Megawati Imbau Ibu-ibu Jangan Sering Beri Anak Camilan Instan Kemasan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 28 Maret 2022
Megawati Imbau Ibu-ibu Jangan Sering Beri Anak Camilan Instan Kemasan

Tangkapan layar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan soal isu stunting dan asupan makanan bergizi buat anak.

Megawati berharap, anak-anak jangan dibolehkan terlalu banyak mengkonsumsi makanan ringan kemasan atau olahan instan.

Megawati mengatakan, dia belajar dari Bung Karno bahwa memastikan perut rakyat kenyang adalah sebuah prinsip. Kalau rakyat harus kenyang, maka yang penting kemudian adalah memastikan asupan yang sehat untuk kenyang tersebut.

Baca Juga:

Megawati Ceritakan Awal Bicara Isu Kenaikan Harga Minyak Goreng

Sehingga ketika polemik pernyataannya soal minyak goreng sawit muncul, Megawati berdiskusi dengan banyak ahli. Baik dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto maupun dengan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo.

Sementara Hasto Wardoyo, ditugasi oleh Presiden Jokowi mengatasi masalah stunting yang mendera Indonesia.

“Jadi saya lalu prihatinnya makin menjadi-jadi, ternyata stunting itu adalah masalah asupan. Asupan yang bukan hanya sembarangan, asupan yang harus diketahui oleh masyarakat,” kata Megawati saat memberi keynote speech dalam acara Demo Memasak Tanpa Minyak Goreng, di Halaman Gedung Sekolah Partai PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

“(Dengan kegiatan demo memasak tanpa minyak goreng), saya membantu memberikan sebuah pengetahuan bagi ibu-ibu yang mau melihat, mendengar, menambah pengetahuannya dalam hal asupan yang disebut makanan ini,” ujar Megawati.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Marah Jokowi Lepas Baju PDIP

Megawati mengingatkan para ibu agar anak-anaknya mendapat asupan makanan yang benar-benar bergizi. Juga, jangan sering memberikan anak-anak camilan instan kemasan.

"Pasti kenyang. Tapi pertanyaannya adalah menjadi sehat apa tidak? Nah seperti inilah yang ingin sebetulnya saya sharing,” kata Megawati.

Megawati berharap, agar ada manfaat dari perdebatan soal harga minyak goreng. Ke depan yang harus terus dipikirkan adalah bagaimana menjadikan anak-anak Indonesia menjadi generasi lebih sehat, lebih pintar, lebih cerdas lahir batin daripada generasi sebelumnya. (Pon)

Baca Juga:

FX Rudy Buka Suara Terkait Pernyataan Megawati soal Antrean Minyak Goreng

#Megawati Soekarnoputri #Camilan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Bagikan