Alasan Sopir Taksi 'Online' Yogyakarta Tolak Permenhub

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 31 Oktober 2017
Alasan Sopir Taksi 'Online' Yogyakarta Tolak Permenhub

Ratusan sopir taksi online berdemo di depan DPRD DIY. (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ratusan pengemudi taksi online yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Online Jogja (PPOJ) menggelar aksi demo menolak revisi Peraturan Menteri Perhubungan tentang Angkutan Sewa Khusus.

Ratusan sopir tersebut mendatangi kantor DPRD DIY di Jalan Malioboro untuk menyampaikan aspirasi mereka. Setidaknya, ada tiga hal yang ditolak dalam revisi Permenhub no 108 tahun 2017 tersebut.

Ketua Paguyuban PPOJ Muchtar Ansori menjelaskan, para sopir menolak pembentukan badan usaha atau koperasi bagi pengemudi taksi online.

Pembentukan koperasi atau badan usaha ini dinilai sebagai upaya mempersulit masyarakat untuk membuat suatu usaha. Padahal, menurut Muchtar, taksi online adalah bentuk ekonomi kreatif masyarakat berbasis aplikasi.

"Pembentukan koperasi, di mana harus ada minimal lima mobil pengemudi di dalamnya sangat mematikan semangat ekonomi kreatif. Prosedur pengurusan izin sulit. Padahal Presiden Jokowi tengah mendukung perkembangan ekonomi kreatif," kata Ansori di depan DPRD DIY, Selasa (31/10).

PPOJ juga keberatan dengan kewajiban pemasangan stiker besar di kaca mobil sebagai pertanda mobil tersebut adalah taksi online.

Menurutnya, taksi online tak butuh penanda karena juga merupakan mobil pribadi. Penumpang cukup membuka aplikasi untuk mengetahui keberadaan taksi online.

"Penempelan stiker besar di taksi, menghilangkan privilege masyarakat sebagai pengguna transportasi berbasis aplikasi,” katanya.

Terakhir, terkait tarif batas atas dan batas bawah. PPOJ menilai pemerintah tak perlu menentukan tarif tersebut dan sebaiknya diserahkan pada mekanisme pasar.

Ia juga mengkritisi langkah pemerintah yang tidak melibatkan langsung perwakilan taksi online saat menentukan tarif. "Tarif diserahkan saja pada mekanisme pasar. Biarkan saja masyarakat yang memilih,” tandasnya.

Ratusan pengemudi turut mendesak perusahaan penyedia aplikasi untuk lebih memerhatikan para pengemudi dan lebih berperikemanusiaan memperlakukan pengemudi.

Salah seorang anggota PPOJ Nursetyo menjelaskan, selama ini perusahaan terkesan abai pada kesehatan dan keselamatan pengemudi dengan tidak memberikan asuransi dan perlindungan.

"Kami ini mitra, bukan budak teknologi. Setiap hari bahaya mengintai kami di jalan. Kami butuh asuransi atau perlindungan kami," kata Nursetyo.

Pantauan Merahputih.com, aksi demo dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Para sopir berkumpul di Masjid Syuhada dan parkiran Abu Bakar Ali di Kota Baru.

Mereka kemudian melakukan long march dari Kota Baru menuju kantor DPRD DIY. Kehadiran ratusan sopir tersebut, membuat jalan di Malioboro ditutup satu jalur. (*)

Artikel ini dibuat berdasarkan laporan Teresa Ika, kontributor Merahputih.com wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Simak pula artikel yang lain di: Salut, Mahasiswi Difabel ini Raih Rekor Renang di ASEAN Para Games!

#Taksi Online #Aksi Massa
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Sopir Taksi Online Perkosa Penumpang Wanita saat ke Bandara Soetta, Diduga Pakai Narkoba
Sopir taksi online memperkosan penumpang wanita saat ke Bandara Soetta. Sang sopir diduga pakai narkoba.
Soffi Amira - Selasa, 25 November 2025
Sopir Taksi Online Perkosa Penumpang Wanita saat ke Bandara Soetta, Diduga Pakai Narkoba
Indonesia
Autopsi RS Polri Pastikan Sopir Taksi Online Tewas 2 Hari Sebelum Ditemukan di Tol Jagorawi
Pelaku perampokan dan pembunuhan sopir taksi online sudah berhasil diringkus di kawasan Ciamis Jawa Barat.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 November 2025
Autopsi RS Polri Pastikan Sopir Taksi Online Tewas 2 Hari Sebelum Ditemukan di Tol Jagorawi
Indonesia
Mayat Korban Dibuang di Tol Jagorawi, Begal Sadis Taksi Online Ditangkap di Ciamis
Pelaku ditangkap di wilayah Ciamis, Jawa Barat. Namun, polisi belum bersedia mengungkap detail identitas pelaku ke publik.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 November 2025
Mayat Korban Dibuang di Tol Jagorawi, Begal Sadis Taksi Online Ditangkap di Ciamis
Indonesia
Sopir Taksi Online Depok Tewas Dibuang di Tol Jagorawi, Mobilnya Dibawa Kabur
Mobil yang biasa dipakai korban Ujang untuk bekerja sebagai sopir taksi online itu turut dibawa kabur pelaku pembunuhan.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 November 2025
Sopir Taksi Online Depok Tewas Dibuang di Tol Jagorawi, Mobilnya Dibawa Kabur
Indonesia
Mayat Driver Taksi Online di Pinggir Tol Jagorawi Diduga Dibunuh Setelah Dirampok
Korban diketahui bernama Ujang Adiwijaya, warga Depok, yang tercatat bekerja sebagai driver taksi online.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 November 2025
Mayat Driver Taksi Online di Pinggir Tol Jagorawi Diduga Dibunuh Setelah Dirampok
Berita Foto
Aksi Mahasiswa Gelar Rapat Dengar Pendapat Warga di Gedung DPR Jakarta
Pengunjuk rasa melakukan aksi teaterikal dengan membentangkan poster aspirasi dan memasang kursi kosong saat aksi bertajuk Rapat Dengar Pendapat Warga di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/10/2025).
Didik Setiawan - Senin, 06 Oktober 2025
Aksi Mahasiswa Gelar Rapat Dengar Pendapat Warga di Gedung DPR Jakarta
Indonesia
Demo Ojol 17 September 2025 di Istana dan DPR, Massa Tuntut Pencopotan Menteri Perhubungan
Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia menilai sejak Dudy diangkan menjadi Menhub, kinerja kementerian mengalami kemunduran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 16 September 2025
Demo Ojol 17 September 2025 di Istana dan DPR, Massa Tuntut Pencopotan Menteri Perhubungan
Indonesia
Kondisi Nepal Memanas akibat Kerusuhan, Kemlu Jamin 134 WNI Tak Ada yang Jadi Korban
KBRI Dhaka turut berkoordinasi dengan otoritas Nepal untuk membantu WNI.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 September 2025
Kondisi Nepal Memanas akibat Kerusuhan, Kemlu Jamin 134 WNI Tak Ada yang Jadi Korban
Indonesia
DPRD DKI Awasi Perbaikan Fasilitas Rusak Akibat Kericuhan, Pastikan Tak Melenceng dari Tenggat Waktu
Perbaikan fasilitas umum yang terdampak kericuhan ditargetkan rampung pada 8 September 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 September 2025
DPRD DKI Awasi Perbaikan Fasilitas Rusak Akibat Kericuhan, Pastikan Tak Melenceng dari Tenggat Waktu
Indonesia
Pelaku Aksi Anarkis Terbukti Pakai Narkoba sebelum Merusuh saat Demonstrasi, Polisi: Untuk Tambah Motivasi dan Hilangkan Rasa Takut
Polisi melakukan tes urine terhadap 337 orang yang diamankan saat demonstrasi di depan Gedung MPR/DPR.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 September 2025
Pelaku Aksi Anarkis Terbukti Pakai Narkoba sebelum Merusuh saat Demonstrasi, Polisi: Untuk Tambah Motivasi dan Hilangkan Rasa Takut
Bagikan