Megawati Beri Kuliah Umum di Unhan: Beri Semangat Perjuangan ke Mahasiswa
Tangkapan layar Guru Besar Universitas Pertahanan (Unhan) Megawati Soekarnoputri. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
MerahPutih.com - Guru Besar Universitas Pertahanan (Unhan) Megawati Soekarnoputri bicara panjang dan memberi contoh terkini menyangkut geopolitik termasuk agar Indonesia bisa memahami potensi-potensi yang ada.
Hal ini disampaikan Megawati saat memberi kuliah umum langsung yang berjudul "Geopolitik Soekarno dan Tata Dunia Baru" secara hybrid di Universitas Pertahanan, Selasa (5/4).
Pada awal paparannya, Megawati mengajak para mahasiswa membuka pikiran untuk melihat suatu persoalan secara jernih dan objektif.
Baca Juga:
Megawati dan Jokowi Diklaim Sudah Bicara Soal Wacana Penundaan Pemilu
Mengaku terbiasa memberi ceramah dua hingga tiga jam saat berpidato sebagai Ketua Umum PDIP, Megawati di tengah paparannya pun mengingatkan bahwa kuliah umumnya pun lebih dari dua jam.
"Saya pergunakan waktu dua hingga tiga jam untuk mengeluarkan ide dan pengalaman saya," ucapnya.
Megawati minta para mahasiswa memerhatikan materi yang dipaparkannya. Sambil bercanda, Megawati bertanya ke Rektor Unhan. "Apakah saya nanti bisa menguji mahasiswa?".
"Saya ingin memberikan kuliah ini bukan hanya sekadar kuliah. Tapi memasukkan semangat perjuangan kembali kepada kalian orang-orang pintar untuk membangun Indonesia ke masa depan," kata Megawati yang mendapat gelar profesor kehormatan dari Unhan pada Juni 2021 lalu.
Megawati menyebutkan soal geopolitik masih belum menjadi perhatian bagi banyak pihak. Namun, dia mendorong para mahasiswa bahwa geopolitik ini sangat penting untuk diketahui.
Dalam paparannya, Megawati banyak bercerita tentang cara berpikir Sukarno. Untuk memudahkan penjelasan soal geopolitik Sukarno, Megawati memberi beberapa contoh peristiwa yang terjadi saat ini dan beberapa waktu lalu.
Pada bagian lain, mengingat situasi dan dinamika global saat ini, Megawati mengingatkan pentingnya memegang teguh semangat terutama semangat membela negara.
"Jangan lembek, harus semangat sebagai bangsa," pinta Megawati.
Baca Juga:
Megawati Imbau Ibu-ibu Jangan Sering Beri Anak Camilan Instan Kemasan
Atas seluruh paparannya, Megawati menyebut bahan yang disampaikannya terbuka untuk didiskusikan oleh para mahasiswa.
Menanggapi paparan Megawati, Purnomo Yusgiantoro yang juga Guru Besar Unhan mengatakan Bung Karno tidak hanya sekadar Proklamator RI, tapi juga konseptor geopolitik Indonesia yang aplikasinya tidak hanya dicetuskan di Lemhanas pada 1965, aplikasinya masih bisa diterapkan sampai sekarang.
"Geopolitik Sukarno masih applicable. Apapun itu geopolitik, itu tergantung pemimpinnya," ujar Purnomo.
"Geopolitik Sukarno itu menyinggung geografi Indonesia di antara dua benua dan dua samudera maka cara pandang terhadap diri dan lingkungan sangat penting," tambah mantan Menteri di era Pemerintahan Megawati.
Dia pun menyinggung kepemimpinan Megawati di masa krisis akibat krisis moneter 1998 dengan berbagai keputusan yang berani. Di ujung acara kuliah umum, Rektor Unhan menyerahkan sertifikat, plakat dan buku kepada Megawati disaksikan Purnomo Yusgiantoro. (Pon)
Baca Juga:
Megawati Ceritakan Awal Bicara Isu Kenaikan Harga Minyak Goreng
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Minta Pemimpin Dunia Hentikan Perang, Megawati: Kita Itu Satu Bumi
Hadiri Zayed Award 2026, Megawati Peringatkan Bahaya AI Tanpa Regulasi
Megawati Paparkan Sikap Politik ke Prabowo Pada Putra Mahkota Abu Dhabi
Megawati Ingatkan Perempuan Jangan Terjebak Dilema Palsu Cita-Cita Vs Rumah
Di Forum Zayed Award, Megawati Buka Rahasia Redam Konflik Ambon-Poso Lewat Empati Perempuan
Kenangan Megawati Pada Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Selamat Jalan Tante Meri
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS