Pemerintah Janji Jaga Inflasi Harga Bergejolak Tidak Melebihi 5 Persen
Ilustrasi (Pemprov DKI Jakarta)
MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 2,92 persen sepanjang 2025.
Sedangkan inflasi bulanan dan inflasi tahunan pada Desember 2025 masing-masing sebesar 0,64 persen month-to-month (mtm) dan 2,92 persen year-on-year (yoy).
Inflasi harga bergejolak tercatat sebesar 6,21 persen, inflasi harga diatur pemerintah 1,93 persen, dan inflasi inti (core inflation) tercatat stabil pada level 2,38 persen.
Pemerintah bakal menjaga inflasi harga bergejolak (volatile food) untuk tetap terkendali pada rentang 3 persen hingga 5 persen.
Baca juga:
Update Harga Pangan Nasional 2 Januari: Cabai Rawit Merah Makin 'Pedas', Telur Ayam Ras Ikut Naik
“Pemerintah melihat volatile food, yaitu makanan, terus kami jaga di kisaran 3 sampai dengan 5 persen,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat di Jakarta, Kamis (29/1).
Dalam upaya menjaga itu, Airlangga bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mempererat sinergi agar koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus terjaga.
Sinergi itu bakal difokuskan untuk pengadaan pasokan pangan antarwaktu dan wilayah, peningkatan produktivitas dan pembiayaan, serta kelancaran logistik untuk beberapa komoditas, seperti bawang merah, bawang putih, dan beras.
Menyoal logistik pangan, pemerintah berencana memfasilitasi kebutuhan antarwilayah, termasuk menyeimbangkan pasokan dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan.
Secara paralel, inflasi harga diatur pemerintah (administered price) terhadap berbagai bahan pangan juga akan dikendalikan.
“Pemerintah juga terus mendorong di daerah bencana untuk dukungan infrastruktur dan logistik agar kita bisa menjaga (inflasi). Dan tadi disampaikan bahwa di daerah tersebut inflasi sudah mulai turun,” ujar Airlangga.
Dengan demikian, pemerintah berkomitmen menjaga inflasi sesuai dengan target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yaitu sebesar 2,5 plus minus 1 persen.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Pemerintah Janji Jaga Inflasi Harga Bergejolak Tidak Melebihi 5 Persen
Harga Bawang Putih Melonjak, Kemendag Janji Barang Impor Segera Masuk
Satgas Pangan Pastikan Tindak Pedagang Jual Kebutuhan Pokok di Atas HET
Beras Wajib Satu Harga di Seluruh Indonesia, Bulog Dapat Margin 7 Persen
Pemerintah Perpanjang Stabilisasi Harga Beras Sampai Akhir Januari 2026
Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar Tahun 2025 di Indonesia
Di Hadapan Petani Prabowo Bicara Soal Tuduhan Bakal Jadi Diktator dan Ambisi Berkuasa
Update Harga Pangan Nasional 2 Januari: Cabai Rawit Merah Makin 'Pedas', Telur Ayam Ras Ikut Naik
Update PIHPS 1 Januari 2026: Semua Kompak Naik! Harga Cabai, Bawang, Hingga Telur Ayam Bikin Dompet Menjerit
Update Harga Komoditas Pangan Jumat (26/12): Cabai Rawit Merah Makin 'Pedas' di Kantong!