Krisis Energi Selat Hormuz, Filipina Negara Pertama Tetapkan Status Darurat Nasional

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 25 Maret 2026
Krisis Energi Selat Hormuz, Filipina Negara Pertama Tetapkan Status Darurat Nasional

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. (foto: pbbm.com.ph)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Filipina resmi menjadi negara pertama yang menetapkan keadaan darurat energi nasional menyusul terganggunya rantai pasok global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. menandatangani perintah eksekutif yang mengaktifkan respons nasional untuk menjaga kestabilan pasokan energi dan mencegah dampak ekonomi dari kenaikan harga bahan bakar.

“Keadaan darurat ini memberi lampu hijau bagi pemerintah untuk memobilisasi sumber daya secara lebih efektif dan melindungi masyarakat dari dampak krisis energi,” ujar Marcos Jr., dikutip dari GMA News, Rabu (25/3).

Baca juga:

20 Negara Bersatu Amankan Pelayaran Selat Hormuz, Indonesia Tidak Masuk

Program UPLIFT Jadi Andalan

Bagian dari kebijakan darurat, Pemerintah Filipina meluncurkan program UPLIFT (Universal Program for Life, Industry, Food, and Transport).

Program ini dirancang untuk mendukung sektor transportasi, pertanian, UMKM, dan kebutuhan masyarakat sehari-hari. “Pendekatan menyeluruh ini penting agar sektor vital tetap berjalan di tengah krisis,” katanya, dilansir Antara

Filipina diketahui mendatangkan hampir 26 persen kebutuhan energi nasional dari kawasan Timur Tengah. Pada 2024, total anggaran energi dari kawasan tersebut mencapai 16 miliar dolar AS, sehingga sangat rentan terhadap gejolak geopolitik di kawasan Teluk.

Baca juga:

Jepang Adil di Mata Iran, Jamin Kapal Negeri Sakura Aman Layari Selat Hormuz

Selat Hormuz Jadi Titik Kritis

Konflik semakin memanas sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Iran juga mengambil kendali atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menyalurkan sebagian besar pasokan minyak dunia. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi negara-negara Asia, termasuk Filipina, yang pasokan energinya bergantung pada jalur tersebut. (*)

#Filipina #Harga Minyak Dunia #Selat Hormuz
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Harga Pertalite-Biosolar Aman Minyak Dunia Tembus US$ 107 per Barel, Tumbalnya Pertamax Cs
Harga minyak dunia meroket tembus US$ 107 per barel akibat konflik AS-Iran. Pemerintah pastikan Pertalite tidak naik, namun BBM nonsubsidi bakal disesuaikan!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
Harga Pertalite-Biosolar Aman Minyak Dunia Tembus US$ 107 per Barel, Tumbalnya Pertamax Cs
Indonesia
Pemerintah Filipina Ampuni Mantan Terpidana Mati Mary Jane Veloso, Janji Bantu Kehidupan dan Keluarganya
Departemen Pekerja Migran Filipina (DMW) memastikan akan mendampingi Mary Jane bersama keluarganya dalam proses kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Pemerintah Filipina Ampuni Mantan Terpidana Mati Mary Jane Veloso, Janji Bantu Kehidupan dan Keluarganya
Indonesia
Mary Jane Veloso Akhirnya Bebas Setelah Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina Ferdinand
Istana juga menyebut salah satu hal yang menjadi perhatian dalam proses tersebut adalah pernyataan bahwa Mary Jane tidak melakukan kesalahan sebagaimana yang dituduhkan kepadanya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Mary Jane Veloso Akhirnya Bebas Setelah Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina Ferdinand
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Salah satu upaya perluasan pasar ekspor adalah melalui Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Dunia
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah di South Cotabato, Filipina selatan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 18 September 2026
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
Krisis BBM Melanda Prancis, Harga Sudah Melonjak 30 Persen
Presiden Republik Prancis telah mengarahkan pemerintahannya untuk berupaya penuh guna memastikan pasokan..
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Krisis BBM Melanda Prancis, Harga Sudah Melonjak 30 Persen
Dunia
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Penundaan selama beberapa pekan saja memaksa petani mengurangi atau sama sekali tidak menggunakan pupuk.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Dunia
Kebakaran Kapal Feri di Filipina, 5 Tewas dan 87 Orang Hilang
Gambar dari lokasi kejadian menunjukkan kapal terbakar di lautan.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 Kebakaran Kapal Feri di Filipina, 5 Tewas dan 87 Orang Hilang
Bagikan