Lawan Inflasi, The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga ke-11

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Juli 2023
Lawan Inflasi, The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga ke-11

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menghadiri konferensi pers di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 3 Mei 2023. ANTARA/Xinhua/Liu Jie

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Setelah menghentikan kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan lalu atau semenjak sepuluh kenaikan berturut-turut sejak Maret 2022. Federal Reserve AS, kembali naikkan suku bunga.

Pada Rabu (26/7/2023) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke kisaran 5,25-5,5 persen, level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, untuk melawan inflasi.

Baca Juga:

Inflasi Diprediksi Lambungkan Harga Jual iPhone 15 Pro Series

Ini adalah kenaikan suku bunga ke-11 sejak The Fed memulai kampanye kenaikan suku bunga yang agresif pada Maret 2022, membawa suku bunga dana federal ke level tertinggi sejak awal 2001.

"Indikator baru-baru ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi telah berkembang pada kecepatan yang moderat. Perolehan pekerjaan telah kuat dalam beberapa bulan terakhir, dan tingkat pengangguran tetap rendah. Inflasi tetap tinggi," tulis Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

FOMC berusaha untuk mencapai pekerjaan maksimum dan inflasi pada tingkat 2,0 persen dalam jangka panjang.

Untuk mendukung tujuan ini, komite memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 5,25-5,50 persen.

FOMC mengatakan akan terus mengurangi kepemilikannya atas sekuritas pemerintah dan utang agensi serta sekuritas yang didukung hipotek agensi, seperti yang dijelaskan dalam rencana yang diumumkan sebelumnya.

"Komite sangat berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke target 2,0 persen," tambahnya.

Indikator ekonomi terbaru menunjukkan indeks harga konsumen AS melambat menjadi 3,0 persen tahun ke tahun pada Juni, terendah sejak Maret 2021, tetapi masih di atas kisaran target bank sentral sebesar 2,0 persen.

Baca Juga:

Gejolak Harga Pangan Berikan Berikan Dorongan Inflasi 1,2 Persen

#The Fed #Inflasi #Pemulihan Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
BPS Sebut Harga Beras Picu Inflasi, Harga Eceran Capai Rp 15.765 per Kilogram
Pada tempat penggilingan, harga rata-rata harga beras naik 0,26 persen secara bulanan (MtoM), dan 6,89 persen secara tahunan.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
BPS Sebut Harga Beras Picu Inflasi, Harga Eceran Capai Rp 15.765 per Kilogram
Indonesia
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Besaran inflasi yang tercatat yakni 0,22 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Indonesia
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Selama periode setahun, kondisi inflasi tertinggi justru tertinggi berlangsung pada Februari 2026, yakni mencapai 4,76 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Sebanyak 292 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH cabai merah pada minggu pertama Oktober. Sementara itu, cabai rawit tercatat mengalami kenaikan di 259 kabupaten/kota.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Indonesia
Efek Domino The Fed Meluas, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Makin Loyo
Penasaran kenapa nilai tukar rupiah hari ini kembali anjlok terhadap dolar AS? Cek analisis lengkap efek suku bunga The Fed dan prediksi pergerakan kurs rupiah di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
Efek Domino The Fed Meluas, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Makin Loyo
Indonesia
The Fed Resmi Naikkan Suku Bunga Akibat Efek Perang Iran, Cicilan Kredit dan KPR Siap-Siap Meroket!
Kabar mengejutkan! The Fed resmi menaikkan suku bunga akibat lonjakan inflasi imbas perang di Iran. Cek dampaknya buat cicilan KPR dan ekonomi global di sini.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
The Fed Resmi Naikkan Suku Bunga Akibat Efek Perang Iran, Cicilan Kredit dan KPR Siap-Siap Meroket!
Indonesia
RAPBN 2027: Pemerintah Patok Harga Minyak USD 75 per Barel, Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Pemerintah mematok asumsi harga minyak mentah Indonesia USD75 per barel dalam RAPBN 2027. Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
RAPBN 2027: Pemerintah Patok Harga Minyak USD 75 per Barel, Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Indonesia
Indonesia Alami Deflasi di Bulan Juli 2026, Pendorong Inflasi Harga Bensin dan Biaya Sekolah
Kelompok pendidikan juga mengalami inflasi sebesar 0,55 persen, terutama akibat kenaikan biaya sekolah dasar (SD), taman kanak-kanak (TK), dan bimbingan belajar pada awal tahun ajaran baru.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Indonesia Alami Deflasi di Bulan Juli 2026, Pendorong Inflasi Harga Bensin dan Biaya Sekolah
Indonesia
BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.083 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa. Pelemahan dipengaruhi transisi kepemimpinan BI dan ekspektasi kebijakan The Fed.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!
Bagikan