Mafia Stok Berkuasa Harga Cabai Menggila, Komisi IV DPR Desak Pemerintah Rebut Kendali Pasar Pangan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 25 Februari 2026
Mafia Stok Berkuasa Harga Cabai Menggila, Komisi IV DPR Desak Pemerintah Rebut Kendali Pasar Pangan

Ilustrasi (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet, mengkritik keras fenomena kenaikan harga bahan pokok, terutama cabai, yang selalu gagal dibendung pemerintah setiap menjelang hari besar keagamaan.

Slamet menilai lonjakan harga yang terus berulang setiap tahun membuktikan bahwa kebijakan pemerintah selama ini hanya bersifat kosmetik dan tidak menyentuh akar permasalahan. Tanpa penguasaan stok dominan, pemerintah mustahil bisa mendikte harga pasar yang saat ini dikuasai oleh segelintir pemilik barang.

Baca juga:

Pramono Anung Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Cabai Keriting di Jakarta

'Obat Sakit Kepala' yang Tak Manjur

Slamet mengibaratkan langkah pemerintah dalam menstabilkan harga melalui operasi pasar hanyalah solusi jangka pendek yang tidak menyembuhkan penyakit utama. Kebijakan tersebut dianggap tidak efektif karena hanya meredam gejolak sesaat tanpa memperbaiki sistem distribusi dan penguasaan barang dari hulu ke hilir.

“Masalah ini berulang setiap tahun. Artinya solusi yang diberikan pemerintah belum menyentuh akar permasalahannya. Setiap menjelang Lebaran, harga selalu naik,” ujar Slamet dalam keterangannya, Selasa (24/2).

Ia menambahkan bahwa kegagalan kontrol harga terjadi karena pemerintah tidak memiliki porsi stok yang signifikan di pasar. Kondisi ini membuat hukum pasar liar berlaku sepenuhnya, di mana para pemegang stok besar memiliki kuasa penuh untuk memainkan harga.

“Ketika pemerintah memiliki share stok yang dominan di pasar, maka harga bisa dikendalikan. Tetapi karena sekarang tidak dominan, maka hukum pasar berlaku. Siapa yang punya barang, dia yang bisa mengendalikan harga,” cetusnya.

Urgensi UU Pangan untuk Rebut Kendali Pasar

Baca juga:

Update Harga Cabai Rawit Paling Pedas Awal 2026: Papua Pegunungan Tembus 200 Ribu

Guna memutus rantai masalah tahunan ini, Komisi IV DPR RI mendorong penguatan regulasi melalui pembahasan revisi Undang-Undang Pangan. Tujuannya agar negara memiliki taring dan kewenangan hukum yang lebih kuat untuk menguasai serta mengendalikan stok bahan pangan strategis.

Slamet menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk mematikan peran swasta, melainkan untuk memastikan negara hadir sebagai penyeimbang agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban lonjakan harga yang tidak masuk akal.

“Kita akan dorong bagaimana pemerintah bisa menguasai stok di pasar agar mampu mengendalikan harga. Proses perdagangan tetap berjalan, swasta tetap bisa berperan, tetapi pemerintah punya kendali,” tutupnya.

#Cabai #Harga Cabai Naik #Data Pangan #Stok Pangan #Harga Pangan #DPR #DPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Kalapas Cibinong Nonaktif Wisnu Hadiri RDP dengan Komisi XIII DPR Bahas Temuan Lapas Mewah
Eks Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putanto mengikuti RDP dengan Komisi XIII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 28 September 2026
Kalapas Cibinong Nonaktif Wisnu Hadiri RDP dengan Komisi XIII DPR Bahas Temuan Lapas Mewah
Indonesia
DIM RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Makin Bertambah, Belum Hasilkan Naskah Final
Pembahasan mencakup sejumlah isu ketenagakerjaan, antara lain hubungan kerja, pengupahan, pelindungan pekerja perempuan, dan pemagangan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
DIM RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Makin Bertambah, Belum Hasilkan Naskah Final
Indonesia
Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Bikin Heboh, DPR Bongkar Siapa yang Bertanggung Jawab
DPR menyoroti fasilitas mewah di Lapas Cibinong yang disebut digunakan warga binaan. Ombudsman dan Ditjenpas akan dipanggil untuk klarifikasi.
Frengky Aruan - Minggu, 27 September 2026
Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Bikin Heboh, DPR Bongkar Siapa yang Bertanggung Jawab
Indonesia
DPR Minta Polri Usut Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong, Audit Anggaran hingga Aset
Kasus temuan hunian mewah di Lapas Cibinong menuai sorotan. DPR meminta adanya audit anggaran hingga aset di lapas tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
DPR Minta Polri Usut Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong, Audit Anggaran hingga Aset
Indonesia
Apindo Minta Masukan Perluasan Kesempatan Kerja di RUU Pelindungan Ketenagakerjaan
Agar RUU Pelindungan Ketenagakerjaan disempurnakan nomenklatur menjadi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Perluasan Kesempatan Kerja.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
 Apindo Minta Masukan Perluasan Kesempatan Kerja di RUU Pelindungan Ketenagakerjaan
Indonesia
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
RUU Perampasan Aset kini sedang dikebut. Komisi III DPR menargetkan RUU tersebut disahkan 15 Desember 2026.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
Indonesia
DPR Dorong Reforma Agraria Berujung pada Akses Lahan dan Produksi
Reforma agraria tidak boleh dimaknai sebatas legalisasi aset atau penerbitan sertifikat tanah.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
DPR Dorong Reforma Agraria Berujung pada Akses Lahan dan Produksi
Indonesia
Komisi X DPR Dorong Kontingen Indonesia Kejar Emas Asian Games 2026
Pencapaian medali yang telah diraih sejauh ini merupakan hasil dari kerja keras para atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh pihak yang mendukung persiapan kontingen Indonesia.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Komisi X DPR Dorong Kontingen Indonesia Kejar Emas Asian Games 2026
Indonesia
Insiden Tenggelamnya KMP Virgo Transport 8, DPR Kritik Lemahnya Pengawasan Keselamatan
Kecelakaan yang menimpa kapal dengan ratusan penumpang tersebut harus menjadi momentum untuk membenahi tata kelola keselamatan pelayaran.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Insiden Tenggelamnya KMP Virgo Transport 8, DPR Kritik Lemahnya Pengawasan Keselamatan
Indonesia
DPR Peringatkan jangan Sampai Aset Sitaan Malah Merugikan Negara
Upaya negara memulihkan aset hasil tindak pidana harus dibarengi dengan sistem pengelolaan yang jelas.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
DPR Peringatkan jangan Sampai Aset Sitaan Malah Merugikan Negara
Bagikan