Pilpres 2019

Kivlan Zen Dicegah ke Luar Negeri, Politisi Gerinda: Ini Bentuk Kepanikan Rezim

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 11 Mei 2019
 Kivlan Zen Dicegah ke Luar Negeri, Politisi Gerinda: Ini Bentuk Kepanikan Rezim

Politisi Gerindra Ilal Ferhard (kiri) saat berada di Bareskrim (MP/Gomes R)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Politisi Partai Gerindra Ilal Ferhard menilai pencekalan Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen ke luar negeri, Jumat (10/5) tak sesuai standar operasional (SOP) yang jelas. Mengingat Kivlan belum ditetapkan sebagai tersangka.

Dengan demikian, sambung Ilal, Kivlan bisa menggugat proses pencekalannya lantaran tidak ada legal standing-nya.

"Saya melihat secara hukum tidak semudah itu membuat pencekalan. Jika seorang Kivlan Zen dicekal tanpa SOP yang jelas. Kecuali sudah ditetapkan sebagai tersangka atau dikhawatirkan melarikan diri," kata Ilal di Jakarta, Sabtu (11/5).

Terlapor kasus dugaan makar dan penyebar hoaaks Kivlan Zen saat diamankan di Bandara Soekarno-Hatta
Kivlan Zen saat menerima surat pemanggilan pemeriksaan dari Bareskrim terkait kasus dugaan makar dan penyebaran hoaks di Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Ist)

Ilal menduga pencekalan Kivlan Zen di Bandara Soekarno-Hatta malam tadi merupakan bentuk kepanikan rezim saat ini. Sebab, Kivlan vokal meneriakan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019 oleh KPU.

"Ini semua adalah kepanikan dan galau pemerintah atas para pendukung 02 (Prabowo-Sandi). Dimana 02 menang yang sebentar lagi akan diumumkan," jelas dia.

Diketahui, Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen dicekal oleh pihak kepolisian saat tengah berada di Bandara Soekarno-Hatta. Ia diduga bakal pergi ke Batam meski tengah tersangkut kasus hukum.

Sebelumnya Kivlan Zein dan Lieus Sungkharisma dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan makar dan berita hoaks. Keduanya dilaporkan pada Selasa (7/5) malam oleh seorang wiraswastawan.(Asp)

#Kivlan Zen #Makar #Partai Gerindra #Ilal Ferhard
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Partai Gerindra memberikan peringatan keras bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran serupa di masa depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Indonesia
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Partai Gerindra akan menggelar sidang terhadap anggota DPRD Jember, Ahmad Syahri Assidqi. Ia ketahuan main game sambil merokok saat rapat.
Soffi Amira - Jumat, 15 Mei 2026
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Indonesia
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Survei yang berlangsung pada 13–22 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui metode multi-stage random sampling
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Indonesia
Geger Isu Makar, Firman Soebagyo Semprot Pengamat Senior yang Coba Ajak Gulingkan Prabowo Subianto
Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini mengingatkan agar tokoh publik lebih bijak dalam melontarkan pendapat
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 April 2026
Geger Isu Makar, Firman Soebagyo Semprot Pengamat Senior yang Coba Ajak Gulingkan Prabowo Subianto
Indonesia
Semua Menteri Gerindra Kumpul di Syukuran HUT Partai di DPR
Budisatrio berterima kasih kepada seluruh kader maupun tim ahli anggota DPR RI Fraksi Gerindra yang sudah setia mengawal kinerja para legislator di DPR.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Februari 2026
Semua Menteri Gerindra Kumpul di Syukuran HUT Partai di DPR
Indonesia
RDF Rorotan Dikeluhkan Warga, DPRD Gerindra Minta Operasional Dihentikan
DPRD Gerindra meminta operasional RDF Rorotan dihentikan sementara. Sebab, RDF Rorotan dinilai masih menimbulkan bau.
Soffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
RDF Rorotan Dikeluhkan Warga, DPRD Gerindra Minta Operasional Dihentikan
Bagikan