Headline

Mark Zuckerberg Sukses Bikin Saham Facebook Melonjak Lagi

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 12 April 2018
Mark Zuckerberg Sukses Bikin Saham Facebook Melonjak Lagi

Mark Zuckerberg saat memberi keterangan di Parlemen AS (Foto: ndtv.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Skandal Cambridge Analytica sempat merontokan saham Facebook dan membuat kekayaan Mark Zuckerberg terancam berkurang. Penyalahgunaan data pribadi para pemakai Facebook untuk kepentingan politik memaksa Mark Zuckerberg (33) harus berurusan dengan para anggota Kongres Amerika Serikat.

Bos Facebook itu dicecar pertanyaan selama 10 jam dalam dua hari dari 100 anggota parlemen AS. Jawaban Mark Zuckerberg membuatnya akan menjadi lebih kaya lagi, seiring naiknya kembali saham Facebook.

Zuckerberg menangkis beberapa pertanyaan tentang seberapa banyak kendali dimiliki orang atas data mereka di jaringan media gaul terbesar di dunia itu tanpa kesalahan besar, sementara ia menghindari disudutkan untuk mendukung peraturan baru pemerintah.

Sidang berakhir pada Rabu (11/4) itu sebagaimana dilansir Antara dari Reuters mengungkapkan tidak ada kesepakatan di antara anggota parlemen AS tentang jenis undang-undang hak pribadi, yang mungkin ingin mereka kejar, jika ada, dan tidak ada lini masa untuk tindakan.

Mark Zuckerberg saat beri penjelasan di Senat AS
Mark Zuckerberg saat melakukan hearing di Gedung Capitol Hill (Foto: ABC News)

Seperti yang dia lakukan pada Selasa di depan Senat, Zuckerberg selama sidang Parlemen AS menolak membuat janji untuk mendukung undang-undang baru atau mengubah cara jaringan pergaulan itu melakukan usaha.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa perlu ada beberapa peraturan" dari perusahaan Internet, kata Zuckerberg, tetapi ia menghindari menyebut kasus khusus.

Meskipun Zuckerberg, tidak pernah bersaksi di sidang kongres sebelumnya, ia berhasil membelokkan pertanyaan seperti seorang veteran Washington. Empat puluh kali tokoh internet tersebut mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dia tidak memiliki jawaban dan akan kembali lagi pada mereka nantinya. Sekitar satu dari tiga anggota parlemen mendapat tanggapan itu selama dua hari.

Anggota Senat Demokrat Debbie Dingell menyatakan putus asa dengan janji Zuckerberg, yang sering muncul untuk kembali ke anggota parlemen kemudian secara tertulis. "Beberapa hal menarik perhatian selama percakapan ini," katanya, "Sebagai pemimpin eksekutif, Anda tidak tahu beberapa fakta kunci." Pada satu titik, Zuckerberg melemahkan pesan konsistennya bahwa pengguna Facebook memiliki kendali atas data mereka. Dia mengatakan, dia termasuk di antara hampir 87 juta orang yang informasi pribadinya tidak dibagikan dengan konsultasi politik "Cambridge Analytica." Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Bos Facebook, Mark Zuckerberg
Mark Zuckerberg dalam sebuah acara (Facebook Mark Zuckerberg)

Pengakuannya, bahwa bahkan pendiri perusahaan yang menguasai teknologi tidak dapat melindungi datanya sendiri, menegaskan masalah yang dihadapi Facebook dalam meyakinkan para pembuat undang-undang yang skeptis bahwa pengguna dapat dengan mudah melindungi informasi mereka sendiri dan bahwa undang-undang lebih lanjut yang mengatur Facebook tidak diperlukan.

Masalah "Cambridge Analytica" adalah alasan Zuckerberg berada di Capitol Hill, menjawab pertanyaan tentang bagaimana perusahaan itu - yang telah menyertakan kampanye pemilihan Presiden AS Donald Trump di antara kliennya - memperoleh data tentang pengguna Facebook.

"Bagaimana konsumen dapat mengontrol data mereka ketika Facebook tidak memiliki kendali atas data?" tanya Senator Frank Pallone dari New Jersey, pejabat Demokrat di Komite Energi dan Perdagangan Senat, pada awal sidang Rabu.

Zuckerberg mengatakan akan membutuhkan "berbulan-bulan" untuk menyelesaikan audit aplikasi lain yang kemungkinan juga memiliki pengumpulan atau pembagian data pengguna secara tidak benar.

"Saya membayangkan bahwa kita akan menemukan beberapa aplikasi, yang entah melakukan sesuatu yang mencurigakan atau menyalahgunakan data orang," pungkas Mark Zuckerberg.(*)

#Mark Zuckerberg #Facebook #Kuis Facebook
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Tekno
Meta Luncurkan Paket Lengkap Langganan IG, FB, dan WhatsApp Rp 124 Ribu, Ini Fitur-Fitur Plusnya!
Paket baru langganan lengkap Instagram, Facebook, dan WhatsApp ini khusus menyasar kalangan pengguna untuk bisnis, konten kreator, dan Meta AI.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Meta Luncurkan Paket Lengkap Langganan IG, FB, dan WhatsApp Rp 124 Ribu, Ini Fitur-Fitur Plusnya!
Indonesia
Kemkomdigi Ultimatum Flatform Digital Pada Juni 2026 Laporkan Hapus Akun di Bawah 16 Tahun
Kemkomdig) menegaskan, 6 Juni 2026 menjadi batas akhir bagi penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk melaporkan evaluasi mandiri atau self-assesment risiko
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
Kemkomdigi Ultimatum Flatform Digital Pada Juni 2026 Laporkan Hapus Akun di Bawah 16 Tahun
Indonesia
Meta Mulai Razia FB, IG, dan Thread Anak 16 Tahun ke Bawah, Ada Opsi Banding
Bagi pengguna berusia 16 tahun ke atas yang terdampak keliru, Meta menyediakan mekanisme verifikasi usia dan pengajuan banding.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Meta Mulai Razia FB, IG, dan Thread Anak 16 Tahun ke Bawah, Ada Opsi Banding
Indonesia
Meta Patuhi PP Tunas, Batas Usia Facebook-Instagram Diubah dari 13 Jadi 16 Tahun
Meta selaku pemilik Facebook, Threads, dan Instagram telah mengubah ketentuan dalam Panduan Komunitas pada platform media sosialnya, khususnya terkait batas usia pengguna.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Meta Patuhi PP Tunas, Batas Usia Facebook-Instagram Diubah dari 13 Jadi 16 Tahun
Indonesia
Kepatuhan Berantas Kejahatan Siber Dinilai Buruk, DPR Desak Pemerintah Berikan Sanksi ke Instagram Cs
Tingkat kepatuhan Meta dalam menindaklanjuti temuan pelanggaran lainnya sangat buruk, yakni hanya mencapai 28,47 persen atau tidak sampai 30 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Maret 2026
Kepatuhan Berantas Kejahatan Siber Dinilai Buruk, DPR Desak Pemerintah Berikan Sanksi ke Instagram Cs
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Mark Zuckerberg Sebut, Jika Perang antara AS dan Iran Pecah, Dunia akan Kehilangan Media Sosial Instagram hingga Google
Tidak ditemukan pernyataan resmi atau pemberitaan kredibel tentang Mark Zuckerberg yang mengaitkan konflik Iran-AS dengan matinya Google atau internet secara global.
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
[HOAKS atau FAKTA] : Mark Zuckerberg Sebut, Jika Perang antara AS dan Iran Pecah, Dunia akan Kehilangan Media Sosial Instagram hingga Google
Fun
Misi Gila Zuckerberg! Rekrut Langsung Tim Superintelligence Demi AI Selevel Manusia
Mark Zuckerberg bentuk tim rahasia “Superintelligence” di Meta, rekrut langsung puluhan ahli AI demi wujudkan kecerdasan buatan selevel manusia (AGI). Siap bersaing dengan OpenAI dan Google.
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 10 Juni 2025
Misi Gila Zuckerberg! Rekrut Langsung Tim Superintelligence Demi AI Selevel Manusia
Indonesia
Member Group 'Fantasi Sedarah' Ditangkap, DPR Sebut Pemerintah tak Tinggal Diam Hadapi Kejahatan Ruang Digital
Penangkapan ini jadi bukti Polri melindungi masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Mei 2025
Member Group 'Fantasi Sedarah' Ditangkap, DPR Sebut Pemerintah tak Tinggal Diam Hadapi Kejahatan Ruang Digital
Berita Foto
Bareskrim Ungkap Kasus Asusila dan Pornografi Grup Facebook Fantasi Sedarah dan Suka Duka
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji (keempat kanan) bersama Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (keempat kiri), Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak - Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Brigjen Pol. Nurul Azizah (ketiga kiri) sejumlah pejabat Bareskrim Polri menunjukkan barang bukti saat konferensi pers ungkap kasus asusila dan pornografi di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 21 Mei 2025
Bareskrim Ungkap Kasus Asusila dan Pornografi Grup Facebook Fantasi Sedarah dan Suka Duka
Indonesia
Polisi Bakal Cek 32.000 Anggota Grup Fantasi Sedarah
Dittipidsiber Bareskrim Polri menetapkan enam tersangka dalam dugaan asusila, pornografi, serta eksploitasi anak terkait konten inses di grup Facebook bernama Fantasi Sedarah dan Suka Duka
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Mei 2025
Polisi Bakal Cek 32.000 Anggota Grup Fantasi Sedarah
Bagikan