Korea Selatan Sambut Generasi Baru, Angka Kelahiran Catatkan Rekor Tertinggi dalam 14 Tahun

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 28 November 2024
Korea Selatan Sambut Generasi Baru, Angka Kelahiran Catatkan Rekor Tertinggi dalam 14 Tahun

Korea Selatan sambut bayi-bayi generasi baru. (Foto: Pexels/kelvin agustinus)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KOREA Selatan bisa bernapas lega dengan menyambut generasi baru di tengah ancaman penuaan generasi ‘Negeri Ginseng’. Kedatangan generasi baru ini ditegaskan dengan peningkatan angka kelahiran secara year on year. Rekor kali ini merupakan yang tertinggi dalam 3 tahun 8 bulan.

Badan Statistik Korea merilis data pada 27 November, dikutip Allkpop, yang menyebut terdapat 20.590 bayi baru lahir yang tercatat pada September 2024. Jumlah kelahiran itu menandai peningkatan sebesar 10,1 persen jika dibandingkan dengan September 2023.

Selama tiga bulan berturut-turut sejak Juli, jumlah kelahiran telah melampaui 20 ribu, dan tingkat pertumbuhannya merupakan yang tertinggi sejak Januari 2011, yaitu meningkat 10,8 persen. Itu menjadikannya sebagai persentase peningkatan tertinggi dalam 13 tahun 8 bulan. Peningkatan kelahiran disebabkan naiknya jumlah pernikahan setelah pandemi COVID-19.

Selain itu, tingkat kesuburan pada kuartal ketiga 2024 mencapai 0,76 kelahiran per perempuan, naik dari 0,71 pada periode yang sama tahun lalu dan lebih tinggi daripada 0,71 yang tercatat pada kuartal kedua 2024. Biasanya, angka kelahiran lebih tinggi di awal tahun dan menurun menjelang akhir tahun. Itu menjadi sebuah pola yang dikenal sebagai ‘lebih tinggi di paruh pertama, lebih rendah di paruh kedua’. Hal itu menunjukkan kurva tingkat kelahiran mungkin telah melewati ‘titik belok’.

Baca juga:

Musim Dingin di Korea Selatan Segera Tiba, Segarkan Pikiran di 3 Festival ini


Direktur Divisi Tren Populasi di Badan Statistik Korea Lim Young-il memperkirakan, jika tingkat saat ini dipertahankan hingga kuartal keempat, tingkat kesuburan total untuk tahun ini dapat melebihi 0,72. Hal itu akan menandai peningkatan pertama dalam tingkat kesuburan dalam sembilan tahun terakhir, setelah delapan tahun berturut-turut mengalami penurunan sejak angka 1,23 kelahiran per perempuan pada 2015.

Komite Kepresidenan untuk Masyarakat Lanjut Usia dan Kebijakan Kependudukan memperkirakan tingkat kesuburan sebesar 0,74 untuk tahun ini.

Tren kenaikan angka kelahiran diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun depan. Indikator utama untuk perkiraan itu mencakup peningkatan 11 persen dalam aplikasi untuk voucer kehamilan dan persalinan dari pemerintah ketimbang tahun lalu. Fenomena itu menunjukkan tahun pertumbuhan lainnya pada 2025.

"Peningkatan tajam dalam aplikasi voucer pada musim panas ini mengindikasikan peningkatan proyeksi kehamilan,“ kata mantan anggota senior komite Hong Seok-cheol.

Korea Selatan mencatatkan 51.706 pernikahan pada tahun ini, meningkat 24 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. Statistik ini menunjukkan persepsi tentang pernikahan dan persalinan di kalangan anak muda Korea Selatan berangsur-angsur membaik.(dwi)

Baca juga:

Warga Korea Selatan Kesepian, Pemerintah Beri Solusi Lewat Budaya


?

#Korea Selatan #Relationship
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Nama Pelatih Persija Shin Tae-yong Terancam Dicopot dari Fasilitas Publik di Yeongdeok, Ada Apa?
Nama Shin Tae-yong di Taman Sepak Bola Shin Tae-yong, Yeongdeok, Korea Selatan, terancam diubah setelah muncul permintaan peninjauan menyusul sanksi KFA.
Frengky Aruan - Kamis, 24 September 2026
Nama Pelatih Persija Shin Tae-yong Terancam Dicopot dari Fasilitas Publik di Yeongdeok, Ada Apa?
ShowBiz
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Sang calo membeli 8.967 tiket pertunjukan dan acara olahraga populer pada September 2018 hingga April tahun ini.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Dunia
Remaja China Ditangkap di Jeju, Sadap Komunikasi Menara Kontrol Bandara
Remaja itu membawa perangkat radio yang diduga digunakan untuk mendengarkan komunikasi penerbangan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Remaja China Ditangkap di Jeju, Sadap Komunikasi Menara Kontrol Bandara
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Lifestyle
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Halal Pavilion kembali hadir dalam JIPREMIUM 2026 dengan menghadirkan produk-produk asal Korea Selatan, termasuk makeup yang telah tesertifikasi halal.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Indonesia
Kapal Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kapal tunda terbalik di Busan, Korea Selatan, menewaskan satu awak. Dua ABK WNI ikut jadi korban, satu selamat, satu masih hilang.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Kapal  Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Olahraga
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Shin Tae-yong terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Frengky Aruan - Jumat, 24 Juli 2026
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Bagikan