Lima Wanita yang Mengubah Teknologi Modern dan Sains

Fadhli Fadhli - Jumat, 16 Januari 2015
Lima Wanita yang Mengubah Teknologi Modern dan Sains

Lalu siapa yang akan menyangka bahwa seorang penemu wanita pada masa perang menemukan teknologi untuk menggagalkan upaya musuh dalam mengartikan pesan dan dapat diaplikasikan sampai sekarang ini?

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Internasional - Umumnya, wanita dianggap memiliki dampak terbesar pada keluarga mereka. Namun pengaruh wanita sering kali dapat lebih besar dari itu, walau pun tanpa banyak pengakuan. Tentu kalian masih jarang atau malah tidak pernah mendengar wanita yang telah memberikan kontribusi untuk teknologi modern dan pengaplikasian penemuan asli mereka yang memiliki efek gemilang di seluruh dunia sampai saat ini.

Baca juga: 10 Alasan Kenapa Harus Menggunakan Linux

Pada abad teknologi modern ini, hampir tak bisa terelakan bahwa kebanyakan orang tidak dapat terpisahkan dari gadget mereka. Banyak kegiatan sehari-hari dilakukan dengan gadget, mulai dari SMS hingga menonton video dari Youtube. Lalu siapa yang akan menyangka bahwa seorang penemu wanita pada masa perang menemukan teknologi untuk menggagalkan upaya musuh dalam mengartikan pesan dan dapat diaplikasikan sampai sekarang ini?

Berikut adalah lima orang wanita yang mampu mengubah teknologi dan ilmu pengetahuan modern.

 

1. Hedy Lamarr

Teknologi penyebar spektrum komunikasi ternyata juga diciptakan oleh seorang aktris bernama Hedy Lamarr selama Perang Dunia ke dua. Pada awalnya teknologi ini dirancang untuk mengubah frekuensi sinyal siaran ke interval sinyal tertentu yang sesuai, untuk mengirim pesan tanpa adanya risiko pesan itu akan diuraikan oleh musuh. Hari ini, teknologi itu memungkinkan orang untuk berbicara satu sama lain melintasi jarak yang luas tanpa menggunakan kabel dan tanpa interupsi.

 

2. Ada Byron

Merupakan seorang penulis dan ahli matematika berbakat. Ada Byron merupakan wanita pertama yang menyusun suatu algoritma untuk dapat diproses oleh Komputer. Dapat dikatakan berdasarkan catatannya bahwa algoritma yang diciptakannya sudah pasti akurat untuk diproses pada mesin komputer pertama yang umum ditemukan 1840-an. Dengan demikian, dirinya dianggap sebagai programmer komputer pertama di dunia.

 

3. Marie Curie

Seluruh dunia berterima kasih pada Marie Curie atas penemuannya, yaitu unsur polonium dan radium. Pada saat kedua elemen ini ditemukan, diketahui bahwa hasil campurannya, Uranium, adalah radioaktif. Sedikit pula orang yang tahu bahwa dirinya juga mengembangkan mesin X-Ray portabel. Dengan pekerjaan yang tak kenal lelah dengan bahan radioaktif yang menjadi faktor utama terhadap kematiannya, penemuannya ini telah menjadi lompatan besar di bidang medis.

 

4. Stephanie Kwolek

Penelitian Stephanie Kwolek dan pekerjaannya dengan rantai molekul yang panjang pada suhu minimal adalah dasar untuk pengembangan produksi bahan Kevlar, yaitu komponen utama pembuatan rompi antipeluru untuk kepentingan penegak hukum dan personil militer. Kevlar, yang merupakakn bahan dengan kekuatan lima kali kekuatan baja ini tidak diragukan lagi telah dapat menyelamatkan ratusan bahkan ribuan nyawa aparat militer sejauh ini.

 

5. Mary Anderson

Tentu kita sangat familiar dengan wiper kaca depan yang sangat berguna untuk mengalirkan air dikala hujan. Akan menjadi mustahil untuk berkendara dengan derasnya air hujan di kaca depan mobil. Pada tahun 1903, Mary Anderson sangat mengerti kebutuhan akan perangkat yang bisa mengurangi efek kabur pada kaca depan mobil saat menerjang hujan. Awalnya, wiper ciptaannya ditanggapi skeptis banyak orang, tetapi tiga belas tahun kemudian itu alatnya ini menjelma menjadi komponen yang lumrah ada di mobil. Sebelum adanya alat ini, pengendara harus mengeluarkan kepala mereka dari jendela mobil saat hujan agar dapat melihat ke depan dengan jelas.

 

 

Jangan lupa Follow Twitter Kami di @MerahPutihCom dan Like Juga Fanpage Kami di MerahPutihCom.

Berita lainnya:

Ingin Menjadi Spider-Man? Gecko Gloves dapat Mewujudkannya

Disney Beachbot Menambah Indahnya Acara Pantai Anda

Indi: Dock Ponsel Robotik yang Intuitif

#Sains #Teknologi Medis #Teknologi Modern
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Lensa Korektif Solusi Penanganan Miopia yang Bekerja saat Tidur
Lensa ini membantu meratakan bagian tengah kornea sehingga, saat dilepas di pagi hari, pengguna dapat melihat lebih jelas tanpa perlu kacamata atau lensa kontak sepanjang hari.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Lensa Korektif Solusi Penanganan Miopia yang Bekerja saat Tidur
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Bagikan