Kesehatan

Konsumsi Produk Pangan dengan Logo 'Pilihan Lebih Sehat'

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 02 Oktober 2020
Konsumsi Produk Pangan dengan Logo 'Pilihan Lebih Sehat'

Logo "Pilihan Lebih Sehat" menjamin kualitas produkmu (Foto: Unsplash/engin akyurt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JANGAN asal pilih produk pangan untuk dikonsumsi. Apalagi kalau produk tersebut abal-abal. Penting banget kamu memperhatikan kualitas produk tersebut. Bagaimana caranya?

Gampang, tidak perlu riset sana-sini untuk melihat kualitas produk tersebut. Cukup baca label gizi yang tertera pada kemasan. Semua informasi tentang kandungan pada kemasan tertulis detil dengan takaran gizinya.

Baca juga:

Cegah Stunting dengan Perhatikan Isi Piring Anak

"Membaca label gizi pada kemasan merupakan salah satu solusi dalam membantu konsumen untuk lebih cerdas dalam memilih produk pangan," jelas Dr. Rimbawan dari Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor dalam sebuah Webinar beberapa waktu lalu.

Setelah baca kandungan gizi, pastikan ada logo "pilihan lebih sehat" pada kemasan (Foto: Unsplash/Christopher Rusev)

Nah, membaca kandungan gizi juga tidak cukup. Biar lebih yakin lagi, perhatikan pula apakah ada logo "Pilihan Lebih Sehat" pada kemasan. Logo tersebut akan semakin menjamin kualitas produk yang kamu pilih.

Dalam upaya membantu konsumen Indonesia lebih bijak memilih produk pangan, Badan POM mengeluarkan peraturan Nomor 22 Tahun 2019 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan, salah satunya mengatur pencantuman logo "Pilihan Lebih Sehat".

Baca juga:

Masuki Kenormalan Baru, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Pedoman Gizi Seimbang

Dalam sesi diskusi ini, Presiden Direktur Nestlé Indonesia, Ganesan Ampalavanar juga menyampaikan sangat mendukung upaya pemerintah untuk mendorong konsumen memilih pangan yang lebih sehat. "Pengetahuan tentang pemenuhan gizi seimbang merupakan sebuah masalah yang membutuhkan perhatian kita semua," paparnya.

Kenalkan gizi pada anak sejak dini (Foto: Unsplash/Ben Wicks)

Nestlé Indonesia mempersembahkan produk minuman siap konsumsi, yaitu MILO UHT, DANCOW UHT, dan BEAR BRAND. Semua produk tersebut sudah mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mencantumkan logo "Pilihan Lebih Sehat".

Tak hanya itu, Ibu Inspiratif Donna Agnesia, berbagi pengalamannya pada sesi webinar ini. Dengan adanya logo "Pilihan Lebih Sehat" ia merasa lebih mudah memilih produk pangan yang kandungannya sesuai dengan rekomendasi.

Bahkan, kata Donna, kebiasaan membaca label produk pangan pada anak sejak dini dapat membangun kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat. Anak pun akan terbiasa mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Jadi jangan lupa ya sobat Merah Putih, jangan asal lagi dalam memilih membeli produk pangan. (ikh)

Baca juga:

Kenali Kurang Gizi Pada Anak

#Kesehatan #Susu #Gizi
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Diduga Mengandung Toksin, BPOM Minta Nestle Tarik Susu Formula Bayi S-26 Promil Gold
BPOM meminta Nestle untuk menarik susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 dari peredaran. Hal itu dikarenakan adanya dugaan pencemaran toksin.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Diduga Mengandung Toksin, BPOM Minta Nestle Tarik Susu Formula Bayi S-26 Promil Gold
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Bagikan