Tugas Utama KRI Gajah Mada Bukan Tempur, KSAL Jelaskan Aturan Main Pengawalan Operasi Laut Kapal Induk

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 10 September 2026
Tugas Utama KRI Gajah Mada Bukan Tempur, KSAL Jelaskan Aturan Main Pengawalan Operasi Laut Kapal Induk

Kapal Induk KRI Gajah Mada eks Giuseppe Garibaldi. (ANTARA/X)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kapal induk pertama milik Indonesia, KRI Gajah Mada eks Giuseppe Garibaldi militer Italia kini tengah bersandar di Kolombo, Sri Lanka.

Kapal raksasa hibah dari Italia itu sedang bersiap melanjutkan pelayarannya menuju Jakarta dan dijadwalkan merapat pada 17 September 2026 sebagai bagian dari sejarah baru kedaulatan maritim nasional.

Dalam pelayarannya dari Kolombo menuju Jakarta, KRI Gajah Mada mengarungi lautan dengan mendapat pengawalan ketat dari dua kapal perang jenis Fregat TNI AL serta dukungan unsur udara dari Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal).

Baca juga:

Prabowo Siapkan KRI Gajah Mada, Bisa Tampung 10 Helikopter untuk Hadapi Karhutla

Aturan Main Pengawalan Operasi Laut Kapal Induk KRI Gajah Mada

Lantas, bagaimana sebenarnya standar operasional dan aturan main pengawalan kapal induk berukuran raksasa ini saat bertugas di perairan Indonesia kelak?

Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memberikan penjelasannya secara gamblang. Menurut dia, kapal induk KRI Gajah Mada tidak perlu dikawal kapal perang saat menjalankan operasi militer selain perang (OMSP) di Indonesia

Kalau untuk OMSP, operasi kemanusiaan, itu tidak perlu dikawal,

Kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, di Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Seskoal), Jakarta Selatan.
KSAL
Arsip - KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali. (ANTARA/Walda Marison)

Fokus KRI Gajah Mada Misi Kemanusiaan: Raksasa Penyelamat Bencana di Lautan

Ali menjelaskan sejak awal proses akuisisi, TNI AL memang memproyeksikan penggunaan kapal induk KRI Gajah Mada untuk memprioritaskan Misi Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Menurut dia, fokus utamanya mencakup aksi penanggulangan bencana alam dan misi kemanusiaan di berbagai pelosok tanah air. Kapasitas muatan kapal eks Giuseppe Garibaldi yang sangat besar itu menjadi alasan utama.

Dengan ruang kargo dan helideck yang luas, TNI AL sanggup mengirimkan bantuan logistik skala masif, peralatan medis, hingga mendaratkan pasukan penyelamat dalam jumlah besar ke lokasi bencana dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, saat menjalankan misi OMSP di wilayah perairan Indonesia, KRI Gajah Mada dipastikan bisa bergerak mandiri tanpa harus didampingi gugus tugas kapal pengawal.

Baca juga:

Spesifikasi Kapal Induk Italia Giuseppe Garibaldi, Sejarah Namanya hingga jadi KRI Gajah Mada

Skenario Operasi Perang: Wajib Dikawal Gugus Tempur Fregat

Meski fungsi kemanusiaan menjadi porsi utama, KSAL menegaskan tidak menutup kemungkinan untuk mengerahkan KRI Gajah Mada dalam operasi militer tingkat tinggi. Baik untuk menjaga kedaulatan di dalam negeri maupun menjalankan misi diplomasi pertahanan di luar negeri.

Jika skenario berubah menjadi Operasi Militer untuk Perang (OMP), prosedur pengawalan otomatis berlaku ketat. Kapal induk tidak akan dibiarkan bergerak sendirian di area konflik.

Sesuai doktrin pertempuran laut modern, keberadaan kapal induk dalam situasi OMP akan selalu dilindungi formasi pengawal yang terdiri dari kapal-kapal Fregat dan armada tempur pendukung lainnya.

Kalau untuk kepentingan operasi militer untuk perang (OMP), kemungkinan besar pasti dikawal oleh fregat-fregat yang sudah kita miliki,

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali

(*)

Baca juga:

Jejak Pertempuran Kapal Induk KRI Gajah Mada di Bawah Militer Italia Sejak 1985

#KRI Gajah Mada #Kapal Induk Tni Al #KSAL
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Liaoning telah menggelar latihan militer selama lebih dari 40 hari di sejumlah wilayah, termasuk Pasifik Barat dan Laut China Selatan, pada awal tahun lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Indonesia
KRI Sriwijaya-100 Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia, ini Spesifikasi Lengkapnya
Kehadiran kapal ini merupakan wujud modernisasi alutsista dan pusat komando operasi laut.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
KRI Sriwijaya-100 Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia, ini Spesifikasi Lengkapnya
Indonesia
KSAL: KRI Sriwijaya-100 Siap Jalankan Tugas Negara, Tinggal Tunggu Perintah
KSAL Laksamana Muhammad Ali menyatakan KRI Sriwijaya-100 siap menjalankan tugas negara. TNI AL juga menyiapkan rencana retrofit kapal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KSAL: KRI Sriwijaya-100 Siap Jalankan Tugas Negara, Tinggal Tunggu Perintah
Indonesia
KRI Sriwijaya-100, Nama yang Dipilih untuk Menghidupkan Kembali Kejayaan Maritim Nusantara
KSAL Laksamana Muhammad Ali mengungkap alasan ITS Giuseppe Garibaldi diberi nama KRI Sriwijaya-100 dan harapan di balik penamaan tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KRI Sriwijaya-100, Nama yang Dipilih untuk Menghidupkan Kembali Kejayaan Maritim Nusantara
Indonesia
Di Balik Nama KRI Sriwijaya-100 Untuk Kapal Induk Pertama Indonesia
Sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang sangat berjaya dan memberikan pengaruh besar pada kekuasaan laut di Nusantara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Di Balik Nama KRI Sriwijaya-100 Untuk Kapal Induk Pertama Indonesia
Indonesia
Alasan Gajah Mada Dicoret Buat Nama Kapal Induk Pertama, KSAL: Sriwijaya Lebih Tua dari Majapahit
"Sriwijaya kerajaan maritim Indonesia yang tertua ya. Lebih tua dari Majapahit. Makanya dipilih itu," kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali
Wisnu Cipto - Kamis, 24 September 2026
Alasan Gajah Mada Dicoret Buat Nama Kapal Induk Pertama, KSAL: Sriwijaya Lebih Tua dari Majapahit
Indonesia
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan kapal induk eks Italia ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Indonesia
Akhirnya Bendera Merah Putih Berkibar di Kapal Induk Pertama Indonesia
Setelah proses pengibaran bendera selesai, barulah Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagai inspektur upacara mengukuhkan nama baru ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Akhirnya Bendera Merah Putih Berkibar di Kapal Induk Pertama Indonesia
Indonesia
Puncak HUT ke-81 TNI di Monas Batal, Parade Perdana Kapal Induk KRI Sriwijaya Ikut Ditunda
Pesta meriah dan parade alutsista HUT ke-81 TNI di Monas resmi dibatalkan demi fokus penanganan bencana alam di Indonesia.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Puncak HUT ke-81 TNI di Monas Batal, Parade Perdana Kapal Induk KRI Sriwijaya Ikut Ditunda
Indonesia
Giuseppe Garibaldi Lagi Dicat Ulang, Nomor Lambung Kapal Induk Pertama Bocor
TNI AL mengebut pengecatan kapal induk Giuseppe Garibaldi jelang serah terima 24 September 2026. Kapal akan berganti nama jadi KRI Sriwijaya. Cek selengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Giuseppe Garibaldi Lagi Dicat Ulang, Nomor Lambung Kapal Induk Pertama Bocor
Bagikan