Kesehatan

Lidah Berwarna Putih, Ada Apa?

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Sabtu, 23 Oktober 2021
Lidah Berwarna Putih, Ada Apa?

Iustrasi lidah berwarna putih. (Foto: Unsplash/Hayes Potter)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIDAK semua lidah putih terlihat sama persis, terkadang terlihat seperti lapisan putih tebal di lidah yang tetap menempel meski telah disikat. Warna putihnya bisa menutupi seluruh lidah hingga meninggalkan bagian belakang lidah, atau bisa juga muncul di bintik-bintik lidah.

Menurut pakar kesehatan di Cleveland Clinic, lidah putih bisa diserta bau mulut dan bau mulut akibat papila yang terangkat. Papila yang terangka menciptakan area permukaan yang lebih besar untuk makanan, plak, dan bakteri menumpuk di mulut yang menyebabkan bau mulut.

Baca juga:

Resep Kimchi ala Lidah Orang Indonesia

Lidah Berwarna Putih, Ada Apa?
Jaga kebersihan mulut dengan sering menggosok gigi. (Foto: Unsplash/Diana Polekhina)

Mengutip laman Health, sebagian besar lidah putih terjadi ketika bakteri, makanan, dan sel-sel kulit mati terperangkap di antara papila di permukaan lidah, sehingga menyebabkan papila membengkak, dan munculnya warna putih di lidah.

Selain itu, ada beberapa kemungkinan penyebab lain di balik lidah putih, seperti cedera lidah atau leukoplakia. Kondisi ini merupakan kondisi munculnya bintik-bintik putih tebal di lidah, sariawan, atau infeksi jamur yang terjadi di mulut. Infeksi bakteri menular seksual yang dapat meninggalkan lesi oral di beberapa area termasuk kanker lidah, bibir, dan mulut.

Menjaga kebersihan mulut bisa menjadi cara untuk mengatasi lidah putih. Namun, jika tidak hilangn dalam waktu seminggu, bisa menyebabkan rasa sakit yang begitu hebat sehingga sulit untuk minum, makan, atau berbicara. Bahkan jika muncul gejala demam, kamu bisa segera hubungi dokter gigi atau dokter perawatan primer.

Baca juga:

Bantu Atasi Pemanasan Global dengan Tanaman Lidah Mertua

Lidah Berwarna Putih, Ada Apa?
Hindari minuman beralkohol. (Foto: Unsplash/Michael Discenza)


"Jika kamu melihat lesi putih yang mencurigakan di lidah, meskipun tidak menunjukkan gejala, ada baiknya kamu bertanya kepada dokter gigi," kata Michael Nguyen, spesialis dokter gigi di Los Altos, California.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, ada beberapa langkah yang dapat kamu membersihkan mulut, seperti menggunakan pasta gigi berfluoride, menyikat gigi dua kali sehari, dan membersihkan sela-sela gigi setiap hari.

Kemudian disarankan untuk konsultasi ke dokter gigi setahun sekali, hindari produk tembakau, dan batasi konsumsi minuman beralkohol. Jika kamu menderita diabetes, usahakan agar penyakitmu tetap terkendali. (and)

Baca juga:

Sudah Remaja lalu Gigi Tanggal, Apa Bisa Tumbuh Lagi?

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan