Lonjakan Harga Plastik Tekan UMKM, DPR Desak Pemerintah Cari Solusi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 14 April 2026
Lonjakan Harga Plastik Tekan UMKM, DPR Desak Pemerintah Cari Solusi

Ilustrasi kantong plastik. (Foto: Pexels/Anna Shvets)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kenaikan harga plastik kini menjadi sorotan tajam karena dinilai berpotensi menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo mendorong pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi lonjakan harga tersebut.

Menurut Yoyok, ketika harga plastik di tingkat pasar naik hingga dua kali lipat, dampaknya tidak hanya dirasakan pedagang bahan kemasan. Ribuan pelaku usaha mikro, industri rumahan, hingga sektor ekonomi kreatif juga ikut terdampak karena kemasan menjadi bagian penting dari nilai jual produk.

Politikus Partai NasDem itu menegaskan pemerintah tidak boleh diam dan menganggap persoalan ini sebagai hal biasa, mengingat efeknya dapat meluas ke berbagai sektor ekonomi.

“Pemerintah jangan hanya diam saja, karena ini tanggung jawab Negara. Di sini, Pemerintah dituntut untuk menunjukkan kepiawaian dalam meredakan beratnya kondisi ekonomi akibat konflik global,” jelas Yoyok kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/4).

Baca juga:

Gejolak Global Picu Kenaikan Harga Plastik, Pemerintah Segera Cari Solusinya

Ia mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret agar beban ekonomi masyarakat tidak semakin berat.

“Bagi saya, Pemerintah tidak cukup hanya dengan menekan harga BBM agar tidak naik. Pemerintah harus cari solusi efektif menghadapi tekanan ekonomi saat ini yang dihadapi rakyat,” ucapnya.

Yoyok mengingatkan bahwa hingga saat ini plastik masih menjadi kebutuhan penting yang sulit ditinggalkan oleh pelaku UMKM. Tanpa intervensi pemerintah, pelaku usaha akan dihadapkan pada pilihan sulit antara menaikkan harga produk atau menanggung lonjakan biaya produksi.

“Jangan sampai sektor UMKM yang menjadi roda penggerak ekonomi Negara harus terus tergerus, sementara Pemerintah justru lebih sibuk memajaki rakyatnya,” kata Yoyok.

Baca juga:

Pengusaha Mulai Naikkan Harga Akibat Harga Plastik Melambung

Sebagai informasi, harga plastik mengalami kenaikan signifikan antara 20 persen hingga 100 persen per April 2026 akibat gangguan pasokan.

Harga plastik PP (bening) kini mencapai sekitar Rp 68.900 per kilogram, plastik kresek sekitar Rp 17.900 per kilogram, dan plastik PE sekitar Rp 43.900 per kilogram.

Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya operasional UMKM. Beberapa jenis kemasan kantong bahkan naik menjadi Rp 23 ribu, sementara sedotan mencapai Rp 10 ribu per pak. (Knu)

#Ekonomi #DPR RI #Harga Plastik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Bantah Daya Beli Melemah, Hanya Pindah Pola Konsumsi
Sejumlah sektor usaha industri tradisional yang belum menjadi tulang punggung penyerapan lapangan kerja mengalami tekanan, namun aktivitas ekonomi bergeser ke sektor lain yang berkembang.
Alwan Ridha Ramdani - 18 menit lalu
Pemerintah Bantah Daya Beli Melemah, Hanya Pindah Pola Konsumsi
Berita Foto
BPS Catat Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen pada Triwulan III 2026
Rangkaian kereta LRT Jabodebek melintas jalur layang di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 05 November 2026
BPS Catat Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen pada Triwulan III 2026
Indonesia
Harga Emas Antam Menguat, Cek Daftar Terbaru 5 November 2026
Setelah sempat melemah pada pagi hari, harga emas Antam kembali naik pada pembaruan sore.
Dwi Astarini - Kamis, 05 November 2026
Harga Emas Antam Menguat, Cek Daftar Terbaru 5 November 2026
Indonesia
Lapor ke Presiden Prabowo, Menko Airlangga Klaim Fundamental Ekonomi RI masih Kuat
Hal itu tecermin dari ekspansi sektor manufaktur, surplus neraca perdagangan, serta pertumbuhan ekspor nasional.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Lapor ke Presiden Prabowo, Menko Airlangga Klaim Fundamental Ekonomi RI masih Kuat
Indonesia
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Besaran inflasi yang tercatat yakni 0,22 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Indonesia
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Selama periode setahun, kondisi inflasi tertinggi justru tertinggi berlangsung pada Februari 2026, yakni mencapai 4,76 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui proses pidana, tetapi juga harus menyasar izin usaha dan kewajiban pemulihan lingkungan.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Indonesia
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Mendesak penegakan hukum dilakukan hingga tuntas dengan menjatuhkan hukuman maksimal kepada pihak yang terbukti bersalah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Indonesia
Gatot Subroto Macet Parah, Imbas Tabrakan Tronton Depan Gedung DPR
Tabrakan truk tronton vs truk ringan patah as di depan DPR/MPR picu kemacetan panjang di Jalan Gatot Subroto arah Slipi. Cekkronologi resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Gatot Subroto Macet Parah, Imbas Tabrakan Tronton Depan Gedung DPR
Indonesia
60 Juta Orang bakal Kebagian Bansos, Pemerintah Pakai AI untuk Deteksi Penerima
Pemerintah ingin memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
60 Juta Orang bakal Kebagian Bansos, Pemerintah Pakai AI untuk Deteksi Penerima
Bagikan