Lawan Radikalisme, Menteri Tjahjo Ajak Anak Muda Jaga Kebinekaan

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 06 November 2017
Lawan Radikalisme, Menteri Tjahjo Ajak Anak Muda Jaga Kebinekaan

Mendagri Tjahjo Kumolo saat membuka Sarasehan Kebhinekaan di UGM, Senin (6/11). (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Dalam Negri Tjahhjo Kumolo mengatakan, terorisme dan radikalisme perlahan menggerus rasa toleransi di antara umat beragama dan berbeda suku dan etnis di Indonesia.

Menurut Tjahjo, radikalisme dan terorisme kini menjadi ancaman utama kebinekaan dan Pancasila Indonesia.

"Tantangan radikalisme serta terorisme perlu kita cermati. Ini adalah ancaman paling utama," kata Menteri Tjahjo saat menjadi pemicara inti dalam Seminar Pancasila dan Kebhinekaan di Balai Senat UGM Yogyakarta, Senin (6/11) .

Di depan ribuan mahasiswa, politikus PDIP tersebut mengajak segala elemen bangsa, termasuk generasi muda untuk berani melawan apa pun yang bisa mengacaukan kesatuan dan kebinekaan. "Kita harus berani lawan apa pun yang hendak mengubah ideologi bangsa di luar Pancasila," tegas Tjahjo.

Selain itu, kata Tjahjo, sikap kebinekaan harus lebih dihidupkan dan dipraktikkan kembali dalam kehidupan sehari-hari sebagai perekat bangsa.

"Kita mempunyai kebinekaan sebagai kekuatan pemersatu bangsa. Kebinekaan ini tidak bisa hanya menjadi semboyan, tapi harus dihidupi dan diresapi dalam sanubari bangsa Indonesia," tegas Tjahjo.

Pada kesempatan yang sama, tokoh keagamaan Buya Syafii Maarif mengajak bangsa Indonesia untuk lebih berani lagi melawan korupsi. Korupsi bisa dihilangkan jika nilai-nilai Pancasila diperkuat kembali.

"Bangsa Indonesia masih jadi bangsa yang besar karena punya Pancasila. Tapi implementasinya masih kurang. Jadi, masih banyak pejabat yang jadi pasien KPK," katanya.

Buya menilai, sampai sekarang Indonesia masih menjadi bangsa besar karena memiliki suasana batin yang menyenangkan dan memiliki ikon persatuan yang kuat yaitu Pancasila.

"Namun di sisi implementasi, bangsa Indonesia banyak kebobolan sehingga banyak pejabat yang menjadi pasien Komisi Pemberantasan Korupsi," katanya.

Buya Syafii juga memuji Presiden Jokowi yang dalam pemerintahannya memberikan perhatian besar di daerah luar Jawa, sehingga kemajuan infrastruktur dapat dirasakan.

Sebagai informasi, seminar Pancasila dan kebinekaan tersebut diselenggarakan atas kerja sama antara UGM, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), serta Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

Acara tersebut dihadiri ratusan tokoh penting negara dari sisi politik, agama, dan hukum di antaranya Buya Syafii Maarif, Jan Darmadi, IGK Manila, Mahfud MD, dan Jimly Asshidiqie. (*)

Artikel ini dibuat berdasarkan laporan Teresa Ika, kontributor Merahputih.com wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Simak pula artikel yang lain di: Taksi Konvensional Desak Dishub DIY Tetapkan Kuota Taksi Online

#Mendagri Tjahjo Kumolo #Radikalisme
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Indonesia
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri pun mengajak para pelajar untuk menjadi tangan kanannya bersama-sama polisi menjaga keamanan di Jakarta.
Wisnu Cipto - Senin, 17 November 2025
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Indonesia
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah
As SDM Kapolri, Irjen Anwar menyoroti munculnya fenomena “Polisi Cinta Sunah” (PCS)
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Oktober 2025
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah
Indonesia
BNPT Minta Ibu Lebih Berperan Tangkis Upaya Kelompok Radikal Rekrut Anak Muda Lewat Game Online
BNPT meminta para orang tua, khususnya para ibu, untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Oktober 2025
BNPT Minta Ibu Lebih Berperan Tangkis Upaya Kelompok Radikal Rekrut Anak Muda Lewat Game Online
Indonesia
Isi Konten Radikal Remaja Anggota ISIS di Gowa Terungkap, Aktif Sebarkan Propaganda
Isi konten radikal remaja anggota ISIS di Gowa ditangkap. Remaja itu aktif menyebarkan propaganda melalui media sosial dan membahas aksi bom bunuh diri.
Soffi Amira - Minggu, 25 Mei 2025
Isi Konten Radikal Remaja Anggota ISIS di Gowa Terungkap, Aktif Sebarkan Propaganda
Indonesia
Menteri Agama sebut Paham Radikal Susah Menyebar di Indonesia karena Pengaruh Budaya Maritim dan Heterogen
Menurut Nasarudin, budaya maritim terbiasa menghargai perbedaan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 April 2025
Menteri Agama sebut Paham Radikal Susah Menyebar di Indonesia karena Pengaruh Budaya Maritim dan Heterogen
Indonesia
Operasi Madago Raya Sulteng Temukan 4 Bom Rakitan dan Ratusan Amunisi
Satgas Operasi Madago Raya melibatkan 253 personel termasuk anggota TNI/Polri.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 Oktober 2024
Operasi Madago Raya Sulteng Temukan 4 Bom Rakitan dan Ratusan Amunisi
Indonesia
Penyebaran Radikal di Depan Mata, Semua Orang Bisa Direkrut ke Jaringan Teror
Tahapan paparan paham radikal dimulai dari kegagalan menyikapi perbedaan hingga berpotensi menjadi radikalisme.
Dwi Astarini - Kamis, 25 Juli 2024
Penyebaran Radikal di Depan Mata, Semua Orang Bisa Direkrut ke Jaringan Teror
Indonesia
Muhammadiyah Sebut Kontrol Tempat Ibadah oleh Pemerintah Picu Dampak Negatif
Zulfikar Sy - Jumat, 08 September 2023
Muhammadiyah Sebut Kontrol Tempat Ibadah oleh Pemerintah Picu Dampak Negatif
Indonesia
Mafindo Imbau Masyarakat Hindari Radikalisasi di Medsos
Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho mengingatkan warga untuk menghindari radikalisasi di media sosial dengan menerapkan metode berpikir kritis.
Mula Akmal - Jumat, 04 Agustus 2023
Mafindo Imbau Masyarakat Hindari Radikalisasi di Medsos
Bagikan