Korps Marinir Lahir dari Rahim Revolusi Indonesia

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 05 November 2024
Korps Marinir Lahir dari Rahim Revolusi Indonesia

Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KORPS Marinir merupakan salah satu pasukan komando utama milik TNI Angkatan Laut. Pada 15 November 1945, tercantum sebuah nama Corps Mariniers di Pangkalan IV ALRI Tegal. Tanggal itu lalu dijadïkan hari ulang tahun korps Marinir.

Surat Keputusan Menteri Pertahanan No A/565/1948 pada 9 Oktober 1948 menetapkan adanya Korps Marinir dalam jajaran TNI-AL. Berdasar Surat Keputusan kepala Staf Angkatan Laut pada 15 November 1975, namanya berubah lagi dari Korps Komando (KKO) menjadi Korps Marinir.

Selama masa Revolusi Indonesia, pada 1945, Korps Marinir berdiri sebagai jawaban terhadap kebutuhan akan kekuatan amfibi dan pertahanan pantai. Dalam kemerdekaan yang baru diproklamasikan, 'Korps Baret Ungu' memiliki peran vital dalam merebut kembali wilayah yang dikuasai penjajah Belanda.

“Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) berbagai unsur ALRI yang tersebar di Jawa dan Sumatra, seperti Tegal, Pekalongan, Jakarta, Sibolga, dan Sabang, diperintahkan mengikuti seleksi di Pangkalan Utama Surabaya,” papar Petrik Matanasi dalam Pasukan Komando: Pasukan Hantu Pengukir Sejarah Indonesia, dikutip Selasa (5/11).

Dari seleksi, 1. 200 orang terpilih untuk disiapkan sebagai cikal bakal pasukan Amfibi ALRI. Sekitar 93 persen dari peserta yang lulus berasal dari Corps Mariner Corps Armada IV Tegal, pimpinan Mayor Suhadi.

Baca juga:

Mayjen Endi Supardi, Sosok Jenderal Ahli Tempur yang Pimpin Korps Marinir


Pada November 1951, diadakan pertemuan antarperwira KKO di Wonokitri, Surabaya, untuk membahas pembinaan dan hari depan KKO. Keputusan dari pertemuan itu yakni meningkatkan KKO sebagai pasukan pendarat Amfibi yang tangguh dan profesional. Prajurit KKO diharapkan memiliki kemahiran, keterampilan, dan pengetahuan sebagai pasukan tempur pendarat amfibi.

Seperti disebut dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid IX, sebuah latihan dan pendidikan pasukan marinir dengan bantuan misi militer Belanda dari Mariners Corps Angkatan Laut Belanda akhirnya dimulai. Cikal bakal pasukan marinir itu dilatih menguasai peralatan dan teknik gelar operasi amfibi mutakhir.

Selain pelatihan di dalam negeri, beberapa perwira KKO dikirim ke luar negeri untuk berlatih. Mereka ditempatkan belajar di korps Marinir Amerika Serikat dan Belanda. Alasan memilih Amerika Serikat ialah pertimbangan banyak anggota marinir Belanda semasa Perang Dunia II yang dilatih di sana sebelum bertugas di Indonesia selama revolusi kemerdekaan RI.

Bila Kopassus pernah memiliki Roden Barendrecht Visser alias Mochamad Idjon Janbi, bekas Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL), Marinir Indonesia pernah memiliki Letnan HMW Hunholz, seorang perwira muda Belanda yang bersimpati kepada Indonesia yang baru merdeka. Seperti halnya Visser, yang ikut membangun Kopassus ketika baru berdiri, Hunholz memberikan sumbangannya bagi perkembangan pasukan komando di Angkatan Laut ini.

Karena simpatinya, Hunholz lalu bergabung dengan ALRI dan sempat meraih pangkat kolonel. la memimpin operasi Indra pada 1953, sebuah operasi Amfibi di pantai utara Jawa Barat untuk menumpas pemberontakan DI/TII di sana. Selain itu, Hunholz juga terlibat penumpasan terhadap PRRI/ Permesta.

Gelar tempur terbesar yang dilakukan KKO ialah Operasi Dwikora pada 1964-1965 yang melibatkan dua brigade pasukan KKO. Keterlibatan KKO dalam Dwikora yang paling dikenal yakni peristiwa peledakan McDonald House di Singapura.

Setelah gedung diledakkan, peristiwa nahas menimpa anggota KKO yang meledakannya. Sukarelawan Dwikora bernama Harun Thohir dan Usman Janatin tertangkap ketika akan melarikan diri di perairan selat Malaka. Mereka lalu dipenjara dan digantung beberapa tahun kemudian di Penjara Changi oleh otoritas Singapura.(Pon)

Baca juga:

Prabowo Ungkap Korps Marinir Miliki Sejarah Gemilang untuk RI

#TNI AL #Korps Marinir
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ini Dia Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia, Telah Belajar Selama 2 Bulan
Sebanyak 400 personel TNI Angkatan Laut disiapkan menjadi awak KRI Sriwijaya setelah kapal induk Giuseppe Garibaldi diserahterimakan dari Italia kepada Indonesia
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Ini Dia Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia, Telah Belajar Selama 2 Bulan
Berita Foto
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
Indonesia
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok Jakarta Utara, Dikawal 2 Kapal TNI-AL
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi berangkat dari Italia sejak Senin (24/8). Selama perjalanan itu, Garibaldi dikawal kapal perang dari Angkatan Laut Italia.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok Jakarta Utara, Dikawal 2 Kapal TNI-AL
Indonesia
Megah dan Khidmat, Intip Formasi Militer Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Perairan Bangka
Indonesia resmi punya kapal induk pertama! ITS Giuseppe Garibaldi buatan Fincantieri Italia memasuki ALKI I dikawal KRI Brawijaya dan Prabu Siliwangi.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Megah dan Khidmat, Intip Formasi Militer Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Perairan Bangka
Indonesia
KRI Sriwijaya Kapal Induk Pertama Indonesia Punya 310 Awak, Saat Ini Lagi Digembleng
KRI Sriwijaya (eks Giuseppe Garibaldi) resmi masuk perairan NKRI via ALKI I. Kapal induk pertama Indonesia ini akan bersandar di Tanjung Priok, dengan 310 awak tengah digembleng TNI AL.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
KRI Sriwijaya Kapal Induk Pertama Indonesia Punya 310 Awak, Saat Ini Lagi Digembleng
Indonesia
Tidak Jadi Gajah Mada, Kapal Induk Pertama Indonesia Diberi Nama KRI Sriwijaya
TNI AL memastikan kapal induk pertama milik Indonesia diberi nama KRI Sriwijaya setelah sebelumnya sempat diberi nama KRI Gajah Mada.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tidak Jadi Gajah Mada, Kapal Induk Pertama Indonesia Diberi Nama KRI Sriwijaya
Indonesia
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Sudah Masuk Laut NKRI, Besok Sandar di Tanjung Priok
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi resmi memasuki perairan Indonesia lewat ALKI I dan siap bersandar di Tanjung Priok. Cek informasi terkininya!
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Sudah Masuk Laut NKRI, Besok Sandar di Tanjung Priok
Indonesia
Rute AKLI I Yang Jadi Pilihan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masuk Indonesia
Garibaldi sendiri nanti akan dikawal kapal fregat TNI AL saat memasuki perairan ALKI I
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Rute AKLI I Yang Jadi Pilihan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masuk Indonesia
Indonesia
Intip Gagahnya KRI Gajah Mada Saat Sandar di Sri Lanka Sebelum Berlayar ke Indonesia
Penasaran kenapa kapal perang Italia ITS Giuseppe Garibaldi bersandar di Pelabuhan Colombo, Sri Lanka? Simak fakta menarik kunjungan kapal induk helikopter raksasa ini di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 12 September 2026
Intip Gagahnya KRI Gajah Mada Saat Sandar di Sri Lanka Sebelum Berlayar ke Indonesia
Indonesia
Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Berlanjut, TNI AL Kerahkan Sejumlah Kapal
TNI AL bersama tim gabungan melanjutkan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda dengan mengerahkan sejumlah kapal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Berlanjut, TNI AL Kerahkan Sejumlah Kapal
Bagikan