MERAHPUTIH.COM - MENICON Indonesia memperkenalkan teknologi lensa Orthokeratology lens (Ortho-K) sebagai solusi inovatif untuk koreksi penglihatan, khususnya bagi penderita miopia. Lensa ini dibuat dari material rigid gas permeable dengan tingkat transmisi oksigen tinggi, serta mengusung desain reverse geometry yang memungkinkan perubahan bentuk kornea secara sementara.
Teknologi Ortho-K bekerja dengan cara digunakan saat tidur di malam hari. Lensa ini membantu meratakan bagian tengah kornea sehingga, saat dilepas di pagi hari, pengguna dapat melihat lebih jelas tanpa perlu kacamata atau lensa kontak sepanjang hari. Pendekatan ini menjadikannya alternatif menarik dalam penanganan miopia, terutama bagi anak-anak dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.
“Lensa Ortho-K digunakan saat tidur pada malam hari untuk membantu meratakan bagian tengah kornea secara sementara, sehingga dapat mengoreksi miopia hingga tingkat tertentu,” jelas dr Tri Rahayu, SpM (K), FIACLE.
Baca juga:
Menurut data Kementerian Kesehatan, jutaan anak di Indonesia mengalami miopia. Jumlah tersebut terus meningkat seiring waktu. Kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti gangguan retina, glaukoma, hingga katarak jika tidak ditangani dengan tepat. Secara global, penelitian dari Brien Holden Vision Institute juga memprediksi, pada 2050, sekitar 50 persen populasi dunia akan mengalami miopia.
Dalam konteks tersebut, lensa Ortho-K menjadi salah satu opsi terapi yang semakin diperhatikan para dokter spesialis mata. Penggunaannya tetap harus melalui pemeriksaan dan resep dokter, guna memastikan keamanan serta efektivitas sesuai kondisi mata setiap pasien.
Melalui pengenalan teknologi ini, Menicon Indonesia berharap para tenaga medis semakin memahami manfaat Ortho-K sebagai metode koreksi penglihatan yang tidak hanya praktis, tetapi juga menawarkan pendekatan berbeda dalam mengelola miopia di tengah meningkatnya kasus gangguan refraksi.(Far)
Baca juga: