Limbah Durian Bisa Jadi Alternatif Superkapasitor Listrik

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 01 April 2024
Limbah Durian Bisa Jadi Alternatif Superkapasitor Listrik

Durian bisa jadi alternatif penyimpan energi listrik. (Foto: Unsplash/Jonny Clow)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Para peneliti dari Universitas Sydney telah berhasil mengembangkan elektroda superkapasitor menggunakan limbah durian dan nangka, yang dapat menghasilkan penyimpanan energi yang efisien untuk pengisian daya listrik secara cepat.

Mereka memilih durian dan nangka karena memiliki luas permukaan dan porositas yang besar, kualitas yang penting dalam pembuatan superkapasitor. Penemuan ini telah dipublikasikan dalam Journal of Energy Storage.

Baca juga:

Ahli Gizi Bantah Mitos Durian Tinggi Kolesterol

Limbah durian, yang sering kali dianggap tidak menyenangkan karena bau khasnya, ternyata memiliki potensi besar untuk diubah menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

Tim peneliti berhasil mengubah biomassa durian dan nangka menjadi aerogel karbon yang ringan dan berpori. Prosesnya melibatkan perlakuan panas pada sampel buah dalam autoklaf Teflon dan karbonisasi pada suhu tinggi.

Hasilnya adalah elektroda superkapasitor yang dapat digunakan untuk penyimpanan energi. Penggunaan limbah organik sebagai bahan baku untuk superkapasitor merupakan alternatif yang menarik karena biaya yang lebih rendah dan keberlanjutan lingkungan.

Baca juga:

Perban Antibakteri dari Kulit Durian

Meski aerogel berbasis durian menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan aerogel berbasis nangka karena porositas dan luas permukaan yang lebih besar, keduanya merupakan pilihan yang murah dan efisien dibandingkan dengan superkapasitor konvensional.

Penelitian ini menunjukkan pentingnya mengembangkan teknologi penyimpanan energi yang berkelanjutan untuk menghadapi tantangan pemanasan global dan keterbatasan sumber daya fosil.

Superkapasitor berbasis limbah organik ini dapat menjadi solusi yang berpotensi untuk menghasilkan perangkat penyimpanan energi dengan efisiensi tinggi di masa depan. (waf)

Baca juga:

4 Mitos Kesehatan Tentang Buah Durian yang Buat Banyak Orang Gagal Paham

#Sains
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.

Berita Terkait

Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Lifestyle
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Jejak-jejak yang sebagian berdiameter hingga 40 sentimeter itu tersusun sejajar dalam barisan paralel.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Indonesia
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Founder dan Chairman Mayapada Group, Dato Sri Tahir, menemui Jokowi di Solo. Ia mengatakan, Museum Sains dan Teknologi diresmikan Maret 2026.
Soffi Amira - Jumat, 12 Desember 2025
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Bagikan