Kesehatan

Makanan dan Minuman yang Mempersingkat Hidup

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 20 Juni 2022
Makanan dan Minuman yang Mempersingkat Hidup

Jangan pernah mengonsumsi alkohol. (Foto: Unsplash/Julia Nastogadka)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEMUA orang pastinya ingin tahu rahasia di balik hidup dengan usia yang lebih lama. Meskipun tidak ada yang tahu alasan pasti apa yang dapat membantu seseorang memiliki umur Panjang.

Tetapi menjalani pola hidup sehat dengan tidak mengonsumsi makanan dan minuman secara sembarang adalah satu hal yang pasti membantu kamu memperpanjang umur.

Baca Juga:

Makanan Sehat Ini Jadi Sumber Penyakit Jika Dikonsumsi Berlebihan

Namun, seperti dilaporkan Health, beberapa makanan dan minuman sebenarnya dapat merusak peluang kamu untuk memiliki umur panjang dengan mengacaukan komponen dalam sel yang disebut telomer. Masalahnya, saat sel bereplikasi, telomer menjadi lebih pendek dari waktu ke waktu, demikian menurut Ilmu Kesehatan Universitas Utah.

Saat telomer memendek, hal itu dapat memicu sel untuk tidak berfungsi dan mati. Lalu telomer yang lebih pendek telah dikaitkan dengan kondisi seperti kanker dan penyakit kardiovaskular.

Ada makanan dan minuman yang dapat menyebabkan pemendekan telomer. Oleh karena itu, segera batasi makanan dan minuman ini, misalnya:

1. Soda

Minuman bersoda merupakan musuh besar bagi telomer. (Foto: Unsplash/Blake Wisz)

Soda manis merupakan musuh besar bagi telomer. Sebuah studi baru-baru ini terhadap 5.309 orang dewasa di American Journal of Public Health menemukan bahwa porsi 20 ons soda setiap hari dikaitkan dengan 4,6 tahun penuaan.

Sementara itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa meminum soda diet setiap hari dikaitkan dengan risiko 67 persen lebih besar terkena diabetes tipe 2. Pemanis buatan juga dapat meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi gula.

2. Daging

Hamburger telah lama dikaitkan dengan penyakit jantung dan kanker. (Foto: Unsplash/@mashkov)

Larangan lain untuk telomer adalah daging olahan, seperti hot dog dan pepperoni. Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi satu atau lebih porsi daging olahan setiap minggu memiliki telomer yang lebih pendek daripada mereka yang tidak mengonsumsinya.

Baca Juga:

Makan Jeroan Terlalu Sering Bisa Mengancam Kesehatan

Semetara itu, asupan daging merah yang lebih tinggi, seperti hamburger dan steak, juga telah lama dikaitkan dengan penyakit jantung dan kanker, yang pada akhirnya dapat dikaitkan dengan efeknya pada telomer.

3. Alkohol

Alkohol dianggap dapat mempercepat pemendekan telomer. (Foto: Unsplash/Julia Nastogadka)

Seperti daging merah, alkohol juga mendapatkan reputasi buruk karena hubungannya dengan kondisi kesehatan kronis. Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada Pertemuan Tahunan American Association for Cancer Research 2010 menemukan alkohol juga dapat mempercepat pemendekan telomer.

Para peneliti mengamati DNA serum individu yang menyalahgunakan alkohol (22 persen minum empat atau lebih minuman per hari) dan mereka yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah sedang, dapat menyebabkan telomer secara dramatis lebih pendek. (ref)

Baca Juga:

Perpaduan Cita Rasa Jawa Barat dan Yogyakarta dalam Celetot

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan