Kok Bisa Berat Badan Naik Saat Puasa? Ini Jawabannya
Kenaikan berat badan dipengaruhi oleh beberapa faktor. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)
BULAN puasa nampaknya jadi momen yang pas buat kamu ingin menurunkan berat badan. Tapi, ternyata tidak sedikit juga yang berat badannya justru meningkat selama puasa. Kok bisa begitu, ya? Padahal jadwal makan selama puasa cenderung lebih sedikit dari biasanya.
Keterbatasan dalam makan dan minum di bulan puasa bisa menjadi cara yang sehat dan efektif untuk menurunkan berat badan. Meski begitu, ternyata ada beberapa hal yang bisa menyebabkan berat badan justru mengalami kenaikan selama puasa.
Melansir laman Alodokter, penyebab yang pertama adalah makan secara berlebihan. Hal ini bisa terjadi karena saat berpuasa, tubuh akan beradaptasi dengan cara menahan nafsu makan. Namun setelah berbuka, nafsu makan cenderung kembali meningkat, sehingga kamu mungkin akan merasa sangat lapar. Jika tidak dikendalikan dengan baik, rasa lapar tersebut bisa menyebabkan kamu makan secara berlebihan, mulai dari waktu berbuka hingga sahur.
Baca juga:
Mengonsumsi makanan yang tidak sehat seperti makanan terlalu manis, saji cepat, makanan tinggi lemak, atau goreng-gorengan, merupakan kebiasaan kurang baik yang kerap dilakukan ketika berbuka puasa.
Meski tinggi akan kalori, gula, dan lemak jenuh, tetapi minim kandungan nutrisi. Apabila dikonsumsi secara berlebihan, berbagai makanan tersebut dapat menyebabkan kenaikan berat badan di bulan puasa.
Faktor lainnya adalah berkuranganya aktivitas fisik. Tubuh lemas karena menahan lapar dan haus selama berpuasa kerap membuat orang menjadi malas untuk melakukan aktivitas fisik.
Padahal dengan begitu, badanmu tetap fit, segar, dan berat badan pun bisa terkendali. Jadi jika selama puasa pola makanmu tidur terkontrol dan tidak aktif secara fisik, maka jangan bingung kenapa berat badanmu naik.
Baca juga:
Selain pola makan, berpuasa juga dapat memengaruhi pola tidur kita sehari-hari. Normalnya, orang dewasa perlu tidur setidaknya tujuh sampai sembilan jam setiap harinya. Namun, di bulan Ramadan, durasi tidur malam mungkin akan berkurang karena harus bangun untuk sahur.
Penelitian menunjukkan ada kaitan antara kurang tidur dan peningkatan berat badan. Alasannya, kurang tidur dapat memicu tubuh untuk menghasilkan hormon perangsang nafsu makan, sehingga kamu lebih berisiko untuk makan banyak.
Jika ingin mempertahankan berat badan, coba hindari makan secara berlebihan saat waktu berbuka dan sahur. Sebaliknya, konsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan kalorimu. Saat sahur dan berbuka, pilih makanan yang tinggi akan kandungan serat dan protein agar rasa kenyang bisa bertahan lebih lama. Hindari juga mengonsumsi makanan yang tinggi gula, tinggi garam, dan makanan berlemak. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab 1447 H: Bacaan, Jadwal, dan Keutamaannya
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry