Magnet Jokowi Ketika Etnis Tionghoa Indonesia Akhirnya Bersatu Rayakan Imlek
Presiden Jokowi berpidato saat membuka perayaan Imlek Nasional 2019. (MP/Rizki Fitriyanto)
MerahPutih.com - Tahun Baru Imlek memang telah berlalu. Kendati demikian, sukacita masyarakat keturunan etnis Tionghoa masih terus berlanjut. Salah satunya bisa kita lihat dari perayaan Imlek Nasional. Pembukaan acara Imlek Nasional 2019 pada Kamis (7/2) terasa semakin meriah dengan kedatangan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).
Kedatangan Jokowi tentu menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung acara. Tak hanya masyarakat etnis Tionghoa, Hall A3 JIExpo juga dipadati masyarakat biasa. Mereka begitu semangat menanti kedatangan Jokowi. Meskipun acara baru di mulai pada pukul 10.00, pengunjung telah memadati venue berukuran 22.000 meter persegi tersebut sejak pukul 8.00.
Ruangan yang telah menjelma menjadi "lautan merah" tersebut menjadi riuh tatkala Jokowi tiba di lokasi. "Jokowi! Jokowi!" demikian teriakan orang-orang yang datang ke lokasi.
Langkah Jokowi menuju ruangan sempat tersendat selama 30 menit. Hal tersebut terjadi lantaran orang-orang yang hadir berebutan ingin selfie dengannya.
Setelah Jokowi tiba di ruangan, acara pun di mulai dengan menyanyikan lagu nasional. Indonesia Raya. Jokowi mulai menyapa semua yang hadir ketika ia naik ke atas panggung.
Setelah menyapa, ia sempat diam beberapa menit. Diamnya tersebut membuat seisi ruangan menjadi hening. "Xin Nian Kuai Le," ujarnya dengan nada terbata-bata. Mendengar ucapannya tersebut, para hadirin histeris.
Selama menjadi presiden, Jokowi mengungkapkan kali ini adalah pengalaman pertamanya menghadiri acara Imlek.
"Alasan saya baru pertama kali datang karena selama ini undangan Imlek yang saya terima biasanya terpecah-pecah. Undangan Imlek dari Organisasi A, undangan imlek dari Asosiasi B, pusing saya," tuturnya.
"Ketika masyarakat etnis sudah bersatu untuk membuat acara Imlek Nasional, saya pasti datang," tegas Jokowi. Presiden menuturkan bahwa persatuan harus mulai terjalin di masyarakat. Tak hanya antarmasyarakat etnis Tionghoa tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia. (Avia)
Bagikan
Berita Terkait
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Polda Metro Gelar Perkara Khusus Tunjukkan Ijazah Asli, Jokowi: soal Maaf Urusan Pribadi