Kisah Perjuangan Kiai Nasihin Membangun Ponpes AKN Marzuqi

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 19 September 2017
Kisah Perjuangan Kiai Nasihin Membangun Ponpes AKN Marzuqi

Yayasan Baitul Hazin (sekolah.data.kemdikbud.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Pembangunan Yayasan Baitul Hazin di Dukuh Slempung, Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah yang membawahi pondok pesantren Thoriqoh Tijaniyah, Ponpes Putra-Putri AKN Marzuqi, SMP Terpadu AKN Marzuqi dan SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi oleh sebagian orang terbilang cukup mengejutkan.

Pasalnya, tempat yang semula hanya kawasan tambak dan semak belukar tersebut berubah menjadi pusat pendidikan terpadu yang sangat megah. Terlebih, Dukuh Slempung yang berada di pesisir utara Laut Jawa tersebut termasuk daerah pinggiran dan pelosok.

Namun, siapa sangka bila pembangunan pusat pendidikan terpadu Yayasan Baitul Hazin itu ternyata buah dari kerja keras KH Ahmad Khoirun Nasihin (AKN) Marzuqi. Pada 1990, beliau pernah mengatakan akan membangun sebuah kompleks pendidikan terpadu.

Pengasuh Ponpes Nurul Furqon, Ngemplak, Pati, Jawa Tengah, KH Ahmad Thoha Ismail menuturkan, Kiai Nasihin berencana membuat perguruan pada usia 20 tahun. Kiai Thoha semula sempat tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kiai Nasihin.

"Waktu Kiai Nasihin bilang begitu, dalam hati saya bergumam, tambak dan semak belukar begini kok mau dibangun perguruan. Setelah hati saya bergumam demikian, ternyata Kiai Nasihin tahu isi hati saya dan bilang, sudah lah pak ditunggu saja nanti," ungkapnya.

Sepuluh tahun setelah itu, tepatnya tahun 2000, Kiai Nasihin mulai merintis membangun pusat pendidikan terpadu di Dukuh Slempung. Awalnya, beliau merintis dengan mendirikan pondok pesantren, kemudian disusul masjid, SMP dan SMK terpadu.

Ada tiga lokasi yang semula akan dibangun pusat pendidikan terpadu, yaitu Desa Ngemplak dan Desa Gabus di Kabupaten Pati, serta di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Namun, hasil istikharah yang dilakukan Kiai Nasihin menunjukkan, perguruan itu seharusnya dibangun di Dukuh Slempung.

Pada 2004, pusat pendidikan terpadu di bawah Yayasan Baitul Hazin itu mulai dibuka. Siswa yang belajar sebagian besar berasal dari Kecamatan Dukuhseti dan sekitarnya, sedangkan santrinya datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kiai Thoha mengaku takjub dengan apa yang diusahakan Kiai Nasihin. Godaan dan gangguan sempat menerpa selama pembangunan ponpes dan sekolah AKN Marzuqi.

"Ada yang bilang pembangunan itu dari sihir, ada yang bilang macam-macam. Tahunya mereka secara tiba-tiba. Padahal, pembangunan perguruan AKN Marzuqi sudah dicita-citakan sejak 1990, direncanakan secara matang dengan kerja siang dan malam," tutur Kiai Thoha.

Sebagai guru syariat sekaligus murid tarekat, Kiai Thoha menyaksikan sendiri perjuangan Kiai Nasihin sejak usia belasan tahun. Dengan karomah yang dimiliki, Kiai Nasihin mengamalkannya untuk kepentingan masyarakat luas.

Ponpes AKN Marzuqi saat ini memiliki puluhan santri, sedangkan sekolahnya memiliki lebih dari 350 siswa. Para siswa diajarkan ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan umum dengan kualitas lulusannya yang mumpuni di bidangnya.(*)

#Jawa Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga
Karhutla Gunung Lawu di Karanganyar belum padam. Api mengancam mata air warga, pemadaman udara terkendala angin, dan polisi diminta menyelidiki penyebabnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga
Indonesia
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Hewan tersebut diduga mati diterkam hewan buas Gunung Lawu.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Indonesia
Bupati Klaten Kena OTT KPK, Wabup Yulindha Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Jalan
Pemkab menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan ditangani KPK.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Bupati Klaten Kena OTT KPK, Wabup Yulindha Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Jalan
Indonesia
Bea Cukai Surakarta Musnahkan 12,8 Juta Batang Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp12,53 Miliar
Bea Cukai Surakarta mengamankan 12.866.052 batang rokok ilegal dan 164.400 ml MMEA. Potensi kerugian negara mencapai Rp12,53 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Bea Cukai Surakarta Musnahkan 12,8 Juta Batang Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp12,53 Miliar
Indonesia
3,7 Juta Ton Jagung Jateng Jadi Penopang Pangan Nasional
Produksi jagung Jateng mencapai 3,7 juta ton pipilan kering dengan kadar air 28 persen, atau sekitar 17,02 persen dari produksi nasional.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
3,7 Juta Ton Jagung Jateng Jadi Penopang Pangan Nasional
Berita
Abu Bakar Ba’asyir Dirawat di IGD, Diduga Kelelahan
Abu Bakar Ba’asyir diduga kelelahan setelah melakukan perjalanan untuk menghadiri pemakaman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Abu Bakar Ba’asyir Dirawat di IGD, Diduga Kelelahan
Indonesia
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Pihak pengemudi menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab melakukan perbaikan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Indonesia
El Nino Kuat Pengaruhi Musim Hujan Jateng, BMKG Prediksi Mulai November 2026
BMKG memprediksi musim hujan Jawa Tengah 2026-2027 dimulai November. El Nino kuat dan IOD positif diperkirakan membuat musim hujan mundur.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
El Nino Kuat Pengaruhi Musim Hujan Jateng, BMKG Prediksi Mulai November 2026
Indonesia
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Sebanyak 75,4 juta liter air bersih telah disalurkan ke 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah akibat kekeringan. Distribusi menjangkau 2,34 juta jiwa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Indonesia
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Wapres Gibran meminta maaf atas dugaan keracunan MBG di Batang. Sebanyak 700 siswa terdampak dan 34 masih dirawat, investigasi berlangsung.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Bagikan