Lidah Berwarna Putih, Ada Apa?
Iustrasi lidah berwarna putih. (Foto: Unsplash/Hayes Potter)
TIDAK semua lidah putih terlihat sama persis, terkadang terlihat seperti lapisan putih tebal di lidah yang tetap menempel meski telah disikat. Warna putihnya bisa menutupi seluruh lidah hingga meninggalkan bagian belakang lidah, atau bisa juga muncul di bintik-bintik lidah.
Menurut pakar kesehatan di Cleveland Clinic, lidah putih bisa diserta bau mulut dan bau mulut akibat papila yang terangkat. Papila yang terangka menciptakan area permukaan yang lebih besar untuk makanan, plak, dan bakteri menumpuk di mulut yang menyebabkan bau mulut.
Baca juga:
Mengutip laman Health, sebagian besar lidah putih terjadi ketika bakteri, makanan, dan sel-sel kulit mati terperangkap di antara papila di permukaan lidah, sehingga menyebabkan papila membengkak, dan munculnya warna putih di lidah.
Selain itu, ada beberapa kemungkinan penyebab lain di balik lidah putih, seperti cedera lidah atau leukoplakia. Kondisi ini merupakan kondisi munculnya bintik-bintik putih tebal di lidah, sariawan, atau infeksi jamur yang terjadi di mulut. Infeksi bakteri menular seksual yang dapat meninggalkan lesi oral di beberapa area termasuk kanker lidah, bibir, dan mulut.
Menjaga kebersihan mulut bisa menjadi cara untuk mengatasi lidah putih. Namun, jika tidak hilangn dalam waktu seminggu, bisa menyebabkan rasa sakit yang begitu hebat sehingga sulit untuk minum, makan, atau berbicara. Bahkan jika muncul gejala demam, kamu bisa segera hubungi dokter gigi atau dokter perawatan primer.
Baca juga:
"Jika kamu melihat lesi putih yang mencurigakan di lidah, meskipun tidak menunjukkan gejala, ada baiknya kamu bertanya kepada dokter gigi," kata Michael Nguyen, spesialis dokter gigi di Los Altos, California.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, ada beberapa langkah yang dapat kamu membersihkan mulut, seperti menggunakan pasta gigi berfluoride, menyikat gigi dua kali sehari, dan membersihkan sela-sela gigi setiap hari.
Kemudian disarankan untuk konsultasi ke dokter gigi setahun sekali, hindari produk tembakau, dan batasi konsumsi minuman beralkohol. Jika kamu menderita diabetes, usahakan agar penyakitmu tetap terkendali. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya