Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Pemilu 2019

KPU Imbau Masyarakat Tidak Berlebihan Tanggapi Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 11 April 2019
 KPU Imbau Masyarakat Tidak Berlebihan Tanggapi Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Ketua KPU Arief Budiman. Foto: MP/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ketua Komisi Pemilihan Umun (KPU) Arief Budiman, meminta kepada masyarakat untuk tidak berlebihan menanggapi adanya kasus dugaan penemuan surat suara yang telah tercoblos di Kuala Lumpur, Malaysia.

Arief pun berjanji, KPU bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebelum tanggal 13 April 2019 bakal menyelesaikan persoalan penemuan surat suara tercoblos di Malaysia.

"Jangan dilihat ini sesuatu yang berlebihan, biasa saja," kata Arief di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (11/4) malam.

Meski kejadian dugaan pencoblosan itu di luar negeri, lanjut Arief, lembaga penyelenggara pemilu dengan sigap menyikapi temuan dugaan pelanggaran Pemilu itu.

Pertemuan Komisioner KPU dan Bawaslu di Jakarta
Ketua KPU Arief Budiman bertemu dengan anggota Bawaslu guna membahas surat suara tercoblos di Malaysia (MP/Asropih)

"Kami kalau ada kejadian dalam negeri seperti ini juga langsung bertindak cepat. Tetapi karena ini menyangkut beberapa hal yang bisa sangat sensitif, ya karena berada di negara lain maka kami melakukan pengecekan dengan sangat hati-hati," jelasnya.

Adapun Bawaslu telah membenarkan adanya penemuan surat suara yang telah tercoblos di Malaysia. Meskipun dibenarkan kasus itu pihak penyelenggara belum dapat menyimpulkan lantaran memerlukan data yang detail.

BACA JUGA: Sambangi Bawaslu: Ketua KPU: Indentifikasi Surat Suara Tercoblos Masih Dalam Proses

Para Ulama Bogor dan Sukabumi Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Surat Suara Sudah Tercoblos, BPN: Tanda Kecurangan Kian Terlihat, Copot Dubes Malaysia

Sebelumnya, beredar di media sosial adanya penemuan sejumlah kantung plastik warna hitam yang berisi surat suara diduga di Kuala Lumpur, Malaysia. Terlihat surat suara sudah tercoblos untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dan Caleg dari Partai Nasdem.

Sebelumnya, KPU telah mengirim dua komisionernya yakni Hasyim Asyari dan Ilham Saputra ke Kuala Lumpur Malaysia untuk mencari informasi dan barang bukti terkait adanya surat suara yang telah tercoblos.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan
Komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan. (ANTARA/Reno Esnir/re1)

Menurut Wahyu Setiawan yang juga Komisioner KPU, memandang informasi yang didapat dari media massa masih kurang cukup bukti mengenai kertas suara yang diduga dicoblos di negeri jiran itu.

"Kami memandang informasi ini belum cukup. Sehingga kami perlu melalui rapat pleno menugaskan pak Hasyim Asyari dan pak ilham untuk datang ke Malaysia secara langsung," kata Wahyu di Jakarta.

Wahyu berjanji Jumat 12 April besok akan membocorkan apa yang didapat oleh rekan sejawatnya itu di Malaysia. Sebab malam ini kedua Komisioner KPU itu bari tiba di Malaysia.

"Besok Insya Allah bisa langsung diinformasikan, malam ini sampai Malaysia, pagi bisa dapatkan informasi-informasi dari beliau berdua," tuturnya.

Perlu diketahui, pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (PS) yang ada di kota-kota di Malaysia baru akan dilakukan pada Minggu 14 April 2019 mendatang.(Asp)

#Komisi Pemilihan Umum #Surat Suara #Arief Budiman #Pemilu 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemilih Indonesia Tembus 211 Juta, KPU RI Ketok Palu Data Paling Update Semester II 2025
KPU juga menggandeng Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memvalidasi pemilih di mancanegara menggunakan Nomor Induk Kependudukan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Pemilih Indonesia Tembus 211 Juta, KPU RI Ketok Palu Data Paling Update Semester II 2025
Indonesia
Ketua KPU Nilai Pemilu Terpisah Ideal, Singgung Kematian Petugas di 2019
Afifuddin mengaku telah membatasi jumlah pemilih di setiap TPS untuk meminimalkan korban
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 28 Juni 2025
Ketua KPU Nilai Pemilu Terpisah Ideal, Singgung Kematian Petugas di 2019
Indonesia
KPU Minta Jeda Waktu Pilkada Jangan Sampai Bikin Panitia Pemilu 'Enggak Bisa Napas'
Idealnya, ada jeda waktu antara satu setengah hingga dua tahun
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Mei 2025
KPU Minta Jeda Waktu Pilkada Jangan Sampai Bikin Panitia Pemilu 'Enggak Bisa Napas'
Indonesia
Eks Ketua KPU Jadi Saksi Sidang Hasto Hari Ini
Eks Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman jadi saksi dalam sidang Hasto.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 April 2025
Eks Ketua KPU Jadi Saksi Sidang Hasto Hari Ini
Indonesia
KPU Tindaklanjuti Putusan MK Soal PSU di 24 Pilkada, Segera Koordinasi dengan Kemendagri
Baik dari sisi hukum dan teknis penyelenggaraan, serta konsekuensi anggarannya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 Februari 2025
KPU Tindaklanjuti Putusan MK Soal PSU di 24 Pilkada, Segera Koordinasi dengan Kemendagri
Indonesia
Diperiksa KPK Terkait Kasus Hasto, Eks Ketua KPU: Keterangan Saya Sama seperti 5 Tahun Lalu
Arief Budiman rampung diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (15/1).
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Januari 2025
Diperiksa KPK Terkait Kasus Hasto, Eks Ketua KPU: Keterangan Saya Sama seperti 5 Tahun Lalu
Berita Foto
Aksi Emak-emak Melipat Surat Suara Pilkada DKI Jakarta Tahun 2024
Aktivitas emak-emak pekerja lepas melipat kertas surat suara untuk pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Pilkada DKI Jakarta Tahun 2024 di Gudang Pergudangan Logistik KPU Jakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2024).
Didik Setiawan - Rabu, 23 Oktober 2024
Aksi Emak-emak Melipat Surat Suara Pilkada DKI Jakarta Tahun 2024
Indonesia
DPR-KPU Sepakat Gelar Pilkada Ulang Jika Kotak Kosong Menang September 2025
Syarat pilkada ulang digelar bila calon tunggal tidak mendapatkan suara lebih dari 50 persen.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 September 2024
DPR-KPU Sepakat Gelar Pilkada Ulang Jika Kotak Kosong Menang September 2025
ShowBiz
Gandeng Garin Nugroho, KPU Hadirkan Film Drama Komedi 'Tepatilah Janji'
Film Tepatilah Janji akan tayang terbatas di bioskop-bioskop tanah air, serta beberapa televisi nasional dan OTT.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Agustus 2024
Gandeng Garin Nugroho, KPU Hadirkan Film Drama Komedi 'Tepatilah Janji'
Indonesia
DKPP Tak akan Panggil Para Komisione KPU di Dugaan Kasus Asusila Hasyim Asy'ari
Mengenai pihak-pihak yang akan dipanggil sebagai pihak terkait pada prinsipnya adalah mereka yang relevan dan dibutuhkan keterangannya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Mei 2024
DKPP Tak akan Panggil Para Komisione KPU di Dugaan Kasus Asusila Hasyim Asy'ari
Bagikan