa hambatan pendidikan di Papua memang nyata adanya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Indonesia
Kejar Swasembada Energi, Prabowo Minta Papua Tanam Sawit hingga Singkong
Presiden RI, Prabowo Subianto, mendorong pengembangan tanaman berbasis komoditas di Papua.
Soffi Amira - Rabu, 17 Desember 2025
Kejar Swasembada Energi, Prabowo Minta Papua Tanam Sawit hingga Singkong
Indonesia
Anggaran Makan Begizi Gratis di Papua Rp 25 Triliun, Lebih Mahal Dibandingkan Jawa
Kebutuhan anggaran yang dialokasikan BGN untuk menambah hingga 2.500 SPPG yang menyasar 750 ribu penerima manfaat, diperkirakan mencapai Rp 25 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Desember 2025
Anggaran Makan Begizi Gratis di Papua Rp 25 Triliun, Lebih Mahal Dibandingkan Jawa
Indonesia
Presiden Larang Dana Otsus Papua Digunakan Buat Perjalanan Luar Negeri
Dana otsus, harus dipergunakan untuk program-program pembangunan prioritas di daerah, yang ditujukan langsung untuk kepentingan rakyat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Desember 2025
Presiden Larang Dana Otsus Papua Digunakan Buat Perjalanan Luar Negeri
Indonesia
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Papua tak Gunakan Dana Otsus untuk Jalan-Jalan
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengingatkan kepala daerah di Papua tidak menggunakan dana otsus untuk jalan-jalan.
Soffi Amira - Selasa, 16 Desember 2025
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Papua tak Gunakan Dana Otsus untuk Jalan-Jalan
Bagikan