KSAL Jelaskan Tujuan Pembentukan Komando Armada RI

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 04 Februari 2022
KSAL Jelaskan Tujuan Pembentukan Komando Armada RI

KSAL Laksamana Yudo Margono usai meresmikan Komando Armada RI, di Mako Koarmada I, Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (3/2). ANTARA/Syaiful Hakim.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pembentukan Komando Armada RI yang baru diresmikan bertujuan untuk menghadapi tantangan dan ancaman di perairan Indonesia, termasuk situasi di Laut China Selatan (LCS).

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengeakui bahwa sudah bukan rahasia lagi bahwa situasi di LCS akan menjadi tantangan bersama.

Pembentukan Koarmada RI sangat diperlukan karena ada beberapa wilayah "trouble spot" di wilayah barat. Sebut saja Laut Natuna, Selat Malaka, Selat Singapura, serta perbatasan dengan India.

"Dan di timur ada di Ambalat, Pasifik, kemudian di Laut Arafuru. Sehingga dengan adanya berbagai tantangan-tantangan ini Koarmada RI dibentuk," jelas Yudo usai meresmikan pembentukan Koarmada RI di Dermaga Koarmada I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (3/2).

Baca Juga

KSAL Angkat Suara Soal Dugaan Prajuritnya Terlibat Pengiriman TKI Ilegal

Yudo mengatakan, Koarmada RI merupakan Komando Utama Operasional yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI dan Komando Utama Pembinaan yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada KSAL yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 tahun 2019 dan Peraturan Panglima TNI Nomor 23 tahun 2021 serta Peraturan Kepala Staf Angkatan Laut Nomor 3 tahun 2022.

Ia juga mengukuhkan dan mengambil sumpah Laksamana Madya (Laksdya) TNI Agung Prasetiawan sebagai Panglima Koarmada RI yang pertama.

Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan keputusan Panglima TNI Nomor Keputusan 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI.

Dalam melaksanakan fungsi organisasi, Pangkoarmada RI dibantu oleh Kepala Staf yang mengkoordinasikan tugas-tugas unsur pembantu pimpinan yang terdiri dari Inspektur, Kapok Sahli dan para Asisten, serta unsur pelayanan dan unsur badan pelaksana.

Baca Juga

KSAL Heran Media Luar Selalu Memojokkan Aksi Penindakan Kapal Asing

Sedangkan unsur pelaksana operasi dan pembinaan, Pangkoarmada RI membawahi Pangkoarmada I, Pangkoarmada II Pangkoarmada III, Dankoopskasel (satuan kapal selam), Dankoppeba, Dankolat, Dansatud, Dansatmar serta Dandenintel.

Sebagai kotama operasional dan pembinaan, yang wilayah kerjanya terbentang dari dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas hingga Pulau Rote, Koarmada RI memiliki tiga Koarmada yang bertanggung jawab membina dan mengoperasionalkan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari kapal perang (KRI), pesawat udara, Marinir dan pangkalan.

Komando Armada I yang berkedudukan di Jakarta dipimpin oleh Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah bertanggung jawab atas pembinaan dan operasional komandonya diwilayah Perairan Barat Indonesia yang terbentang dari Utara ke Selatan yang ditandai oleh garis imajiner yang membelah Kalimantan Bagian Barat hingga Cirebon.

Komando Armada Il yang berkedudukan di Surabaya dipimpin oleh Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto bertanggung jawab atas pembinaan dan operasional komandonya diwilayah Perairan Bagian Tengah Indonesia yang ditandai oleh garis imajiner berbatasan dengan wilayah kerja Koarmada I di sebelah barat dan garis imajiner yang terbentang dari Utara ke Selatan di ALKI III.

Baca Juga

Heboh, Benda Misterius Mirip Tank Mengapung di Tengah Laut Bintan

Komando Armada III yang berkedudukan di Sorong dipimpin Laksamana Muda TNI Irvansyah bertanggung jawab atas pembinaan dan operasional komandonya di wilayah Perairan Timur Indonesia yang sebelah baratnya ditandai oleh garis imajiner yang berbatasan dengan wilayah kerja Koarmada II di ALKI III.

Dalam aspek operasional, ketiga Koarmada ini membawahi Gugus Tempur Laut dan Gugus Keamanan Laut, sedangkan dalam aspek pembinaan membawahi Lantamal, Lanal, Satuan Kapal yang terdiri dari Satuan Kapal Eskorta, Satuan Kapal Selam, Satuan Kapal Amfibi, Satuan Kapal Cepat, Satuan Kapal Ranjau, dan Satuan Kapal Bantu.

Sedangkan Satuan Kapal Patroli berada di bawah jajaran Lantamal. Ketiga Koarmada ini juga membawahi Satuan Udara, Satuan Marinir dan Komando Latihan serta Denintel. (Knu)

#KSAL #Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KSAL: KRI Sriwijaya-100 Siap Jalankan Tugas Negara, Tinggal Tunggu Perintah
KSAL Laksamana Muhammad Ali menyatakan KRI Sriwijaya-100 siap menjalankan tugas negara. TNI AL juga menyiapkan rencana retrofit kapal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KSAL: KRI Sriwijaya-100 Siap Jalankan Tugas Negara, Tinggal Tunggu Perintah
Indonesia
KRI Sriwijaya-100, Nama yang Dipilih untuk Menghidupkan Kembali Kejayaan Maritim Nusantara
KSAL Laksamana Muhammad Ali mengungkap alasan ITS Giuseppe Garibaldi diberi nama KRI Sriwijaya-100 dan harapan di balik penamaan tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KRI Sriwijaya-100, Nama yang Dipilih untuk Menghidupkan Kembali Kejayaan Maritim Nusantara
Indonesia
Alasan Gajah Mada Dicoret Buat Nama Kapal Induk Pertama, KSAL: Sriwijaya Lebih Tua dari Majapahit
"Sriwijaya kerajaan maritim Indonesia yang tertua ya. Lebih tua dari Majapahit. Makanya dipilih itu," kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali
Wisnu Cipto - Kamis, 24 September 2026
Alasan Gajah Mada Dicoret Buat Nama Kapal Induk Pertama, KSAL: Sriwijaya Lebih Tua dari Majapahit
Indonesia
Tugas Utama KRI Gajah Mada Bukan Tempur, KSAL Jelaskan Aturan Main Pengawalan Operasi Laut Kapal Induk
Simak penjelasan KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengenai aturan pengawalan dan misi operasi laut KRI Gajah Mada Meta Keywords: KRI Ga
Wisnu Cipto - Kamis, 10 September 2026
Tugas Utama KRI Gajah Mada Bukan Tempur, KSAL Jelaskan Aturan Main Pengawalan Operasi Laut Kapal Induk
Indonesia
KSAL Harap Kapal Induk Giuseppe Buatan Italia Bisa Merapat ke Indonesia Sebelum HUT TNI 2026
Kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 13 Februari 2026
KSAL Harap Kapal Induk Giuseppe Buatan Italia Bisa Merapat ke Indonesia Sebelum HUT TNI 2026
Indonesia
Kecil Bisa Masuk Sungai, 2 Kapal Patroli Hibah Jepang Perkuat Armada Pengamanan IKN
KSAL mengakui IKN masih kekurangan kapal patroli, meskipun seluruh aparat maritim telah bersinergi untuk mengamankan ibu kota negara baru itu.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Februari 2025
Kecil Bisa Masuk Sungai, 2 Kapal Patroli Hibah Jepang Perkuat Armada Pengamanan IKN
Indonesia
KSAL Bakal Tambah Armada Angkut Kolinlamil Buatan Dalam Negeri
Komando Lintas Laut Militer, yang semula bernama Djawatan Angkutan Laut Militer, terbentuk pada 1 Juli 1961 dan bermarkas di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juli 2024
KSAL Bakal Tambah Armada Angkut Kolinlamil Buatan Dalam Negeri
Indonesia
Banyak Pemudik Enggak Kebagian Tiket, Menko PMK Minta Kapal ke KSAL
Kami minta masyarakat tertib
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 06 April 2024
Banyak Pemudik Enggak Kebagian Tiket, Menko PMK Minta Kapal ke KSAL
Indonesia
KSAL Ungkap Lokasi Lantamal IKN dan Mabes AL Baru
Lantamal IKN berlokasi di pesisir Melawai, yang jaraknya kurang lebih satu kilometer dari Lanal Balikpapan
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Februari 2024
KSAL Ungkap Lokasi Lantamal IKN dan Mabes AL Baru
Bagikan