Harga Emas Perhiasan Picu Lonjakan Inflasi RI, Tertinggi dalam 26 Bulan
Perhiasan emas. (MP/Didik)
MerahPutih.com - Tren lonjak harga emas perhiasan belakangan ini menjadi pemicu kenaikan inflasi bulanan (month-to-month/mtm) Indonesia pada Oktober 2025 mencapai 11,97 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi Oktober 2025 itu jadi kenaikan tertinggi dalam 26 bulan terakhir!
“Komoditas yang memberikan andil terbesar pada kelompok ini adalah komoditas emas perhiasan,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Selasa (4/11).
Baca juga:
Indonesia Inflasi 0,28 di Oktober, Sumut Alami Inflasi Tertinggi Capai 4,97 Persen
Namun, Pudji menjelaskan tren naiknya harga emas ini bukan hal baru karena sudah terjadi selama 26 bulan berturut-turut.
Menurut dia, situasi saat ini menandakan permintaan yang terus tinggi sekaligus pengaruh kuat dari harga emas global yang juga cenderung meningkat.
Selain emas, BPS juga mencatat adanya pengaruh dari sektor energi terhadap inflasi, khususnya pada kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
Baca juga:
“Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,74 pada September 2025 menjadi 109,04 pada Oktober 2025,” tandas pejabat BPS itu, dilansir Antara. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
BPS Laporkan Rata-Rata Upah Buruh Pada 2025 Sebesar Rp 3,33 Juta Rupiah
147,9 Juta Orang Indonesia Telah Bekerja, 38,81 Persen Berstatus Sebagai Buruh
BPS Catat Ledakan Serapan Tenaga Kerja Baru di Indonesia, Sektor Makanan Minuman Jadi Primadona
Harga Emas 5 Februari 2026: Galeri24, Antam dan UBS, Mana Lebih Murah?
BPS Laporkan Jumlah Penduduk Miskin dan Ketimpangan Turun Tipis di 2025
Sepanjang 2025 Ekonomi Tumbuh 5,11 Persen, Jawa Masih Mendominasi
Harga Emas 3 Februari 2026: Galeri24 dan UBS Kompak Merosot, Mana Lebih Murah?
Harga Emas 2 Februari 2026: Galeri24 vs UBS, Mana Lebih Murah?
Pemerintah Janji Jaga Inflasi Harga Bergejolak Tidak Melebihi 5 Persen
Hari Ini Harga Emas Pegadaian Meroket, UBS segram Hampir Tembus Rp 3 Juta