MerahPutih.com - Pemanfaatan teknologi digital merupakan salah satu kunci mendorong transformasi usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar bisa bersaing secara global.
"Pemerintah terus mendorong dan membantu UMKM dalam meningkatkan kualitas produk dan daya saing mereka," ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di Jakarta, Selasa (20/4).
Ia menegaskan, pelaku UMKM juga terus didorong untuk memanfaatkan teknologi digital agar dapat memperkuat posisi mereka tidak hanya di pasar domestik tetapi juga dapat memperluas hingga pasar ekspor global.
Baca Juga:
Digital Content Event 2021 Dukung Percepatan Ekonomi Digital Indonesia
Pelaku UMKM harus memiliki kemampuan literasi digital, baik keahlian dasar seperti pemasaran lewat platform daring maupun keahlian lanjutan seperti personalisasi produk yang memiliki target dan segmentasi.
"Menggunakan artificial intelligence adalah kemampuan yang mutlak perlu dikuasai oleh pelaku usaha di Indonesia," kata Menteri Lutfi.
Lutfi mengatakan, Indonesia mempunyai potensi pasar digital yang sangat besar. Bilai transaksi ekonomi digital di Indonesia diperkirakan akan mencapai Rp4.434 triliun rupiah di tahun 2030 atau setara dengan 16 persen nilai produk domestik bruto.
"Kita tidak boleh melewatkan peluang ini untuk menjadikan UMKM Indonesia berjaya di negeri sendiri dan mampu bersaing di pasar global," katanya.
Pemerintah, lanjut ia, terus berkomitmen menciptakan ekosistem transaksi perdagangan digital yang kondusif dan bersahabat agar tercipta perdagangan yang adil.
Sebelumnya, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki menyebut digitalisasi sebagai bagian penting penguatan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pandemi COVID-19 telah dijadikan sebagai momentum untuk mengakselerasi transformasi digital.
Selama pandemi COVID-19 ini, sudah ada penambahan 4 juta pelaku UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital, yang awalnya hanya 8 juta UMKM saat ini sudah ada 12,1 juta UMKM yang sudah terhubung dengan ekosistem digital atau sekitar 19 persen dari total populasi UMKM.
Teten menargetkan pada 2021 sebanyak 30 juta pelaku UMKM akan terhubung ke ekosistem digital. Di mana, target tersebut cukup ambisius. Namun melalui kolaborasi dan kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan terkait, target tersebut dapat terealisasi.
"Kami yakin kalau kita kerjasamakan, kita kolaborasikan bersama teman-teman di platform digital dan juga dengan daerah, dengan asosiasi dan lain sebagainya, ini saya kira bisa kita kejar target ini," ujarnya Teten dikutip Antara. (*)
Baca Juga:
Fokus Pada Ekonomi Digital, ASEAN Keluarkan Digital Masterplan 2025