Taksi Konvensional Desak Dishub DIY Tetapkan Kuota Taksi Online

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 06 November 2017
Taksi Konvensional Desak Dishub DIY Tetapkan Kuota Taksi Online

Direktur Angkutan Darat dan Multimoda Kementerian Perhubungan Cucu Mulyana (tengah) di acara Sosialisasi Permenhub Taksi Online. (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Para sopir taksi online yang tergabung dalam Koperasi Pengemudi Taksi Argometer (Kopetayo) mendesak Dinas Perhubungan DIY untuk segera menetapkan besaran kuota taksi online.

Penasihat Kopetayo Sutiman menjelaskan, penetapan kuota sangat dibutuhkan untuk mencegah kemacetan di Yogyakarta.

"Tolong pemda tegas dan segera menentukan kuota. Kalau gak, jalanan Yogyakarta makin padet," kata Sutiman dalam Sosialisasi Peranturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum tidak dalam Trayek di Markas Besar Polda DIY, Senin (6/11).

Pihaknya juga meminta Pemda DIY untuk tegas menindak pengemudi taksi online yang tidak berplat Yogyakarta (AB) serta para PNS yang menggunakan mobil dinas menarik penumpang dengan embel-embel taksi online.

"Saya dan teman-teman pernah lihat ada mobil plat merah yang jadi driver online narik penumpang. Ada juga anggota polisi, militer yang jadi sopir taksi online. Mereka tolong ditertibkan. Kami menunggu Ditlantas menindak tegas," tegas Sutiman.

Dalam acara yang sama, Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo mengatakan, pihaknya akan menentukan besaran kuota taksi online pada rapat esok hari. "Besok sudah akan dibahas (kuota taksi online). Semakin cepat ada kuota semakin bagus," kata Sigit.

Pihaknya tak mau gegabah dan terburu-buru. Sebab, penentuan kuota dilakukan dengan melihat hasil kajian akademisi dan peneliti akan kebutuhan transportasi umum secara keseluruhan di DIY dalam lima tahun ke depan.

Selain itu, pihaknya turut menampung aspirasi dari pengemudi taksi online dan konvensional dalam membuat formulasi penentuan kuota.

Direktur Angkutan Darat dan Multimoda Kementerian Perhubungan Cucu Mulyana meminta pemerintah daerah untuk segera menentuan kuota taksi online.

Pemda DIY diberi waktu tiga bulan hingga Februari 2018 untuk menghitung besaran kuota angkutan umum. Usai ditentukan, Dishub diminta mengumumkan pada masyarakat berapa kebutuhan kendaraan di DIY untuk beberapa tahun ke depan. (*)

Artikel ini dibuat berdasarkan laporan Teresa Ika, kontributor Merahputih.com wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Simak pula artikel yang lain di: Alasan Sopir Taksi 'Online' Yogyakarta Tolak Permenhub

#Taksi Online #Yogyakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Viral Seorang Taksi Online Dibegal dan Ditusuk, Polisi Tangkap Pelaku
Modus operandi pelaku bermula saat AA meminta tolong kepada seorang saksi di perempatan Ciledug untuk memesankan taksi daring.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Viral Seorang Taksi Online Dibegal dan Ditusuk, Polisi Tangkap Pelaku
Indonesia
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Setelah hasil pemeriksaan oleh tim lapangan menyatakan semua lintas dan jalur KA aman, seluruh kereta api telah melanjutkan perjalanannya kembali.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Indonesia
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
QS Best Student Cities 2027 menempatkan Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya dalam 10 kota dengan biaya studi termurah dunia. Jakarta juga masuk daftar kota pelajar terbaik global.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Berita Foto
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Presiden Prabowo Subianto mendampingi Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat mengunjungi Candi Prambanan di DI Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 08 Juli 2026
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Indonesia
Gojek Terapkan Aturan Tegas Biaya Pembatalan GoCar Rp 3 Ribu, Simak Nih Aturan Mainnya
Pihak aplikator tetap menyediakan ruang perlindungan bagi konsumen agar tidak merasa dirugikan secara sepihak
Angga Yudha Pratama - Senin, 29 Juni 2026
Gojek Terapkan Aturan Tegas Biaya Pembatalan GoCar Rp 3 Ribu, Simak Nih Aturan Mainnya
Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Bagikan