Ketua Umum KSATRIA: Kami Tolak Segala Bentuk Kericuhan Sosial

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 05 November 2016
 Ketua Umum KSATRIA: Kami Tolak Segala Bentuk Kericuhan Sosial

Kerusuhan dalam Demo 4 November di Jakarta (Foto: MP/Yohanes Abi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Megapolitan - Organisasi pemuda yang tergabung dalam Komunitas Satu Arah Tujuan Republik Indonesia Abadi (KSATRIA), menolak segala bentuk yang mengancam kadaulatan bangsa dan Negara Indonesia.

Hal ini dikarenakan terjadinya kericuhan antara demonstran terhadap dan aparat kepolisian di depan Istana Merdeka pukul 20.00 wib tadi.

"KSATRIA menolak segala bentuk kericuhan yang menimbulkan konflik sosial dan menyerahkan hal tersebut kepada aparat penegak hukum. Kami yakin hal ini dapat diselesaikan dengan profesional," kata Temotheus Bryan, Ketua Umum KSATRIA dalam keterangannya, Sabtu dini hari (5/11/2016).

Pihaknya menilai, aksi anarkis yang terjadi setelah pukul 18.00 WIB tersebut tidak ada kaitannya dengan aksi damai Jihad Konstitusi yang dilakukan sejak pagi tadi. Menurut Bryan, sapaan akbrabnya, kericuhan tersebut bagian lain dari kelompok Jihad Konstitusi.

Disisi lain, Bryan memberikan apresiasi kepada terhadap aksi yang berjalan damai hingga sore tadi. Pasalnya, hal ini merupakan suatu kedewasaan bangsa Indonesia yang terus menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila.

"KSATRIA bangga dan terharu atas kedewasaan peserta aksi unjuk rasa Jihad konstitusi yang berjalan damai dan aman, hingga pukul 18.00 WIB itu adalah bukti kedewasaan bangsa ini dalam menjujung tinggi Pancasila di tanah air," ungkapnya.

KSATRIA, lanjutnya, juga mengapresiasi kepada media massa yang mampu mewartakan secara objektif dan berimbang serta menghindari bentuk-bentuk yang mengarah kepada aksi pemberitaan yang provokatif.

"Semoga pers kita benar-benar menegakkan prinsip jurnalis yang berkualitas sesuai dengan kode etik," ujarnya lagi.

Ditambahkan dia, KSATRIA memberikan apresiasi kepada masyarakat umum yang turut memberikan toleransi sehingga mengorbankan segala bentuk aktivitas demi kepentingan bangsa dan Negara.

"Untuk itu KSATRIA memberikan apresiasi untuk para penyelenggara aksi damai, kepada aparat TNI-Polri, yang didukung oleh jajaran Satpol PP dan relawan pendukung aksi jihad konstitusi," tutupnya.(Abi)

BACA JUGA:

  1. Alasan Presiden Jokowi Tak Bisa Temui Massa Aksi 4 November
  2. Jokowi: Kerusuhan Aksi 4 November Ditunggangi Aktor Politik
  3. Minimarket Wilayah Gedong Panjang Dijarah Massa
  4. Luar Batang Mencekam Warga Sweeping Kendaraan
  5. Pengunjuk Rasa Jebol Barikade Polisi
#Demo Rusuh #Demo 4 November #KSATRIA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Viral Foto Wajah Terduga Penganiaya Warga Pejompongan Tewas Saat Demo, Polda Bilang Itu AI
Polda Metro Jaya memastikan foto wajah terduga pelaku penganiayaan warga Pejompongan saat demo DPR yang viral di medsos hasil manipulasi AI
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Viral Foto Wajah Terduga Penganiaya Warga Pejompongan Tewas Saat Demo, Polda Bilang Itu AI
Indonesia
Kericuhan Pejompongan Telan Korban, Menko Yusril Minta Warga Tak Termakan Isu Liar
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal kericuhan Pejompongan pasca demo 27 Agustus. Warga diminta tenang dan tak termakan hoaks selagi Polda Metro Jaya usut tuntas kasus ini
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Kericuhan Pejompongan Telan Korban, Menko Yusril Minta Warga Tak Termakan Isu Liar
Indonesia
DPN Peradi Desak Polri Usut Tuntas Kematian Bambang Setiyawan Saat Kericuhan di Pejompongan
Fikri meminta Polri melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional, transparan, dan akuntabel
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
DPN Peradi Desak Polri Usut Tuntas Kematian Bambang Setiyawan Saat Kericuhan di Pejompongan
Indonesia
Ditangkap saat Kericuhan Demo 27 Agustus, Polisi Pulangkan 141 Anak dengan Pengawasan
Secara total 152 anak ditangkap, 149 di antaranya merupakan laki-laki dan 3 lainnya merupakan perempuan.
Frengky Aruan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Ditangkap saat Kericuhan Demo 27 Agustus, Polisi Pulangkan 141 Anak dengan Pengawasan
Indonesia
Kawasan Slipi kembali Normal, Masyarakat Diminta tak Terprovokasi
Aktivitas warga, termasuk pengguna jalan dan kegiatan masyarakat lainnya, juga berlangsung seperti biasa.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Kawasan Slipi kembali Normal, Masyarakat Diminta tak Terprovokasi
Indonesia
Demo Jakarta Berujung Anarkis, Pemprov DKI Geram CCTV Pejompongan Dirusak Massa
Aksi demo di Jakarta berujung anarkis dengan perusakan CCTV publik di kawasan Pejompongan. Diskominfotik DKI Jakarta sangat menyayangkan insiden ini dan siap tindak tegas pelaku
Angga Yudha Pratama - Kamis, 27 Agustus 2026
Demo Jakarta Berujung Anarkis, Pemprov DKI Geram CCTV Pejompongan Dirusak Massa
Berita Foto
Aksi Polisi Anti Huru-Hara Kawal Gedung DPR saat Demo 27 Agustus
Sejumlah personil kepolisian anti huru-hara berjaga saat aksi unjuk rasa 27 Agustus di Depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 27 Agustus 2026
Aksi Polisi Anti Huru-Hara Kawal Gedung DPR saat Demo 27 Agustus
Indonesia
Mal di Jakarta Pasang Pagar Tinggi, DPRD: Bukan Situasi Kota Yang Ideal
Selain aparat keamanan, masyarakat memiliki peran besar menciptakan suasana yang aman dengan tidak mudah terpengaruh provokasi yang dapat memicu konflik.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Mal di Jakarta Pasang Pagar Tinggi, DPRD: Bukan Situasi Kota Yang Ideal
Indonesia
Puluhan Kereta Api Terdampak Demo di Bundaran HI, Keberangkatan dan Kedatangan Dialihkan ke Stasiun Jatinegara
Langkah antisipasi ini merespons potensi kepadatan arus kendaraan menuju arah Stasiun Gambir
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Juni 2026
Puluhan Kereta Api Terdampak Demo di Bundaran HI, Keberangkatan dan Kedatangan Dialihkan ke Stasiun Jatinegara
Indonesia
Polisi Cari Pola dan Model Pengamanan Unjuk Rasa Yang Paling Humanis
Polri tidak ingin tergesa-gesa dalam menetapkan regulasi baru yang akan diterapkan secara nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 November 2025
Polisi Cari Pola dan Model Pengamanan Unjuk Rasa Yang Paling Humanis
Bagikan