Mardiono Targetkan PPP Raih 11 Juta Suara di Pemilu 2024
Mardiono (kiri). Foto: Antara
MerahPutih.com - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono optimistis partai besutannya bisa mencapai target 11 juta suara di Pemilu 2024.
Hal tersebut disampaikan Mardiono saat menghadiri acara pembekalan calon legislatif PPP seluruh Indonesia di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (11/11).
Baca Juga:
“Insha Allah kami masih menempatkan target perolehan suara 11 juta suara, kemudian 50 kursi untuk DPR RI, dan kemudian secara nasional itu kami targetkan 2.000 kursi,” kata Mardiono.
PPP juga akan berjuang bersama partai koalisi lainnya untuk memenangkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, serta memenangkan PPP dalam Pileg 2024.
"Jadi ini (target) sebenarnya tidak sulit karena sebenarnya hanya mengembalikan perolehan-perolehan suara yang seperti kami peroleh di masa-masa yang lalu," ujarnya.
Menurut Mardiono, itu bukan sebuah mimpi, karena partai Ka'bah pernah mencapai perolehan jumlah tersebut.
Baca Juga:
Mardiono Bakal Rayu Megawati Jadikan Sandiaga Pasangan Ganjar
"Artinya ini bukan mimpi karena kami memang sudah pernah,” ujarnya.
Mardiono mengakui, setelah PPP menyatakan dukungan untuk Ganjar-Mahfud, tokoh masyarakat seperti para ulama dan akademisi memberikan respons yang positif. Karena itu PPP optimistis meraih target-target tersebut.
"Sehingga saya yakini ini akan bisa menaikkan perolehan suara di Jawa Timur bagi Partai Persatuan Pembangunan," pungkasnya. (Pon)
Baca Juga:
Tiba di Markas PDIP, Mardiono Disambut Megawati dan Ganjar Pranowo
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA] : Aturan Baru, ASN Wajib Pakai Baju Biru Muda Khas Prabowo saat Kampanye Pilpres 2024
Dosen Politik Senior UI Kritik Pemilu, Lahirkan Partai “Rental” Pemuja Uang
RDP dengan DPR, Pakar Pemilu Sebut E-Voting Rawan Diretas
Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen
Revisi UU Pemilu, NasDem Ingin Ambang Batas Parlemen Sampai 7 Persen
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Heboh Kodifikasi Hukum Pemilu, Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Konstitusional
ICW Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Rugikan Demokrasi dan Fasilitasi Politik Transaksional
Junta Gelar Pemilu Pertama Sejak Kudeta Militer Pada 2021
MK Tolak Gugatan Rakyat Bisa Pecat DPR, Pilihannya Jangan Dipilih Lagi di Pemilu