KPK Dalami Peran Politisi PDIP TB Hasanuddin di Kasus Bakamla

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 15 Februari 2018
KPK Dalami Peran Politisi PDIP TB Hasanuddin di Kasus Bakamla

KPK. (Twitter @PBB2019)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dan mengembangkan kasus dugaan suap pengurusan anggaran pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun anggaran 2016.

Lembaga antirasuah kini membuka peluang untuk mendalami peran mantan Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin Dalam kasus ini. KPK telah menetapkan anggota DPR dari Fraksi Golkar Fayakhun Andriadi sebagai tersangka.

Dugaan peran pria yang kerap disapa Kang TB ini mencuat dalam persidangan perkara korupsi proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla dengan terdakwa mantan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan.

Fayakhun menyebut Kang TB yang mengenalkan dirinya kepada mantan Staf Ahli Kepala Bakamla Laksamana Arie Sudewo, Ali Fahmi. Ali Fahmi yang juga politikus PDIP berperan membantu pengurusan anggaran Bakamla di DPR.

"Tentu nanti dalam proses penyidikan nanti akan kita gali lagi sejauh mana peran dari pihak-pihak yang turut membantu dalam melakukan tindak pidana korupsi di Bakamla ini," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/2).

Selain Hasanuddin yang diduga tahu soal pengurusan anggaran untuk Bakamla, ada nama-nama anggota DPR lainnya yang disebut kebagian jatah "uang panas".

Mereka adalah anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP Eva Sundari, Bertus Merlas
dari Fraksi PKB, Donny Imam Priambodo dari Fraksi NasDem dan termasuk Fayakhun.

Selain nama-nama anggota dewan, ada juga nama lain yang disebut turut menerima uang terkait pengurusan anggaran Bakamla, yaitu pihak Bappenas dan Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.

Menurut kesaksian Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah, uang untuk anggota dewan itu diserahkan kepada Ali Fahmi, sebesar Rp 24 miliar.
Uang tersebut disinyalir merupakan fee sebesar 6 persen, atas anggaran pengadaan satelit monitoring di Bakamla.

Selain itu, Fahmi juga mengaku menyerahkan uang kepada Fayakhun sebesar Rp 12 miliar. Uang tersebut merupakan imbalan untuk Ketua DPD Partai Golkar DKI itu yang telah membantu meloloskan anggaran Bakamla.

Menurut Alex, nama-nama yang muncul dalam fakta persidangan tersebut akan tetap didalami oleh KPK. Untuk saat ini, lanjut dia, KPK baru menetapkan Fayakhun sebagai tersangka, berdasarkan barang bukti dan juga fakta-fakta yang muncul di persidangan.

"Nanti akan kita gali lagi dari fakta-fakta yang kita dapatkan di dalam proses penyidikan," pungkasnya.

Kang TB sebelumnya telah membantah mengenalkan Ali Fahmi kepada Fayakhun untuk mengurus proyek di Bakamla. Calon Gubernur Jawa Barat itu mengatakan perkenalan Fayakhun dengan Ali Fahmi adalah perkenalan biasa pada saat kunjungan pertama Komisi I ke kantor Bakamla. (Pon)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: KPK Tetapkan Politisi Golkar Fayakhun sebagai Tersangka Suap Bakamla

#TB Hasanuddin #Bakamla
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Marak Penyelundupan, Prabowo ‘Sentil’ Bea Cukai dan Bakamla
Presiden Prabowo Subianto menyoroti pengawasan Bea dan Cukai di tengah maraknya praktik penyelundupan.
Frengky Aruan - Jumat, 14 Agustus 2026
Marak Penyelundupan, Prabowo ‘Sentil’ Bea Cukai dan Bakamla
Indonesia
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
TB Hasanuddin menilai Perpres 8/2026 berpotensi multitafsir dan bisa menimbulkan labelisasi ekstremisme terhadap masyarakat.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
Indonesia
Indonesia Segera Dapat Kapal Baru dari Jepang, Datang di 2027
Sambil menunggu proses pembuatan kapal, Bakamla telah mempersiapkan personelnya untuk jadi calon awak kapal buatan Jepang tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Indonesia Segera Dapat Kapal Baru dari Jepang, Datang di 2027
Indonesia
TB Hasanuddin: Tanpa Putusan MK Pun Polisi Aktif Tidak Boleh Isi Jabatan Sipil
Putusan MK terbaru yang melarang anggota Polri aktif mengisi jabatan sipil harus dijalankan pemerintah tanpa penafsiran tambahan.
Wisnu Cipto - Senin, 17 November 2025
TB Hasanuddin: Tanpa Putusan MK Pun Polisi Aktif Tidak Boleh Isi Jabatan Sipil
Indonesia
DPR RI Minta Keseriusan Pemerintah dalam Pembinaan Prajurit, TB Hasanuddin Ingatkan Kualitas Prajurit TNI Menentukan Kekuatan Pertahanan
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi modern dalam sistem pertahanan
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Agustus 2025
DPR RI Minta Keseriusan Pemerintah dalam Pembinaan Prajurit, TB Hasanuddin Ingatkan Kualitas Prajurit TNI Menentukan Kekuatan Pertahanan
Indonesia
Prabowo Tambah Kodam Baru, Anggaran untuk TNI Berpotensi Ikut Melonjak
Sebelumnya pada Minggu (10/8), Presiden Prabowo Subianto melantik dan mengukuhkan enam Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) yang baru dibentuk.
Frengky Aruan - Selasa, 12 Agustus 2025
Prabowo Tambah Kodam Baru, Anggaran untuk TNI Berpotensi Ikut Melonjak
Indonesia
Korban Tewas Kebakaran Kapal Barcelona V Tambah Jadi 5 Orang, Ada Penderita Epilepsi Hingga Ibu Hamil
"Lima orang dilaporkan meninggal dunia, dua di antaranya belum teridentifikasi."
Wisnu Cipto - Senin, 21 Juli 2025
Korban Tewas Kebakaran Kapal Barcelona V Tambah Jadi 5 Orang, Ada Penderita Epilepsi Hingga Ibu Hamil
Indonesia
Perpindahan Laksda Kresno dari Matra Laut ke Matra Darat Seperti Kecerobohan
Dalam SK tersebut, terdapat dua hal mencolok yang menjadi sorotan publik
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Mei 2025
Perpindahan Laksda Kresno dari Matra Laut ke Matra Darat Seperti Kecerobohan
Indonesia
Demi Wujudkan Poros Maritim, DPR Dorong Sistem Keamanan Laut Terintegrasi dan Coast Guard Berwenang
Elita menyoroti ancaman bawah laut dan minimnya kemampuan deteksi kapal selam asing yang dimiliki Indonesia
Angga Yudha Pratama - Senin, 28 April 2025
Demi Wujudkan Poros Maritim, DPR Dorong Sistem Keamanan Laut Terintegrasi dan Coast Guard Berwenang
Indonesia
Doa Restu Ibu Gagal Selundupkan 30 Ton Pasir Timah ke Malaysia, Kapal Rusak di Tengah Laut
KM Doa Restu Ibu diawaki lima ABK dan tidak dilengkapi dokumen pelayanan maupun dokumen muatan yang sah
Wisnu Cipto - Jumat, 25 April 2025
Doa Restu Ibu Gagal Selundupkan 30 Ton Pasir Timah ke Malaysia, Kapal Rusak di Tengah Laut
Bagikan