KLHK Manfaatkan Satelit Pantau Kapal Terjerat Kasus Impor Limbah

Mula AkmalMula Akmal - Jumat, 16 Desember 2022
KLHK Manfaatkan Satelit Pantau Kapal Terjerat Kasus Impor Limbah

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KHLK Rasio Ridho Sani. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggunakan satelit untuk memantau pergerakan kapal-kapal yang terjerat kasus impor limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) atau limbah lainnya untuk menekan kasus pencemaran lingkungan di wilayah perairan Indonesia.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KHLK Rasio Ridho Sani mengatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), dan Bea Cukai dalam melakukan kegiatan tersebut, khususnya perairan di Kepulauan Riau yang banyak dilalui kapal lintas negara.

Baca Juga:

Polda Jateng Jamin Ketersediaan Stok Pangan Jelang Libut Nataru

"Tim kami terus memonitor menggunakan satelit untuk melihat pergerakan kapal-kapal yang ada di perairan Batam maupun perairan lainnya," ujarnya dalam konferensi pers di Balai Wartawan KLHK, Jakarta, Jumat.

Rasio menuturkan bahwa limbah B3 atau limbah lainnya yang diangkut kapal-kapal tersebut bisa saja dikelola lagi di Indonesia atau bisa saja limbah itu dibuang langsung di perairan Indonesia, sehingga perlu pemantauan serius.

Menurut dia, limbah terutama minyak yang dibuang ke laut bisa mencemari perairan, mengganggu biota laut, mengganggu ikan, bahkan bisa masuk ke pantai-pantai wisata yang mengakibatkan lingkungan menjadi rusak.

Kegiatan memasukkan limbah B3 maupun limbah lainnya ke Indonesia dan membuangnya ke wilayah perairan, kata dia, merupakan kejahatan yang sangat serius.

"Bagi kami membuang limbah ke perairan atau memasukkan limbah ke Indonesia merupakan kejahatan luar biasa. Kegiatan itu adalah kejahatan yang berdampak terhadap lingkungan hidup, berdampak kepada masyarakat juga tentunya, dan menyebabkan kerugian negara karena negara harus mengeluarkan biaya pemulihan," kata Rasio.

Pada Maret 2022 lalu, tim patroli mengamankan kapal MT Tutuk GT 7463 milik PT Pelayaran Nasional Jaticatur Niaga Trans (PNJNT) di perairan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Kapal itu membawa muatan seberat 5.500 metrik ton yang diduga limbah B3 berupa minyak hitam karena tidak memiliki izin ship to ship transfer.

Baca Juga:

Tim Keamanan Pangan Solo Temukan Makanan Mengandung Pewarna Tekstil

Berdasarkan keterangan ahli, minyak hitam tersebut dikategorikan sebagai limbah dan bukan sebagai bahan bakar minyak, karena tidak memenuhi spesifikasi sebagai bahan bakar yang tertuang dalam syarat SNI produk MFO.

KLHK telah menetapkan status tersangka kepada Direktur PT Pelayaran Nasional Jaticatur Niaga Trans (PNJNT) berinisial W yang berusia 30 tahun atas kasus impor limbah B3 ilegal tersebut.

Selain itu, penyidik KLHK bersama KSOP Batam juga telah melakukan penindakan terhadap masuknya limbah B3 dari Singapura ke wilayah Indonesia melalui perairan Batam dengan terpidana nakhoda Kapal SB Cramoil Equity Chosmus Palandi (CP) yang telah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Batam.

Terpidana dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp5 miliar subsider tiga bulan pidana kurungan. Ia juga dijatuhi hukuman atas tindakan pidana pelayaran dengan hukuman pidana penjara delapan bulan dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan pidana kurungan, serta menetapkan Kapal SB Cramoil Equity Chosmus Palandi dirampas untuk negara.

"Kami sudah bekerja sama dengan Singapura, kami mendatangi Singapura untuk menggali informasi di mana sumber-sumber limbah itu. Sama halnya dengan (kasus PNJNT) ini, kami akan melacak juga pergerakan kapalnya beberapa waktu yang lalu sebelum tertangkapnya kasus ini," kata Rasio.

"Kami bisa mengetahui selama mereka memang bisa terdeteksi melalui sistem Automatic Information System (AIS). Jadi kami bisa melacak ini," katanya. (*)

Baca Juga:

Heru Budi Minta Warga DKI Berperan Aktif Awasi Kualitas Pangan Kantin Sekolah

#Kapal Laut #Satelit #Ekspor-Impor #Limbah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Mula Akmal

Jurnalis, editor, dan periset dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang politik, hukum, pertahanan, keamanan nasional, dan ruang digital. Menempuh magister Peperangan Asimetris di Universitas Pertahanan RI, dengan fokus pada perang kognitif, keamanan siber, perang narasi, dan konflik nonkonvensional.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
57 Korban KM Virgo Transport 8 Masih Hilang, 63 Penyelam Dikerahkan Dalam Pencarian
Pada operasi SAR hari ke-18, ia menyebut unsur laut diperkuat 11 kapal, unsur udara tiga helikopter, dan unsur darat menyiapkan 42 unit ambulans yang siap melaksanakan tugas
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
57 Korban KM Virgo Transport 8 Masih Hilang, 63 Penyelam Dikerahkan Dalam Pencarian
Indonesia
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
AI menjadi bagian dari agenda transformasi digital yang dibahas dalam pertemuan, termasuk pemanfaatannya untuk pendidikan dan penguatan literasi digital masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
Indonesia
Kabar Pemadaman Internet 25 - 27 dan Gangguan Satelit Komunikasi Nasional Dipastikan Hoaks
Surat peringatan pemadaman internet nasional yang mengatasnamakan kementerian kami adalah murni tindakan pemalsuan dan berita bohong.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Kabar Pemadaman Internet 25 - 27 dan Gangguan Satelit Komunikasi Nasional Dipastikan Hoaks
Berita Foto
Perahu Daur Ulang Limbah Botol Plastik Siap Berlaga di Festival Ciliwung Jakarta
Petugas UPS BA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyelesaikan pembuatan perahu di Jalan Habib Ali Kwitang, Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 16 September 2026
Perahu Daur Ulang Limbah Botol Plastik Siap Berlaga di Festival Ciliwung Jakarta
Indonesia
Tragedi KM Virgo Transport Makin Misterius, Data BRIN Tunjukkan Ombak Laut Bersahabat
BRIN merilis analisis ilmiah hilangnya KM Virgo Transport di Laut Jawa. Tinggi gelombang bukan kategori ekstrem hanya 1,5 m. Simak temuan selengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Tragedi KM Virgo Transport Makin Misterius, Data BRIN Tunjukkan Ombak Laut Bersahabat
Indonesia
5 ABK Kapal Virgo Transport 8 Selamat Berkat Berpegangan ker Tabung LPG Kosong
Selama berada di laut, Akmal menghadapi gelombang besar yang membuat dirinya bersama empat ABK lainnya terus berusaha mempertahankan pegangan sampai pertolongan tiba.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
5 ABK Kapal Virgo Transport 8 Selamat Berkat Berpegangan ker Tabung LPG Kosong
Indonesia
Menhub Bantah Kelebihan Muatan KMP Virgo Transport 8
Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan bendera Indonesia berukuran 8.540 GT itu dinakhodai oleh Nakhoda Arief Yunianto serta dioperasikan oleh PT Virgo Karya Shipping.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Menhub Bantah Kelebihan Muatan KMP Virgo Transport 8
Indonesia
Tragedi Tampomas II hingga KM Virgo 8, Alarm Nyata di Balik Mitos Kuburan Kapal 'Segitiga Bermuda' Masalembo
Masalembo telah lama menjadi momok pelayaran di Indonesia. Perairan antara Laut Jawa, Selat Makassar, dan Laut Flores itu kerap disebut-sebut segitiga bermuda-nya Indonesia.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Tragedi Tampomas II hingga KM Virgo 8, Alarm Nyata di Balik Mitos Kuburan Kapal 'Segitiga Bermuda' Masalembo
Indonesia
KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Lombok Barat, 33 Penumpang Dievakuasi
KMP Putri Yasmin terbakar di Perairan Lombok Barat, pada Rabu (12/8) dini hari WITA. Penumpang berhasil dievakuasi.
Soffi Amira - Rabu, 12 Agustus 2026
KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Lombok Barat, 33 Penumpang Dievakuasi
Dunia
Roket Long March 7A China Gagal Sentuh Orbit Bumi, Satelit ChinaSat-4B Hancur Berkeping-keping
Peluncuran roket Long March 7A milik China yang membawa satelit ChinaSat-4B berakhir gagal akibat anomali penerbangan di Hainan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 11 Agustus 2026
Roket Long March 7A China Gagal Sentuh Orbit Bumi, Satelit ChinaSat-4B Hancur Berkeping-keping
Bagikan