Kualitas Air Sungai Citarum Diklaim Membaik
Situ Cisanti. (Foto: MP/Humas Citarum Harum)
MerahPutih.com - Pengelolaan Sungai Citarum dibahas pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia COP26 yang digelar di Venue Indonesia Pavilion at COP 26 - UNFCCC, Glasgow, Skotlandia, Selasa (2/11).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akan mempresentasikan perkembangan Sungai Citarum. Ridwan Kamil akan menjadi salah satu panelis dalam dialog yang bertema “Panel Dialogue: Scaling Up Governance and Collaborative Actions In Combinating Marine Plastic Litter Towards Climate Actions In Indonesia.”
Baca Juga:
Dijuluki Sungai Terkotor, Ridwan Kamil Akan Beberkan Kondisi Citarum di COP 26
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Prima Mayaningtias, gubernur akan mempresentasikan mengenai Implementasi Pengelolaan Sampah Plastik Laut dan Sampah Terpadu, Melalui Pendekatan Terpadu dari Hulu ke Hilir: Pembelajaran dari Program Restorasi Sungai Citarum.
"Pak Gubernur akan memaparkan hal itu setelah sebelumnya Pak Menko Marves menyampaikan tentang Kemajuan Implementasi Rencana Aksi Nasional Pengurangan Sampah Plastik Laut dan aksi kolaboratif dengan durasi yang diberikan itu selama 15 menit," ujar Prima.
Diharapkan presentasi Gubernur dan Menko Marves, dunia akan tahu komitmen Indonesia dalam upaya-upaya perbaikan untuk perubahan atau penurunan emisi gas CO2 melalui program Citarum Harum yang terletak di Jawa Barat.
Sungai Citarum membentang sepanjang 270 kilometer dan merupakan yang terpanjang di Jawa Barat. Air Citarum berumber dari tujuh mata air di kaki Gunung Wayang yang berkunpul di Situ Cisanti, Kabupaten Bandung. Citarum bermuara di Muara Gembong Bekasi menuju Laut Jawa.
Citarum pernah dijuluki sebagai sungai terkotor dan terjorok di dunia. Namun dengan program Citarum Harum dan kolaborasi berbagai pihak di mana Ridwan Kamil ditunjuk sebagai Ketua Satgas, kualitas air sungai membaik dari asalnya cemar berat menjadi cemar ringan dalam tempo tiga tahun.
Prima menegaskan, dari KTT Pemimpin Dunia COP26 Indonesia dapat berbagi pembaruan dan kemajuan pencapaian target nasional. Pemerintah juga dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan negara lain dalam aksi kolaboratif memerangi sampah plastik laut.
Hal yang yang dibidik adalah bertukar pandangan tentang tata kelola dan prioritas kebijakan sampah plastik laut, dan identifikasi potensi kerja sama lintas pemangku kepentingan untuk meningkatkan pengembangan kebijakan dan mempercepat pencapaian target nasional.
Tak hanya dari Indonesia, KTT hadiri Menteri Lingkungan Hidup Denmark, Chairman of Minderoo Foundation. Chairwoman of Indonesia National Plastic Action Partnership (NPAP). Deputy Director General for Southeast Asia at Asian Development Bank (ADB) dan Direktur KFW. (Imanha/Jawa Barat)
Baca Juga:
Berkunjung ke Situ Cisanti, Hulu Sungai Citarum di Desa Tarumajaya
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Kenaikan Temperatur Muka Bumi makin Cepat, Picu Kejadian Cuaca Ekstrem
Pemerintahan Donald Trump akan Bubarkan NCAR, Sebut Pebuhan Iklim hanya Tipuan
Warga Bantaran Citarum Direlokasi, Pemerintah Berikan Uang Kontrak Rumah 1 Tahun
Citarum Meluap Ditambah Rob, Banjir Libas Ratusan Rumah di Karawang
Banjir Bandang di Sumatra, Presiden Perintahkan Pemda Siap Hadapi Perubahan Iklim
Banjir dan Longsor di Sumatra, Wakil Ketua MPR RI: Alarm Krisis Lingkungan Indonesia
Penggemar K-Pop Curi Perhatian di COP30 Brasil, Tunjukkan Aksi Peduli Iklim
Indonesia Raih Rp 7 Triliun Dari Perdagangan Karbon di COP30 Brasil
Setiap Hari Ada 67 Ribu Orang Meninggalkan Rumah Akibat Bencana Dari Perubahan Iklim
Pavilion Indonesia Dibangun di COP30, Targetkan Bawa Rp 16 Triliun Dari Perdagangan Karbon