Kriteria 'Pembantu Baru' Jokowi dalam Melewati Badai COVID-19

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 07 Juli 2020
Kriteria 'Pembantu Baru' Jokowi dalam Melewati Badai COVID-19

Presiden Joko Widodo. ANTARA/HO Biro Pers Setpres/Muchlis Jr/aa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Usai memenangi Pilpres 2019 lalu, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin langsung disibukkan dengan memanggil sejumlah nama-nama ke istana Negara. Tujuannya jelas, mencari orang yang tepat dan pantas duduki kursi menteri.

Masukan-masukan nama dari lingkar partai sampai pihak berpengaruh lainnya terus muncul hingga akhirnya terbentuklah Kabinet Indonesia Maju. Nah, kini, Jokowi serta para pembantunya tengah dihadapi pandemi COVID-19 yang belakangan bikin jengkel mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca Juga

Berencana Rombak Kabinet, Jokowi Tersandera Intervensi Parpol

Alasannya, Jokowi melihat masih banyak jajarannya biasa-biasa saja menyikapi pandemi. Jokowi bahkan menyebut saat ini sebagai suasana krisis. Pembantunya dinilai tak membawa kemajuan signifikan. Jokowi tidak mau pembantunya mengeluarkan kebijakan yang biasa-biasa saja.

Memang, per Senin (6/7) jumlah kasus positif COVID-19 terus meroket. Jumlah pasien positif mencapai 64.958. Sementara, pasien sembuh total 29.919 orang. Untuk pasien meninggal dunia menyentuh angka 3.241 orang.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 38.748 dan Pasien Dalam Pengawasan mencapai 13.360.

Merujuk data di atas, tentunya hal ini bertolak belakang dengan pernyataan Jokowi 6 Mei lalu saat sidang kabinet melalui video confrence.

"Target kita di bulan Mei ini harus betul-betul tercapai, sesuai dengan target yang kita berikan, yaitu kurvanya sudah harus turun, dan masuk posisi sedang di Juni. Di Juli harus masuk posisi ringan dengan cara apa pun," kata Jokowi kala itu.

Presiden Jokowi . (Foto: Antara)

Wacana reshuffle kabinet pun menyeruak ke publik. Klaim Kepala Staf Presiden, Moeldoko, kinerja para menteri langsung meningkat setelah diancam dicopot Presiden. "Yang tadinya kecepatan 10 mungkin sekarang sudah 100,"

Para menteri menyikapi ancaman reshuffle dengan mengintrospeksi dan melakukan koreksi kinerja masing-masing serta bagaimana mencari terobosan-terobosan baru sehingga semuanya berjalan dengan efektif dan efisien seperti diinginkan Jokowi.

PDIP, sebagai partai pengusung Jokowi, juga sudah melihat tanda-tanda bakal adanya perombakan di kabinet. Hal itu dilihat dari gesture Jokowi saat menyampaikan pidato sekaligus kejengkelannya kepada para menterinya.

"Terutama tentu yang berkaitan dengan pembantu-pembantu presiden yang berkaitan dengan penanggulangan COVID-19, penanggulangan dampak sosial ekonomi dan pemulihan ekonomi," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Andreas Hugo Pareira.

Saat ini perlu ada langkah cepat dari Jokowi agar mendapatkan kepercayaan publik dalam menangani COVID-19. Selain itu, langkah cepat dilakukan agar tidak menjadi rumor politik dan memperkuat kepercayaan publik terhadap keseriusan pemerintah hadapi COVID-19.

"Sebagaimana pidato presiden yang memang sangat serius," ujarnya.

Baca Juga:

Pengamat Prediksi 2 'Partai Biru' Diuntungkan dari Isu Reshuffle Kabinet

Menurut Pendiri Lembaga Survei Kedai Kopi, Hendri Satrio, hal pertama yang wajib dimiliki setidaknya para calon menteri adalah loyalitas terhadap Jokowi. Kedua, calon menteri haruslah punya sense of crisis sebagaimana Jokowi mengeluhkannya saat mengungkapkan kejengkelannya.

"Menteri baru nantinya pernah bekerja dalam suasana krisis," jelas dia.

Lalu, Jokowi diprediksi bakal merekrut orang-orang yang terbiasa bekerja cepat, extraordinary dan tidak biasa-biasa saja serta mempunyai terobosan.

Jika Jokowi benar-benar memasukkan orang baru sebagai menteri, diharapkan pernah mempunyai pengalaman di bidangnya. "Pak Jokowi kali ini tidak perlu coba-coba," beber dia.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai saat ini Jokowi membutuhkan menteri yang bisa membuat gebrakan. Namun yang terpenting pula adalah kinerja menteri bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat.

"Jadi bukan sekadar populer tapi parameternya kinerjanya benar-benar dirasakan publik," kata Pangi.]

Presiden Jokowi. (Setpres)

Dia pun memandang menteri seperti Basuki atau Erick Thohir adalah menteri yang gebrakannya paling terasa. "Nama-nama seperti Erick Thohir misalnya, bagus karena ada gebrakannya terasa dan kinerja yang diketahui publik. Namun lagi-lagi ada pula menteri lain yang mungkin tak populer tapi juga punya kinerja yang baik. Ada menteri yang gayanya bekerja dalam senyap," kata Pangi.

Harapan lain juga datang dari Direktur eksekutif Indopolling Network, Wempy Hadir. Wempy berharap kabinet Jokowi saat ini perlu orang seperti Ignasius Jonan masuk ke dalam kabinetnya jika terjadi Reshuffle.

"Dia berhasil berhadapan dengan Freeport. Jokowi butuh menteri yang berani seperti Jonan," ujar Wempy.

Pertaruhan Kredibilitas

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut, dua sektor yang bisa dievaluasi Presiden Joko Widodo ingin reshuffle kabinet. Keduanya adalah sektor kesehatan dan ekonomi.

Fadli menilai, pernyataan Presiden Jokowi di Istana Negara tersebut adalah sebuah pengakuan bahwa kinerja sejumlah menteri bermasalah. Menurut Fadli, jika hal tersebut tidak ditindaklanjuti maka akan mendelegitimasi presiden.

"Pengakuan ini kalau tidak ditindaklanjuti akan mendegradasi atau mendelegitimasi presiden sendiri, jadi seharusnya presiden ambil langkah atas pidatonya. Kalau enggak, pidatonya dianggap angin lalu saja," kata Fadli.

Baca Juga

Kemarahan Jokowi Dinilai Bentuk Lepas Tanggung Jawab dan Mencari Kambing Hitam

Reshuffle memang sepenuhnya ada di tangan Presiden Jokowi. Hal itu karena kepala negara mempunyai penilaian tersendiri terhadap kinerja menteri di kabinetnya.

“Sebenarnya Presiden punya hak prerogatif dan itu harus berdasarkan evaluasi dan Presiden yang punya penilaian,” ujar Fadli Zon.

Kendati demikian, Presiden Jokowi perlu menindaklanjuti apa yang disampaikannya tersebut. Jangan sampai yang disampaikannya mengenai reshuffle tidak terwujud atau hanya ‘angin lalu’ saja.

“Pengakuan ini kalau tidak ditindaklanjuti akan mendegradasi atau mendelegitimasi presiden sendiri. Jadi seharusnya presiden ambil langkah atas pidatonya. Enggak jelas seperti teatrikal saja yang ujung-ujungnya mau cuci tangan dan akan ada anggapan seperti itu,” tambahnya. (Ayp)

#Presiden Jokowi #Reshuffle Kabinet
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Soal Wacana Reshuffle Presiden Prabowo, PKS: jangan Ada lagi Menteri Kena Kasus Korupsi
Meminta Prabowo memiliki parameter yang jelas dalam mengevaluasi anggota kabinet.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Soal Wacana Reshuffle Presiden Prabowo, PKS: jangan Ada lagi Menteri Kena Kasus Korupsi
Indonesia
Habis Kena PHK, Eks Menkeu Purbaya Mau Mancing Sambil Melamun Kenapa Dipecat
Memang ada-ada saja pernyataan yang disampaikan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bikin masyarakat geleng-geleng kepala sambil tertawa.
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Habis Kena PHK, Eks Menkeu Purbaya Mau Mancing Sambil Melamun Kenapa Dipecat
Indonesia
Isi Garasi Menkeu Suahasil Nazara: Ada Sedan 13 Tahun di Balik Aset Ratusan Miliar
Penasaran dengan harta kekayaan Suahasil Nazara yang baru dilantik jadi Menteri Keuangan? Intip rincian LHKPN dan koleksi mobilnya di sini, ternyata ada mobil tua lho!
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Isi Garasi Menkeu Suahasil Nazara: Ada Sedan 13 Tahun di Balik Aset Ratusan Miliar
Indonesia
Pesan Prabowo ke Suahasil Nazara Usai Resmi Gantikan Purbaya
Suahasil merupakan Menteri Keuangan ketiga di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Keuangan sebelumnya, yaitu Purbaya dilantik pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Pesan Prabowo ke Suahasil Nazara Usai Resmi Gantikan Purbaya
Indonesia
Ditelepon Pagi Sebelum Dilantik, Suahasil Ngaku Tidak Bicara Dengan Purbaya
Suahasil mengaku telah menghadap Presiden Prabowo Subianto terlebih dulu sebelum dilantik sebagai menkeu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Ditelepon Pagi Sebelum Dilantik, Suahasil Ngaku Tidak Bicara Dengan Purbaya
Indonesia
Profil Menkeu Suahasil Nazara, Jejak Akademis Seperempat Abad Bendahara Negara Baru
Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Simak profil lengkap dan rekam jejaknya di sini!
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Profil Menkeu Suahasil Nazara, Jejak Akademis Seperempat Abad Bendahara Negara Baru
Indonesia
Profil Suahasil Nazara Yang Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Diangkat Jokowi Jadi Wamenkeu di 2019
Sebelum mencapai puncak kariernya di Lapangan Banteng sebagai Menteri Keuangan, ia meniti jembatan profesi dari dunia akademisi hingga birokrasi struktural dan mulai mengajar sebagai dosen di FEB Universitas Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Profil Suahasil Nazara Yang Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Diangkat Jokowi Jadi Wamenkeu di 2019
Indonesia
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Menko Pratikno Buru-Buru ke Istana
Pratikno menjelaskan keputusan dirinya segera langsung meluncur ke Istana murni untuk memenuhi protokol acara yang telah dijadwalkan Sekretariat Presiden pada pukul 15.00 WIB.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Menko Pratikno Buru-Buru ke Istana
Indonesia
51,9 Persen Publik Ingin Prabowo Reshuffle Kabinet, Terutama Menteri Ekonomi dan Hukum
Penurunan tingkat kepuasan tersebut menjadi sinyal bagi pemerintah untuk segera mengevaluasi kinerja kabinet.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
51,9 Persen Publik Ingin Prabowo Reshuffle Kabinet, Terutama Menteri Ekonomi dan Hukum
Indonesia
Bantah Sakit Mundur dari Kabinet, Menko Pratikno Lagi Tugas Cek Kebakaran Bromo
Menko PMK Pratikno membantah rumor mundur dari Kabinet Merah Putih karena sakit.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
Bantah Sakit Mundur dari Kabinet, Menko Pratikno Lagi Tugas Cek Kebakaran Bromo
Bagikan