Kesehatan

Makanan Perangsang Otak dan Pencegah Demensia

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 04 Maret 2022
Makanan Perangsang Otak dan Pencegah Demensia

Cegah demensia dengan mengonsumsi makanan sehat. (Foto: Pexels/Matthias Zomer)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DEMENSIA dapat dicegah! Beberapa penelitian menyatakan bahwa demensia dapat dihindari dengan menyantap makan yang sesuai.

Bersumber pada mayo clinic, para peneliti mengembangkan diet dengan melihat diet mediterania dan DASH, kemudian berfokus pada makanan dengan temuan paling menarik dalam pencegahan demensia. Sayuran, terutama sayuran hijau, ada di peringkat paling atas. Secara umum, buah tidak masuk daftar, meskipun buah beri masuk dalam daftar.

Makanan apa yang harus disantap untuk mencegah demensia atau alzheimer? Diet MIND memiliki 10 kelompok makanan wajib, yaitu sayuran hijau, sayuran lainnya, kacang-kacangan, biji-bijian, buah berri, ikan, unggas, minyak zaitun, dan wine.

Baca Juga:

Manfaat Buah Jeruk untuk Kesehatan

Protein

makan
Diet ini membutuhkan asupan kacang setiap hari dan daging unggas dua kali seminggu. (Foto: Unsplash/Sam Moqadam)

Diet ini membutuhkan asupan kacang setiap hari dan daging unggas dua kali seminggu. Sedangkan makan ikan seminggu sekali. Jika repot memasaknya, kamu bisa memasaknya sekali jadi (stok), sehingga saat jadwal memakannya, kamu bisa langsung ambil dari lemari es dan tinggal menghangatkannya.

Semua makanan ini tinggi protein dan rendah lemak jenuh, menjadikannya baik untuk kesehatan kamu secara keseluruhan serta untuk kesehatan otak.

Sayuran dan biji-bijian

makan
Sayuran apapun berguna bagi tubuh. (Foto: Pexels/Wendy Wei)

Mengutip Web MD, kamu membutuhkan salad, satu sayuran lain, dan tiga porsi biji-bijian setiap hari. Sayuran apa pun bisa digunakan, tetapi sawi, kangkung, dan bayam sangat baik.

Camilan

makan
Kacang-kacangan makanan untuk otak. (Foto: Unsplash/Tijana Drndarski)

Kacang-kacangan dan beri adalah makanan ringan yang ideal. Keduanya dikaitkan dengan kesehatan otak yang lebih baik. Makanan pencegah demensia seperti blueberry dan stroberi, khususnya, membantu menjaga otak kamu bekerja dengan baik dan dapat memperlambat gejala yang terkait dengan alzheimer.

Baca Juga:

Minyak Goreng yang Sehat Menurut Para Pakar

Wine

anggur
Wine mampu meningkatkan kesehatan otak. (Foto: Pixabay/Vinotecarium)

Wine telah terbukti meningkatkan kesehatan otak dan membantu melindungi terhadap alzheimer dalam beberapa penelitian. Tapi kuncinya adalah moderasi. Biasanya, itu satu gelas sehari untuk perempuan dan dua gelas untuk pria. Lebih dari itu dapat memiliki efek buruk pada kesehatan otak dan dapat membuat kamu lebih mungkin terkena demensia.

Minyak zaitun

minyak
Minyak zaitun bagus untuk otak. (Foto: freepik.com/freepik)

Ini cocok untuk roti, salad, pasta, sayuran yang dimasak, dan banyak hal lainnya. Ini juga telah terbukti meningkatkan fungsi otak dalam jangka panjang dan melindungi dari demensia.

Makanan yang tak dianjurkan

makan
Hindari konsumsi daging merah berlebihan. (Foto: Unsplash/Joshua Kantarges)

Diet MIND secara khusus membatasi daging merah, mentega dan margarin, keju, kue kering dan manisan, serta gorengan atau makanan cepat saji.

Bukannya tak boleh tapi kurangi asupan makanan tersebut. Kamu hanya dapat mengonsumsi daging merah empat porsi dalam seminggu. Termasuk pula metega yang porsinya kurang dari satu sendok makan. Kemudian kurang dari satu porsi seminggu dari masing-masing berikut: keju lemak utuh, makanan yang digoreng, dan makanan cepat saji.

Makanan tersebut tak bisa jadi makanan pencegah demensia. Alih-alih salah menyantap, malah memicu munculnya Demensia. (DGS)

Baca Juga:

Mengapa Daging Kambing Sering Dikaitkan dengan Kolesterol?

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan