Lokasi Longsor Gunung Galunggung Berbahaya, Dua Warga Masih Hilang
Anggota Tim SAR dari K 9 mencari korban yang diduga tertimbun material longsor tebing kawah Gunung Galunggung, di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (18/9). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
MerahPutih.com - Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Barat menyatakan lokasi pencarian dua korban bencana tanah longsor di kawasan wisata Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, berbahaya bagi tim gabungan sehingga menghambat proses pencarian.
"Lokasi pencarian korban longsor di sana (Gunung Galunggung) sangat berbahaya bagi keselamatan petugas," kata Kepala Basarnas Jawa Barat Slamet Riyadi usai menghadiri acara peluncuran buku bencana banjir bandang Sungai Cimanuk di Garut, Rabu (12/9).
Ia menuturkan, petugas gabungan termasuk dari Basarnas telah melakukan pencarian terhadap dua warga yang dilaporkan tertimbun tanah saat memburu burung di kawasan tebing Gunung Galunggung, Sabtu (16/9).
Kawasan tebing longsor itu, tambah dia, ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PMBG) sebagai zona merah atau berbahaya bagi manusia.
"Lokasi tanah longsor juga telah ditetapkan oleh PVMBG sebagai zona merah karena masih ada longsor susulan," katanya.
Ia menyampaikan, tim Basarnas terus berupaya melakukan pencarian korban longsor selama tanggap darurat atau tujuh hari sejak kejadian bencana longsor.
"Akan dilakukan pemantauan oleh anggota sampai tujuh hari masa tanggap darurat," kata Slamet.
Dua warga Kampung Kubang Eceng, Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, Tasikmalaya dilaporkan hilang di lokasi longsor tebing Gunung Galunggung, Sabtu (16/9).
Tim pencari sementara berhasil menemukan telepon seluler dan peralatan memburu burung yang diduga milik korban di sekitar lokasi longsor. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Akses Wisata Bromo dari Malang Longsor, Hanya Bisa Dilewati Roda 2
RM Salero Awak Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Aceh Tamiang Setelah Sebulan Lumpuh Total
11 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tetapkan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Inhu Diminta Mengikuti
Banyak Bupati 'Kabur' saat Aceh Hadapi Bencana Alam, Gubernur Mualem: Kalau Tak Mampu, Serahkan Jabatan!
Elit Saling Adu Opini soal Bencana Alam Sumatra, Bamsoet: Stop Saling Menyalahkan, Fokus pada Penanganan
Bahlil Ancam Cabut Izin Tambang Biang Kerok Banjir Sumatera
DPR Soroti Bencana Ekologis, Minta Satgas PKH Berani Ungkap Aktor Besar di Balik Penebangan
Korban Tembus 776 Jiwa, Penanganan Bencana di Sumatra Jadi Prioritas Nasional
Seribu Lebih Sekolah Hancur Usai Sumatera Diterjang Bencana, Kurikulum Bencana Didesak Masuk dalam RUU Sisdiknas