MerahPutih.com - Kenaikan harga plastik kini menjadi sorotan tajam karena dinilai berpotensi menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo mendorong pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi lonjakan harga tersebut.
Menurut Yoyok, ketika harga plastik di tingkat pasar naik hingga dua kali lipat, dampaknya tidak hanya dirasakan pedagang bahan kemasan. Ribuan pelaku usaha mikro, industri rumahan, hingga sektor ekonomi kreatif juga ikut terdampak karena kemasan menjadi bagian penting dari nilai jual produk.
Politikus Partai NasDem itu menegaskan pemerintah tidak boleh diam dan menganggap persoalan ini sebagai hal biasa, mengingat efeknya dapat meluas ke berbagai sektor ekonomi.
“Pemerintah jangan hanya diam saja, karena ini tanggung jawab Negara. Di sini, Pemerintah dituntut untuk menunjukkan kepiawaian dalam meredakan beratnya kondisi ekonomi akibat konflik global,” jelas Yoyok kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/4).
Baca juga:
Gejolak Global Picu Kenaikan Harga Plastik, Pemerintah Segera Cari Solusinya
Ia mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret agar beban ekonomi masyarakat tidak semakin berat.
“Bagi saya, Pemerintah tidak cukup hanya dengan menekan harga BBM agar tidak naik. Pemerintah harus cari solusi efektif menghadapi tekanan ekonomi saat ini yang dihadapi rakyat,” ucapnya.
Yoyok mengingatkan bahwa hingga saat ini plastik masih menjadi kebutuhan penting yang sulit ditinggalkan oleh pelaku UMKM. Tanpa intervensi pemerintah, pelaku usaha akan dihadapkan pada pilihan sulit antara menaikkan harga produk atau menanggung lonjakan biaya produksi.
“Jangan sampai sektor UMKM yang menjadi roda penggerak ekonomi Negara harus terus tergerus, sementara Pemerintah justru lebih sibuk memajaki rakyatnya,” kata Yoyok.
Baca juga:
Pengusaha Mulai Naikkan Harga Akibat Harga Plastik Melambung
Sebagai informasi, harga plastik mengalami kenaikan signifikan antara 20 persen hingga 100 persen per April 2026 akibat gangguan pasokan.
Harga plastik PP (bening) kini mencapai sekitar Rp 68.900 per kilogram, plastik kresek sekitar Rp 17.900 per kilogram, dan plastik PE sekitar Rp 43.900 per kilogram.
Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya operasional UMKM. Beberapa jenis kemasan kantong bahkan naik menjadi Rp 23 ribu, sementara sedotan mencapai Rp 10 ribu per pak. (Knu)