Kurangi Konsumsi Sosis, Mulai Hidup Sehat
Sosis adalah jenis makanan olahan yang umumnya memiliki kandungan garam yang tinggi. (Pixabay/Dreblow)
APAPAUN makanannya bila dikonsumsi berlebihan akan berdampak negatif pada tubuh. Alasan rasa yang enak membuat orang tak henti memakan sesuatu yang disukainya. Contoh sosis yang tak berdampak negatif dalam takaran konsumsi normal.
Sosis termasuk dalam makanan olahan yang sebagian besar kandungannya menggunakan bahan tambahan. Kemudian memiliki kadar lemak, gula, dan garam yang tinggi.
Baca Juga:
Alodokter melansir, sosis merupakan jenis makanan olahan dari daging sapi atau ayam yang dikemas dengan pembungkus berbahan usus sapi, ataupun pembungkus sintesis yang diberi tambahan bumbu. Walaupun sosis berasal dari olahan daging segar, proses pengolahan sosis tidak lepas dari adanya penambahan zat aditif, terutama nitrat dan nitrit. Keduanya memiliki fungsi untuk mengawetkan makanan agar dapat lebih tahan lama.
Sayangnya kandungan itu berdampak negatif bagi kesehatan. Seperti sosis adalah jenis makanan olahan yang umumnya memiliki kandungan garam yang tinggi. Maka tak mengherankan bila kamu mengonsumsi berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah meningkat dan memicu hipertensi.
Kemudian sosis memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Jika kamu terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, dapat memicu peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Bahkan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
Baca Juga:
Pun obesitas dapat dialami oleh pengonsumsi sosis berlebih, ini karena tingginya kalori dalam sosis. Menurut para ahli, sosis merupakan makanan tinggi kalori, tetapi mengandung sedikit nutrisi. Yang berikutnya adalah diabetes. Penelitian mengungkapkan bahwa sodium nitrat yang terkandung dalam daging olahan dapat memicu penyempitan pembuluh darah dan berdampak pada peningkatan kadar gula darah. Kondisi ini membuat kamu lebih berisiko mengalami diabetes.
Tak urung muncul kanker, terutama kanker usus besar. Ini dapat terjadi karena adanya kandungan senyawa kimia dalam sebagian besar usus yang bersifat karsinogen, yaitu zat yang memicu kanker.
Untuk kamu yang sangat menyukai makanan ini, kamu bisa mengolah sosis sendiri dari bahan-bahan alami tanpa bahan pengawet dengan sedikit garam dan gula. Misalnya, membuat sosis ala vegetarian yang terdiri dari kombinasi tahu, kacang-kacangan, dan sayuran. (zvw)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya